Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan pengembang property kenamaan, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) tak pernah alpa untuk melaksanakan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat sekitar proyek-proyek yang dimiliki perusahaan. Langkah ini dilakukan dengan menggelar sederet program Corporate Social Responsibility (CSR), baik yang berupa pemberdayaan masyarakat sekitar maupun pelestarian lingkungan.
Apalagi sebagai perusahaan developer property akan banyak bersentuhan dengan isu-isu sosial kemasyarakatan di setiap aktivitas bisnisnya. Namun, Modernland tetap menjadi perusahaan yang bertanggung jawab. Terebih program CSR ini memang sesuai dengan Visi-Misi perusahaan dan selaras dengan aktivitas usahanya atau sudah mengadopsi .
Hal ini seperti terungkap dalam proses penjurian TOP CSR Awards 2022 yang diikuti oleh Modernland, yang digelar secara virtual, Rabu (23/2/2022) lalu. Dalam penjurian TOP CSR Awards 2022 yang digelar Majalah TopBusiness itu, presentasi perseroan disampaikan Jamal Abdullatif sekalu GM HR, Gunawan Setyo Hadi sebagai Corporate Communication Department Head, dan Imam sebagai HR Learning and CSR.
“Program CSR kami sudah selaras dengan Visi-Misi Modernland yakni, Visinya ‘Memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan menciptakan pembangunan perkotaan dan industri yang ideal’ serta Misinya ‘Menyediakan perumahan dan lahan industri yang berkualitas kepada pelanggan kami, serta meningkatkan nilai properti melalui infrastruktur dan manajemen kelas dunia’,” tutur Jamal.
Disebutkan Jamal, dilihat dari aktivitas usahanya, Modernland sendiri sudah berdiri lebih dari 30 tahun dengan menjadi pengembang property terdepan di Indonesia. Selama puluhan tahun ini, perseroan telah membuktikan dedikasi dan partisipasinya dalam mengembangkan property terbaik di Tanah Air, terutama di kawasan Jabodetabek, seiring dengan kenaikan kesadaran terhadap lingkungan dan mutu kualitas tertinggi.
“Saat ini, bisnsi inti perseroan adalah pengembang real estat, lapangan golf dan operasi country club, kontraktor umum, dan perdagangan,” ujar Jamal singkat.
Dan untuk menggenjot bisnisnya itu, perseroan pun telah merancang starategi bisnis secara umum yang terdiri dalam tiga sergmen. Yakni, Urban Development, Industrial, dan Hospitality.
Dalam Urban Development, emiten dengan kode saham MDLN itu mengembangkan beberapa lahan yang berlokasi di Jakarta, Garden City, Jakarta Timur; lalu Kota Modern, Tangeran; Modern Hill, Tangerang; dan Modern Cilejit, Tangerang. Adapun untuk proyek lowcost hosing dikembangkan di Sukabumi dan Cikande, Banten.
Di segmen Industrial, perseroan mengembangkan lahan industri Modern Cikande yang terletak di barat Jakarta seluas 1.500 hektare (ha) dan ke depannya akan ada rencana perluasan kembali seluas 1.500 ha. Saat ini kawasan industri Modern Cikande merupakan pioneer pengembangan kawasan industri halal di Indonesia.
Dan terakhir Hospitality, Modernland telah bekerja sama dengan beberapa operator perhotelan seperti Novotel yang terletal di Gajah Mada, Jakarta Pusat, dan Swiss Bell, Serang, Banten, serta pengelolaan Modern Golf & Country Club yang terletak di pusat kota Tangerang.
Identifikasi dan Pemetaan Isu
Dalam pemaparan dan sesi tanya-jawab proses penjurian itu, Gunawan menambahkan, ketika menggelar program CSR tersebut, tentu saja perseroan juga melakukan identifikasi dan pemetaan terlebih dahulu terhadap isu-isu yang berkembang di sekitar operasional perusahaan.
Setidaknya, terdapat empat isu penting yakni, isu sosial, isu ekonomi,isu lingkunga, dan isu pendidikan. Biasanya, kata dia, isu-isu yang berkembang yang merupakan dampak dari aktivitas perusahaan adalah isu sosial terkait kemacetan, ekonomi soal pengangguran, lingkuangan tekait banjir.
“Untuk itu, untuk mengatasi permasalahan itu, terkait isu sosial tadi kita bikin penambahan dan perbaikan akses jalan di kawasan proyek yang dikembangkan. Juga bisa saja bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk membuka akses tol terkait,” terang Gunawan.
Lalu isu ekonomi termasuk isu yang sangat penting dan jika tidak terpenuhi bakal bisa menghambat jalannya satu proyek. “Sehingga dalam hal ini, kami ciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar khususnya bidang pekerjaan yang menitikberatkan pada skill, misalnya, kesempatan bekerja sebagai staff, security, gardener, atupun office boy/girl,” cerita dia.
Selain itu, dibuat juga program-program pemberdayaan masyarakat lainnya, seperti membuka peluang usaha untuk masyarakat sekitar perseroan dan membuka pelaung penambahan pendapatan untuk masyarakat luas.
“Dalam hal ini, kami memiliki program kemitraan karyawan. Progam ini berupa kerja sama dengan BUMDes di sekitar perusahaan. Langkah ini cupuk positif, karena bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perusahaan dimiliki kelurahan atan kecamatan sekitar.”
“Sementara bagi perusahaan sendiri diuntungkan karena operasional bisa berjalan dengan baik. Sebagai contoh, perusahaan terbantu karena perusahaan (BUMDes) tersebut menyediakan tenaga kebersihan, tenaga keamanan, dan jasa perawatan taman,” Gunawan menjelaskan.
Kemudian dalam isu lingkungan, MDLN telah membangun saluran sodetan di sepanjang kawasan pengembangan yang berkerja sama dengan Dinas Tata Air dan pemerintah provinsi setemnpat. Yakni Sodetan itu berada di Jakarta Garden City, proyek di Jakarta Timur. “Sodetan ini sangat bermanfaat bagi semua pihak, tak hanya bagi perusahaan sendiri. Meskipun kami menganggarkan ini cukup besar mencapai miliaran rupiah,” ujar Gunawan lagi.
Program yang terkait isu lingkungan lainnya adalah melakukan proses penghijauan dengan menanam 1.000 pohon di sekitar proyek. Seperti yang dilakukan di sekitar Modernland Cilejit, Tangerang, Banten yang dikembangkan di atas lahan seluas 1.000 ha.
Selanjutnya, Jamal menambahkan, isu lainnya terkait dengan pendidikan. Dalam hal ini, pihaknya melakukan renovasi fasilitas pendidikan di kawasan sekitar. Serta memberikan pelatihan untuk agen penjual masyarakat sekitar untuk ikut memasarkan produk properti perseroan. Dalam hal ini programnya bernama Billionaire Club.
“Jadi seluruh program CSR yang sudah kami lakukan itu, selain selaras dengan bisnis perusahaan atau sesuai dengan CSV juga sudah mengadopsi ISO 26000 SR,” ujar Jamal.
Tata Kelola
Modernland Realty juga senantiasa melakukan monitoring dan evaluasi dalam menggarap program CSR perusahaan. Hal ini tercantum dalam trata kelola CSR perusahaan mulai dari sistem perencanaan, pelaksaan, monitoring, pelaporan, hingga evaluasi.
Dalam sistem perencanaan CSR, setiap akhir tahun perseroan mengadakan wrokship terkait program dan bajet di tahun berikutnya. Pihaknya juga dalam sistem ini membaginya ke dalam dua program inti, yaitu program berkelanjutan dan program insidentil.
Untuk sistem pelaksanaan, Modernland sudah menugaskan ke bagian Corporate untuk menggelar program CSR berkelanjutan dan bagian Bisnis Unit yang ditugaskan untuk melaksanakan program CSR insidentil.
“Adapun untuk sistem monitoring, melakukan meeting rutin per periode terkait pelaksanaan dan program selanjutnya antara PIC Corporate dan Bisnis Unit serta stakeholder lainnya. Lalu di sistem pelaporan bikin laporan kegiatan berkala ke setiap stakeholder, dan sistem evaluasi yakni mengevaluasi seluruh kegiatan dari segi efektivitas serta manfaat dan biaya bagi lingkungan sekitar,” pungkas Jamal.
FOTO: TopBusiness
