TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BII Catat Rekor Laba Tertinggi Rp 1,55 Triliun 2013

Nurdian Akhmad
20 February 2014 | 11:29
rubrik: Finance
Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa

 

Jakarta, businessnews.id — Bank Internasional Indonesia (BII) untuk tahun 2013 mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp 1,55 triliun, atau naik sebesar 28 persen dibanding laba serupa tahun 2012 sebesar Rp 1,208 triliun.

Menurut Presiden Direktur BII Taswin Zakaria, pencapaian laba setelah pajak tahun 2013 menjadi pencapaian tertinggi selama ini.

“Pertumbuhan laba itu didukung oleh pertumbuhan pemberian kredit di tahun 2013 di 26 persen atau sebesar Rp 102 triliun,“ ujarnya di Jakarta, Rabu (19/2).

Selain itu, BII juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK)sebesar 25 persen sehingga menjadi Rp 107,2 triliun di akhir tahun 2013. Pertumbuhan DPK ini di topang oleh tabungan yang tumbuh sebesar 31 persen.

Sedangkan dari sisi aset, Taswin menambahkan, BII pada tahun 2013 mencatat pertumbuhan 22 persen sehingga menjadi Rp 140,7 triliun. Untuk return on equity (ROE ) tercatat pertumbuhan sebesar 16,8 persen. Sementara return on asset (ROA) meningkat menjadi 1,71 persen di tahun 2013 sedangkan pada akhir tahun 2012 sebesar 1,62 persen.

Sementara, Direktur Keuangan BII Thilagavathy Nadason mengatakan, BII merencanakan pemberian kredit akan tumbuh di atas pertumbuhan angka industri perbankan di tahun 2014.

“Kredit kami akan tumbuh di atas angka pertumbuhan industri sebesar 17 persen, sedangkan kami harapkan sebesar 17 hingga 20 persen.”

Pertumbuhan kredit tersebut akan didukung dari sektor bisnis banking dan ritel banking, dan juga sektor global banking atau corporate banking.

Namun untuk corporate banking, pihaknya akan melakukan seleksi terhadap sektor yang menjadi prioritas seperti badan usaha milik negara (BUMN) besar dan korporasi kelas pertama. (ZIZ)

EDITOR: DHI

BACA JUGA:   Laba Semester I 2015 CIMB Niaga Merosot Tajam
Tags: bank internasional indonesiabii
Previous Post

BII Akan Kembali Terbitkan Obligasi di 2014

Next Post

65% Kelas Menengah-Atas Ingin Akses Tunai Global

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR