Jakarta, TopBusiness – PT PLN Indonesia Power (IP) Grati PGU sadar betul bahwa keberlanjutan bisnis tak hanya bergantung pada perusahaan semata melainkan diperlukan ikhtiar yang melibatkan masyarakat sebagai upaya menjaga reputasi dan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Prinsip inilah yang dipegang teguh PLN IP Grati agar sustainable business tak hanya menguntungkan perusahaan tapi memberi dampak manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
“Dalam pembangunan dan bisnis berkelanjutan kami memiliki pandangan bahwa proses produksi listrik untuk menjamin bisnis yang berkelanjutan harus berkolaborasi dengan masyarakat sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL),” demikian pernyataan Yosefan Johan selaku Senior Manager PT PLN IP Grati saat mengikuti wawancara penjurian TOP CSR Awards 2023 secara daring, Kamis (30/4/2023).
Oleh sebab itu, masih menurut Johan, PLN IP Grati membuat program CSR unggulan yakni, Semeru Berseri. “Sebagai contohnya program Semeru Berseri ini. Program merupakan sinergi tiga program CSR yang menciptakan rantai nilai yang tidak terputus yaitu Rumah Kompos Power Green, Rumah Maggot dan Bank Sampah Sektor,” lanjutnya.
“Dimana program-program tersebut berkontribusi dalam capain-capain SDGs (Sustainable Development Goals). Program-program tersebut kemudian memberi manfaat lebih besar pada masyarakat dan menjamin proses bisnis berjalan dengan lancar, keberhasilan yang diperoleh dapat meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” imbuhnya.
Masih menurut Johan, lahirnya program Semeru Berseri karena belum adanya manajemen pengelolaan sampah dan masih banyak warga membakar, membuang sampah sembarangan. Fokus program ini adalah pengelolaan dan pengolahan sampah baik sampah organik dan sampah non organik di Desa Ranuklindungan.
“Semeru Berseri adalah program integrasi pengolahan sampah di Desa Ranuklindungan Kecamatan Grati. Limbah organik yang masih bernilai ekonomis akan dikelola di bank sampah, limbah organik yang basah di rumah maggot dan limbah organik rumah tangga diolah menjadi kompos dengan mini komposter oleh anggota bank sampah,” terangnya.
Seperti yang telah dipaparkan di atas, ada tiga integrasi program dalam Semeru Berseri, yakni Bank Sampah, Rumah Maggot dan Rumah Kompos.
Bank Sampah melakukan pemilahan sampah anorganik sebanyak 5,8 ton per tahun yang bernilai ekonomis untuk dijual ke pengepul dengan jumlah nasabah 140 orang. Tahun 2022 mulai mengelola sampah dapur atau rumah tangga di 85 KK dengan minikomposter untuk dijadikan kompos. Pengurus bank sampah sektor adalah perwakilan dari bank sampah RW di Desa Ranuklindungan sebanyak 17 orang. Sampah dapur yang dikelola 1,4 ton per tahun
“Kelompok pertama yang kami integrasikan dalam semeru berseri 2022 adalah kelompok Bank Sampah Sektor dimana kelompok ini telah melakukan pemilahan sampah organik dan ekonomis hingga mencapai 5,8 ton per tahun,” kata Johan.
Rumah Maggot memanfaatkan sampah dapur rumah tangga dan pasar mencapai 2,2 ton per tahun sebagai media pakan budidaya maggot. Produksi maggot hingga mencapai 126 kg per bulan dan digunakan sebagai bahan pakan ikan dengan gizi tinggi.
Program tersebut bekerjasama dengan kelompok budidaya ikan di Danau Ranu Grati dalam peningkatan produksi ikan dengan Mampang (Makanan ikan dari Maggot dan Cangkang Kerang).
“Kelompok selanjutnya yang diintegrasikan adalah kelompok Rumah Maggot, kelompok yang sudah dirintis sejak 2021 ini sudah mampu memproduksi maggot yang digunakan sebagai pakan ikan. Kelompok maggot ini dapat mengelola sampah basah lebih dari 22 ton per tahun. Bekerjasama dengan kelompok budidaya ikan di Danau Ranu Grati untuk mensuplai kebutuhan maggot dalam memproduksi mampang. Mampang adalah makanan ikan dari maggot dan cangkang kerang,” paparnya.
Rumah Kompos Power Green, mengolah sampah daun dari 5 RW, SD dan SMPN di Kec. Grati dan PLTGU Grati mulai tahun 2019 menjadi kompos. Total sampah daun yang diolah di tahun 2021 sebesar 6 ton per tahun menjadi sebesar 15,9 Ton per tahun di tahun 2022.
Diversifikasi produk berupa kompos, media tanam, pupuk cair lindi dan Jlofer. Penjualan kompos dan media tanam hingga 715 zak per bulan. Melakukan pengolahan akhir kompos dari minikomposter kelompok Bank Sampah.
“Rumah kompos adalah kelompok yang mengelola sampah organik untuk dijadikan produk pupuk organik. Kelompok ini mengolah sampah daun dari 5 RW di tahun 2022 terjadi peningkatan sampah yang dikelola dari 6 ton per tahun menjadi 15,9 ton per tahun dengan diversifikasi produk kompos, media tanam, pupuk organik cair Lindi, pupuk organik cair Jlofer,” tegasnya.
Melalui tiga program CSR tersebut, perusahaan berhasil memperoleh dampak positif seperti peningkatan ekonomi sosial, tidak adanya konflik hingga peningkatan citra perusahaan. “Dari tiga program CSR yang kami jalankan diperoleh dampak operasional yaitu peningkatan kualitas hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar tidak ada konflik antar masyarakat, peningkatan ekonomi sosial dan perbaikan lingkungan masyarakat, peningkatan keyakinan diri masyarakat serta peningkatan citra perusahaan,” pungkasnya.
Penulis: Abdullah Suntani
