Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Projotamansari kembali terpilih menjadi salah satu finalis ajang TOP BUMD Awards. Perumdam ini merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Bantul.
Pada Selasa (20/2/2024), manajemen Perumda Air Minum Tirta Projotamansari yang diwakili Anita Tri Hastuti (Kepala Divisi Administrasi dan dan Finance) dan Amirnata (Kadiv Ahli Teknik) mengikuti sesi presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2024 yang dilakukan secara daring.
Dalam presentasinya di depan dewan juri, Anita banyak memaparkan soal kinerja perusahaan, inovasi-inovasi atau terobosan yang dilakukan, serta kontribusi Perumda Air Minum Tirta Projotamansari terhadap pembangunan daerah.
Berdasarkan hasil audit kinerja berdasarkan Kemendagri No. 47/1999, menurut Anita, selama periode 2021-2023, Perumdam Kabupaten Bantul selalu memiliki kinerja yang “Baik” dengan hasil penilaian di atas 60.
Sedangkan hasil audit kinerja Perumdam Kabupaten Bantul berdasarkan indikator BPPSPAM selama tiga tahun terakhir, 2021-2023 selalu dalam kategori “Sehat” dengan nilai 3,87 pada 2023.
“Peringkat kinerja kami di Provinsi DIY sudah nomer 1, sedangkan di nasional berada di peringkat 8. Penilaian peringkat nasional berdasarkan jumlah pelanggan di bawah 50.000 pelanggan, kami ada di nomer 5,” ujar Anita.
Saat ini, jumlah pelanggan Perumdam Tirta Projotamansari sebanyak 46.123 sambungan langsung (SL), meningkat dibandingkan tahun 2022 sebanyak 43.157 SL. Cakupan layanan teknis Perumdam Tirta Projotamansari saat ini sebesar 13,98 persen dan layanan administrasi 13,29 persen. Sedangkan tingkat NRW atau kebocoran air di Perumdam Tirta Projotamansari sebesar 24,78 persen. “ Rata-rata jam layanan kami sudah 24 jam per hari,” ucap dia.
Kinerja bisnis Perumdam Tirta Projotamansari dalam lima tahun ini atau periode 2019-2023 cukup baik dengan laba perusahaan yang terus bertumbuh. Pada 2019, BUMD ini meraih laba Rp 1,25 miliar, kemudian naik menjadi Rp 1,34 miliar pada tahun berikutnya dan Rp 1,38 miliar pada 2023. Selanjutnya laba tahun 2022 sebanyak Rp 1,42 miliar dan naik lagi menjadi Rp 1,65 miliar pada 2023.
“Target laba di tahun 2023 sebesar Rp 1,2 miliar, sedangkan realisasinya Rp 1,658 milair, sehingga ada kenaikan 38,17 persen dari target,” kata Anita.
Target pendapatan tahun 2023 tercapai 102,57 persen, dari RKA Rp 53,035 miliar, terealisasi Rp 54,4 miliar.
Dengan kenaikan kinerja bisnis, terutama laba perusahaan, Perumdam Tirta Projotamansari mampu memberikan setoran pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bantul dengan jumlah yang terus meningkat. Tahun 2019, Perumdam Tirta Projotamansari menyetorkan PAD Rp 688,06 juta, lalu naik menjadi Rp 742,15 juta pada 2020 dan Rp 762,26 juta pada 2021. Selanjutnya pada 2022, Perumdam Tirta Projotamansari memberikan setoran PAD sebesar Rp 769,6 juta, dan tahun 2023 naik lagi menjadi Rp 911,93 juta.
Inovasi Bisnis dan Tata Kelola
Pencapaian kinerja tersebut tak terlepas dari sejumlah terobosan atau inovasi yang dilakukan manajemen baik terkait pemasaran atau layanan pelanggan, inovasi terkait tata kelola dan human capital, maupun terkait pemanfaatan teknologi informasi (TI).
Untuk inovasi terkait pemasaran/layanan pelanggan antara lain platform pembayaran sudah bisa dilakukan di berbagai ecommerce, antara lain, Bukalapak, Link Aja, DANA, Tokopedia, GoPay, dan I-Saku. “Kami juga menyediakan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) dengan merk BANEW,” kata Anita.
Perumdam Tirta Projotamansari memiliki inovasi pelayanan publik berbasis TI melalui android (PDAM SIAP PRIMA). Dalam aplikasi ini, pelanggan dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan informasi seperti mengetahui jumlah tagihan rekening air, gangguan aliran air, pemasangan sambungan baru, penyampaian pengaduan, dan informasi penting lainnya.
“Pemanfaatan teknologi ini juga bagian untuk mewujudkan Bantul Smart City yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera,” tuturnya.
Selain itu, menurut Anita, Perumdam Tirta Projotamansari memiliki aplikasi pendukung seperti SMART (Sistem Manajemen dan Analisa Rekening Terpadu), APPLE (Aplikasi Penerimaan Pendapatan Lengkap), pelayanan berbasis SMS Center, SICATER (Sistem Informasi Pencatatan Meter), dan SIA (Sistem Informasi Akuntansi Terpadu). “Untuk pembuatan peta jaringan, kami sudah memakai GIS (Geography Information System),” ucapnya .
Terkait peningkatan kompetensi SDM, kata Anita, pihaknya mengadakan diklat untuk semua bagian di Perumdam Tirta Projotamansari, di antaranya adalah Pelatihan Pelayanan Prima, Pelatihan Upaya Penurunan NRW, dan lainnya.
Selain itu, Perumdam Tirta Projotamansari menjalin kerja sama dengan BPKP terkait peningkatan kompetensi pegawai. BUMD ini juga kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bantul dalam upaya pemenuhan tenaga terampil. “Kami juga melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi dalam rangka seleksi kompetensi pegawai perusahaan,” tuturnya.
Perusahaan sudah melakukan survei kepuasan pelanggan dengan membagikan kuisoner kepada pelanggan setiap semester pertahunnya dan dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Bantul. Hasil survei dari tahun 2021 sampai tahun 2023 menunjukkan bahwa perusahaan mengalami peningkatan mutu pelayanan dari predikat baik menjadi sangat baik dengan skor layanan 84,5 persen.
Kontribusi ke Daerah
Terkait kontribusi terhadap pemerintah daerah dan pembangunan daerah, Perumdam Tirta Projotamansari rutin memberikan setoran PAD dengan jumlah yang terus meningkat. Tak hanya itu, Perumdam juga turut serta dalam penanganan stunting di Desa Canden, Jetis yang berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) Kementerian Kesehatan menjadi fokus penanganan stunting secara nasional. Perumdam Tirta Projotamansari memiliki program sambungan air bersih ke masyarakat Desa Canden, Jetis.
Kontribusi lainnya berupa program CSR untuk konservasi lahan, CSR untuk warga terdampak TPST Piyungan, serta CSR terhadap pelanggan yang terdampak Covid-19. BUMD ini juga melakukan pemasangan sambungan rumah (SR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
