Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan, kini sedang berproses untuk transformasi status badan hukum menjadi Perseroda (perusahaan perseroan daerah).
Dengan perubahan status ini diharapkan perusahaan bisa lebih leluasa mengembangkan usaha, tak hanya berfokus pada fungsi pelayanan umum, namun juga mengejar profit (keuntungan), di antaranya untuk peningkatan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD).
PDAM Kabupaten Balangan merupakan pemisahan dari PDAM Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menyusul pemekaran Kabupaten Balangan dari Hulu Sungai Utara pada tahun 2003. Dengan berdiri sendiri sebagai daeran otonom, menjadi labuoaten terpisah, maka pada 4 Juli 2007 diterbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Balangan Nomor 15 Tahun 2007 tentang Pendirian PDAM Kabupaten Balangan untuk mengukuhkan berdirinya perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan dan penyediaan air minum bagi masyarakat ini.
Perlahan tapi pasti, seiring dengan pembenahan, inovasi dan terobosan yang dilakukan jajaran manajemen, kinerja layanan bagi pelanggan dan juga performa usahanya juga terus membaik.
Sebagai kabupaten pemekaran, tingkat pertumbuhan dan jumlah pelanggan cukup signifikan, di mana pada awal berdiri hanya mempunyai beberapa ribu pelanggan, pada tahun 2022 jumlah pelanggan PDAM Kabupaten Balangan sudah menjadi 25.398 SL. Pelayanan air bersih PDAM Kabupaten Balangan juga sudah mencapai semua wilayah kecamatan yang ada di kabupaten ini, dan hanya sebagian kecil desa di wilayah pelosok yang belum ada jaringan pipa.
Walaupun kecil, sesuai dengan visinya “Menjadi Perusahaan lebih sehat, mandiri, dan professional”, kinerja kinerja operasional dan pelayanan bisa dibilang membanggakan. Terutama sesuai tugas utama perusahaan ini, yakni memberikan pelayanan penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Balangan dan sekitarnya. “Hasil Evaluasi Tahun 2021 menurut indikator Kementerian PUPR, kami memperoleh predikat “Sehat” dengan nilai 2,85. Sedangkan berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri, PDAM Kabupaten Balangan masuk kualifikasi Baik dengan nilai 61,81,” ujar Direktur PDAM Balangan, Ari Widodo saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP BUMD Awards 2023 yang berlangsung secara daring melalui aplikasi zoom meeting, pada (06/03/2023) yang dihelat Majalah TopBusiness.
Diungkapkan bahwa proses perubahan badan hukum masih sedang digodok Pemerintah Kabupaten Balangan. Dalam upaya transformasi status badan hukum menjadi Perseroda, pihaknya saat ini juga terus melakukan pembenahan, baik di sistem manajemen, lini produksi, pelayanan pelanggan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusianya (SDM). Perusahaan juga melakukan berbagai inisiasi digitalisasi untuk berbagai lini dengan membangun sistem aplikasi dan memanfaatan kemajuan teknologi informasi.
Beberapa inovasi dalam pemanfaatan Teknologi Informasi (TI), penggunaan sistem billing, sistem akuntansi berbasis web, pembuatan aplikasi TI sederhana yang menunjang pelaksanaan tugas, untuk menunjang sistem kerja karyawan, termasuk petugas di lapangan. Selain itu, juga masih ada beberapa inisiasi pemanfaatan TI lainnya.
Beberapa di antaranya yakni, penggunaan logger tekanan air, pengembangan sistem pemetaan jaringan/aset berbasis GIS (Geographic Information System) atau sistem informasi geografis. Pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi dan informasi yang efektif kepada masyarakat, serta penambahan jaringan internet di unit kecamatan untuk kemudahan pelayanan pelanggan dan administrasi. Pengembangan pendaftaran baru melalui aplikasi online, dan lainnya. Selain itu, peusahaan juga akan menyusun manajemen mutu supaya lebih meningkatkan pelayanan. Yaitu 3K (kualitas, kuantitas dan kontinuitas).
Dalam presentasinya berjudul “Geliat PDAM Kecil”, Ari Widodo juga memaparkan sejumlah inovasi, terobosan dan juga kinerja usaha. Dalam upaya transformasi ini, perusahaan juga melakukan inisiasi inovasi bisnis. Di antaranya melakukan penjajagan kerjasama pengembangan usaha secara business to business (B2B) dengan PT. Adaro Indonesia untuk meningkatkan pendapatan dalam bentuk kerjasama: suplai air bersih melalui pipanisasi, dan suplai air bersih melalui water trucking. Selain itu dengan PT. Adaro Indonesia juga untuk penyiraman jalan hauling. Penjajagan diversifikasi usaha air minum dalam kemasan (AMDK), dan lainnya.
“Saat ini kami sedang menjajagi kemungkinan mengembangkan bisnis baru untuk memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Di awal target marketnya terutama untuk instansi dan kantor pemerintah pemerintah. Tahapannya sendiri kami sedang melakukan feasibility study (FS) untuk sumber mata air agar sesuai dengan kualitas yang ditentukan untuk standar AMDK ini,” ujar Dirut Ari Widodo, di dampingi Salihin (Kabag Teknik), dan Drajat (Kabag Admin & Keuangan) PDAM Balangan.
Dari sisi usaha, dalam beberapa tahun terakhir perusahaan mampu mewujudkan pencapaian kinerja keuangan yang solid. Omzet pendapatan usaha sudah mencapai Rp2,4 miliar/bulan, meski masih masuk kategori PDAM kecil. Tahun 2021 pendapatan usaha mencapai Rp23,2 miliar, tahun 2022 lalu meski masih diliputi dampak krisis akibat pandemi covid-19. perusahaan mampu meraih peningkatan pendapatan usaha yang mencapai Rp26,6 miliar. Secara kontinue untuk peningkatan usaha, perusahaan juga melakukan evaluasi tarif dalam rangka Full Cost Recovery (FCR) dan melakukan komunikasi yang baik denganDewan Pengawas dan Kepala Daerah.
Prestasi dan kinerja yang terbilang tetap solid, bahkan mampu meraih peningkatan nilai bisnis inilah yang menghantarkan PDAM Kabupaten Balangan terpilih sebagai salah satu finalis untuk penghargaan TOP BUMD Awards 2023. Tahun ini juga merupakan tahun pertama Perusahaan Daerah milik Pemkab Balangan ini lolos di ajang peniurian untuk penghargaan Top BUMD Awards. Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti Lembaga Kajian NawaCita (LKN), SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta beberapa Staf Pengajar dari Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.
Sedangkan tema yang diangkat dalam kegiatan ini yakni ”Inovasi dalam membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD”. Artinya, selain untuk mendalami keberhasilan kinerja dan layanan yang sudah dicapai, Dewan Juri juga ingin mendalami inovasi-inovasi apa saja yang sudah dilakukan untuk mendukung peningkatan kinerja dan layanan BUMD yang bersangkutan, termasuk inovasi berbasis teknologi digital yang dijalankannya.
Penulis: Ahmad Chury
