TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

GRC Membuat PT Asuransi Takaful Keluarga Makin Dipercaya Konsumen

Nurdian Akhmad
15 August 2022 | 22:01
rubrik: Event, GCG
GRC Membuat PT Asuransi Takaful Keluarga Makin Dipercaya Konsumen

Jakarta, TopBusiness – PT Asuransi Takaful Keluarga merupakan pelopor perusahaan asuransi jiwa syariah di Indonesia. Mulai beroperasi tahun 1994, Takaful Keluarga mengembangkan berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan berasuransi sesuai syariah meliputi perlindungan jiwa, perlindungan kesehatan, perencanaan pendidikan anak, perencanaan hari tua, serta menjadi rekan terbaik dalam perencanaan investasi.

Guna meningkatkan kualitas operasional dan pelayanan, Takaful Keluarga sejak tahun 2003 telah memperoleh sertifikasi 9001:2000 dan terakhir diperbaharui dengan ISO SNI  9001:2015 dari Sucofindo, sebagai standar internasional mutakhir untuk sistem manajemen mutu.

Head Corporate Secretary PT Asuransi Takaful Keluarga Adhi Indra menjelaskan, Takaful Keluarga terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta memiliki tenaga pemasaran yang terlisensi oleh asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI).

“Takaful Keluarga berkomitmen untuk terus memperkuat dan memperluas jaringan layanan di seluruh Indonesia. Peningkatan dan pembaharuan sistem teknologi informasi terus diupayakan demi memberikan pelayanan prima kepada peserta,” kata Adhi dalam penjurian TOP GRC Awards 2022 yang dilakukan secara daring, Jumat (12/8/2022).

Hadir pula dalam penjurian ini Direktur Utama PT Asuransi Takaful Keluarga, Arfandi Arief  dan Aryanti, Compliance & Risk Assistant Manager.

“Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Takaful Keluarga menjadi pilihan terpercaya dalam menyediakan solusi perlindungan jiwa dan perencanaan investasi sesuai syariah bagi masyarakat Indonesia,” tutur Adhi lagi.

Kinerja Bisnis dan Keuangan

Saat pandemi covid-19 masih melanda tahun 2021, kinerja bisnis Takaful Keluarga cukup baik. Kendati total aset perusahaan pada 2021 ada sedikit penurunan dari Rp 1,821 triliun (2020) menjadi Rp 1,820 triliun (2021), total pendapatan usaha naik dari Rp 112,32 miliar (2020) menjadi Rp 112,68 miliar di tahun 2021. Hal ini diikuti dengan kenaikan laba bersih secara signifikan dari Rp 10,64 miliar di tahun 2020 miliar menjadi Rp 15,38 miliar ditahun 2021.

“Pandemi covid-19 ini menimbulkan pola bisnis baru secara siginifikan terhadap perekonomian Indonesia, sehingga Perusahan memutuskan untuk meningkatkan penggunaan teknologi digital dalam rangka memaksimalkan efisiensi dengan tetap mengutamakan pelayanan yang prima kepada para pelanggan,” tutur Adhi yang dalam presentasinya membawakan materi berjudul Synergy to Growth.

BACA JUGA:   APTIKOM dan PT MSI Kerja Sama Publikasi, Penyelenggaraan Penghargaan dan Pelatihan

Manajemen Takaful Keluarga juga melakukan pemutakhiran proses bisnis dengan mempersiapkan perusahaan untuk dapat memaksimalkan penyelesaian pekerjaan di luar kantor. Sebab itu, walaupun terjadi pengurangan jam kerja di kantor Perusahaan pada 2021 masih dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja bisnis di banding tahun sebelumnya.

“Kami juga melakukan mitigasi risiko terkait penanganan klaim akibat covid-19 sebagai sarana pembuktian pelayanan klaim yang prima, utamanya selama masa periode gelombang covid Juni-Agustus 2021 lalu,” tuturnya.

Concern dengan GRC

Direktur Utama PT Asuransi Takaful Keluarga Arfandi Arief menambahkan, salah satu kunci keberhasilan perusahaan dalam menjaga performa bisnis di tengah pandemi covid-19 ini adalah komitmen manajemen terhadap implementasi governance, risk management dan compliance management (GRC).

“Kami sangat concern dengan GRC. Kami adalah asuransi syariah murni pertama di Indonesia. Perusahaan kita ini sebenarnya hanya operator pengelola risiko, sehingga kita menjadi pemegang amanat dari peserta asuransi. Dalam konteks GRC ini menjadi fokus karena kita menerima amanat orang,” ujar Arief.

“Apabila di dalam operasional kita tidak amanah maka akan sangat berbahaya karena orang jadi tidak ada trust lagi ke perusahaan. Kita ini adalah operator manajemen risko dan manajemen investasi atas dana-dana peserta,” tutur Arief.

Komitmen perusahaan mengimplementasikan GRC itu terbukti dari adanya komite-komite di bawah Komisaris/Direksi yang menunjang pelaksanaan GRC.  Komite tersebut antara lain adalah Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Investasi, Komite Pengembangan Produk, Komite Manajemen Risiko,  dan Komite Pengarah Teknologi Investasi.

PT Asuransi Takaful Keluarga juga memiliki kelengkapan sistem dan infrastruktur, serta kebijakan terkait GRC. Ada banyak kebijakan yang diterapkan perusahaan regulasi internal perusahaan yang dibuat berdasarkan regulasi eksternal mulai dari Undang‐Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas beserta peraturan pelaksananya, Undang‐Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian beserta peraturan pelaksananya, Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Tentang Pedoman Asuransi Syariah, Peraturan dan Surat Edaran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

BACA JUGA:   Jadi Finalis TOP GRC Awards 2022, Kinerja Mandiri Utama Finance Terdongkrak Berkat GRC

Untuk penerapan good corporate governance (GCG) di Perusahaan, Takaful Keluarga melakukan melakukan self assessment GCG setiap tahun, dan hasilnya disampaikan kepada OJK. Selain itu, Takaful Keluarga menerapkan Whistleblowing System (WBS).

Whistleblowing System merupakan sistem yang mengelola pelaporan/penyingkapan perilaku melawan hukum, perbuatan tidak etis/tidak semestinya secara rahasia anonim dan mandiri yang digunakan untuk mengoptimalkan peran serta Insan Takaful dan mitra bisnis dalam mengungkapkan pelanggaran yang terjadi di lingkungan Perusahaan.

“Penerapan Whistleblowing System di PT Asuransi Takaful Keluarga melibatkan Bagian Corporate Affair, Tim Investigasi, Human Resources dan Direksi. Lingkup pelaporan/penyingkapan yang ditindaklanjuti oleh tim meliputi korupsi, suap, benturan kepentingan, pencurian, kecurangan, melanggar hukum Perjanjian Kerja Bersama (PKB), dan pedoman ethic karyawan” tutur Adhi dalam presentasinya.

 Sedangkan untuk implementasi manajemen risiko di PT Asuransi Takaful Keluarga, pertama yang dilakukan adalah identifikasi profil risiko. Profil risiko merupakan penilaian terhadap risiko inheren dan kualitas penerapan manajemen risiko dalam operasional Perusahaan yang dilakukan terhadap sembilan risiko yaitu, risiko kredit, pasar, likuiditas, operasional, hukum, stratejik, kepatuhan, reputasi, dan Asuransi.

“Identifikasi risk profile pada PT Asuransi Takaful Keluarga dilakukan pada awal tahun dan dilakukan pemantauan setiap bulannya,” kata Adhi.

Untuk pengendalian dan pengelolaan risiko organisasi, PT Asuransi Takaful Keluarga juga sudah menerapkan Three lines of defence, yang meliputi Bagian Operasional (1st line), Fungsi compliance  (2nd line) dan Fungsi Audit (3rd line).

Perusahaan telah menetapkan risiko‐risiko perusahaan sesuai dengan yang telah ditetapkan pada POJK terkait Manajemen Risiko, yaitu Risiko Strategis, Risiko Operasional, Risiko Asuransi, Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Likuiditas, Risiko Hukum, Risiko Kepatuhan, Risiko Reputasi.

Untuk penerapan manajemen kepatuhan (compliance management), PT Asuransi Takaful Keluarga memiliki fungsi kepatuhan yang di melekat dengan fungsi Corporate Secretary. Kriteria keberhasilan implementasi kepatuhan antara lain Jumlah sanksi yang dikenakan kepada perusahaan, Kepatuhan terkait transaksi yang dijalankan di Perusahaan, Reputasi Organisasi, Code of Conduct Karyawan, Suap dan Korupsi, serta Governance Frame Work.

BACA JUGA:   Perumda Air Minum Tirta Boalemo Genjot Tata Kelola Bisnis Menuju Perusahaan Sehat

Dukungan TI

Adhi menambahkan, ada dukungan teknologi informasi (TI) dalam keberhasilan performa bisnis PT Asuransi Takaful Keluarga dan implementasi GRC. Untuk mendukung pengelolaan bisnis, TI diterapkan dalam Sistem Utama (Core System).

Ini merupakan sistem untuk mendukung pengelolaan operasional bisnis Perusahaan.Sistem yang terintegrasi end to end mulai proses pengajuan sampai dengan proses klaim dan sistem laporan yang dapat dipertanggung jawabkan.

TI juga hadir dalam bentuk Portal Customer. Ini merupakan sistem informasi untuk customerindividu atau perseorangan dengan status polis aktif, informasi klaim yang dapat diakses adalah klaim jenis tahapan tabungan pendidikan (produk Takaful Dana Pendidikan), klaim non health (Meninggal Dunia, Penyakit Kritis, dan Cacat Tetap Total), serta Hospital Cash Plan.

Perusahaan juga memiliki Website, merupakan halaman yang berisi informasi tentang Perusahaan untuk meningkatkan visibilitas dan kredibilitas perusahaan. Selain itu juga menjadi media informasi lengkap tentang perusahaan, serta meningkatkan kualitas layanan perusahaan terhadap pelanggan.

Ada pula agency portal yang merupakan layanan gratis yang disediakan untuk membantu agen Takaful Keluarga mendorong produktivitas dan efektivitas agen perusahaan. “Sejumlah kanal dalam aplikasi ini dibuat untuk mempercepat proses produksi agen. Di antaranya kalkulator perhitungan kontribusi alias premi, penawaran, monitoring pembuatan polis, sampai informasi renewal,” tuturnya.

Perusahaan juga memiliki Contact Center sebagai sistem komunikasi untuk menciptakan hubungan yang lebih baik dengan pelanggan. Jadi pelanggan tidak perlu mengulang informasi yang sama karena informasi yang diperlukan telah tersimpan dari interaksi sebelumnya. Dan dengan dukungan omni channel yang memungkinkan memberikan layanan pelanggan kepada pelanggan melalui berbagai saluran yang tersedia.

TI juga digunakan untuk edukasi kepada karyawan yang berkaitan dengan resiko kejahatan cyber. Perusahaan juga melakukan testing keamanan Aplikasi secara berkala.  Perusahaan juga sudah menggunakan Dokumentasi Bisnis Continuity Plan (BCP) dan Disaster Recovery guna memitigasi risiko jika terjadi bencana.

Tags: PT Asuransi Takaful KeluargaTOP GRC Awards 2022
Previous Post

Strategi Sukses Swasembada Beras Perlu Diadopsi untuk Komoditas Pangan Lain

Next Post

IHSG Berpotensi Bergerak Sideways

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR