Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan hari ini berpotensi melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Kamis (10/10/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Pasar AS ditutup cenderung menguat pada Rabu (09/10). Dow +0,30%, diikuti S&P 500 0,71%, dan Nasdaq 0,60%. Dow dan S&P 500 naik karena risalah pertemuan Fed membantu menenangkan investor dari kekhawatiran geopolitik.
Pasar komoditas ditutup melemah pada Rabu (09/10). Minyak WTI -0,66% menjadi USD 73,4/bbl, batu bara -1,59% menjadi USD 145,4/ton, nikel -1,46% menjadi USD 17.499/ton, CPO -0,47% menjadi MYR 4.251, dan emas -0,57% menjadi USD 2.608/toz.
Bursa Asia cenderung melemah pada Rabu (09/10). Kospi tutup, Nikkei +0,87%, Hang Seng -1,38%, dan Shanghai -6,62%.
Sementara IHSG ditutup melemah pada level 7.501 (-0,74%), dengan keseluruhan net sell sebesar Rp 2.533 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 560,4 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 1.972,6 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBRI (Rp 323,8 miliar), BMRI (Rp 95,3 miliar), dan ASII (Rp 82,4 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 58,5 miliar), MDKA (Rp 51,7 miliar), dan BBNI (Rp 38,5 miliar). Top leading movers emiten BBCA, HEAL, DSSA, sementara top lagging movers emiten BMRI, BBRI, ASII.
Nikkei dan KOSPI dibuka menguat 0,79% dan 0,52%. “Kami memperkirakan IHSG akan melemah hari ini dikarenakan komoditas yang bergerak melemah,” demikian isi laporan riset.
