Jakarta, TopBusiness – Sejumlah hal baru terungkap saat PT Bank Perekonomian Rakyat Bank Klaten (Perseroda) Kabupaten Klaten (Bank Klaten) menjalani sesi penjurian TOP BUMD Awards 2025 yang merupakan rangkaian tak terpisahkan dari ajang penghargaan bergengsi gelaran Majalah TopBusiness ini.
Bank Klaten diketahui telah memiliki pucuk pimpinan manajemen baru. Dengan begitu, Bank Klaten kini telah memiliki tiga direksi.
“Kami dari PT BPR Bank Klaten, (memiliki) manajemen baru, sekarang kami ada tiga direksi, yaitu saya diamanahi sebagai direktur utama, ada direktur bisnis, dan juga ada direktur kepatuhan,” ujar Dewi Ekosari Kurnianingrum, S.E., M.M., Direktur Utama BPR Bank Klaten dalam wawancara di hadapan dewan juri, Selasa (21/1/2025).
Tidak hanya manajemen baru, Bank Klaten juga mengusung visi dan misi baru. Visinya cukup singkat, yakni ‘GO BERLIAN’. Tentu di balik visi yang singkat itu terdapat makna dan maksud yang ingin dituju oleh Bank Klaten.
“GO itu artinya Governance, Risk, Compliance (GRC). Jadi, kami mengaplikasikan GRC tersebut terhadap perusahaan kami yang berfungsi untuk melindungi kejadian tak terduga (fraud dan likuiditas), melindungi hak dan kepercayaan stakeholder serta untuk berdaya saing,” jelas Dewi.
Lebih lanjut diuraikan Dewi, untuk Governance (tata kelola), perusahaan telah menerapkan apa yang disebutnya dengan istilah TARIF (Transparency, Accountability, Responsibility, Independence, Fairness).
“(Untuk) transparansi, kami menerapkan keterbukaan dalam pengambilan keputusan dan beberapa informasi yang bisa atau mudah diakses. Untuk Accountability, kami menjalankan tata kelola perusahaan yang benar, terukur, dan ada tanggung jawab dan fungsi yang jelas. Dan Responsibility, ada pertanggungjawaban kami dalam proses bisnis ataupun dalam proses operasional harus sesuai dengan aspek hukum dan sesuai dengan regulasi yang ada,” ujar Dewi.
“(Selanjutnya) untuk Independence, kami bekerja secara independen, professional, dan kita menghindari benturan kepentingan dengan BPR milik Pemda. Fairness, kami ada kesetaraan dan kewajaran. Jadi memberikan kesempatan kepada seluruh pegawai-pegawai untuk diberikan pelatihan, ataupun kesetaraan dan kewajaran kepada stakeholder,” tandasnya.
Masih berkaitan dengan visi perusahaan, untuk Risk (Manajemen Risiko), seperti dikatakan Dewi, ada enam risiko yang menjadi penekanan di Bank Klaten, yakni risiko kredit, operasional, hukum, likuiditas, strategik, dan reputasi.
Dalam penerapannya, disebutkan bahwa Bank Klaten sudah memiliki Satuan Kerja Manajemen Risiko serta menerapkan Three Lines of Defence.
“Jadi, di manajemen risiko itu ada Unit Bisnis selaku pemilik risiko, kami juga ada Satker Manajemen Risiko (untuk) mengevaluasi implementasi proses kami sebagai pengawas. Untuk Kepatuhan, sejak dulu kami telah menerapkan zero fraud,” tandas Dewi.
Sementara untuk “BERLIAN” adalah Berdaya Saing dan Sehat, Tumbuh Berkualitas, Profesional Aman Terpercaya dan Berkelanjutan.
“Jadi, kita harus tumbuh untuk kreditnya, tetapi kita tidak meninggalkan prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit,” tandasnya.
“Selain kualitas kita harus unggul dalam produk, kami memiliki berbagai produk, kami fokus ke hampir 75% di UMKM. Terus kami juga unggul dalam jaringan, ada 17 kantor kas, satu mobil kas keliling, dan insya Allah tahun 2025, kami akan membuka satu cabang. Kita juga unggul dalam branding. Kita sudah menjadi Bank Perekonomian Rakyat sejak November 2024 mengikuti regulasi Undang-Undang P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan),” ujar Dewi.
Tidak hanya itu, Bank Klaten juga memiliki keunggulan dari sisi SDM (sumber daya manusia). Hal itu, kata Dewi, berkat pelatihan (yang dilakukan) secara merata kepada seluruh pegawai, seperti pelatihan IT, pelatihan mental, dan etika kepada seluruh pegawai untuk memperkuat branding perusahaan.
“Selain itu, kami juga unggul dalam pelayanan. Kita ada (tagline) 8S. Jadi, tidak hanya 5S, tapi kita sudah (8S), yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun yang tiga 3S-nya, yaitu Simpati, Semangat dan Solutif,” jelasnya.
Dewi juga menilai bahwa perusahaan juga harus professional, yakni dengan mempunyai sikap mental pada seluruh karyawan, seperti harus berkompeten, integritas, dan menerapkan standar kompetensi untuk seluruh pegawai perusahaan.
“Selanjutnya aman terpercaya, yaitu kita sebagai BPR harus menjadi agen kepercayaan, agen pembangunan, dan agen pelayanan. Artinya, bahwa kita selalu melindungi seluruh nasabah kami, ada lembaga LPS, terus kita juga menerapkan perlindungan data pribadi, kita menerapkan keamanan untuk cyber data juga,” ujar Dewi.
Dan yang terakhir, yaitu berkelanjutan, sebagai BPR Dewi menegaskan bahwa Bank Klaten tidak hanya profit oriented, tetapi juga harus menumbuhkan kinerja seiring dengan angka pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.
“Jadi, agar generasi mendatang bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk keberlanjutan, kita ada program-program Go Planet, yaitu untuk menanam pohon di seluruh kabupaten.”
“Dan (dalam hal ini) kita ada Kredit Go Planet, yaitu untuk kredit-kredit yang untuk tumbuh berkualitas, misalnya kredit dual ulang, kredit untuk UMKM, selain itu kita juga ada Kredit Berlian, yaitu Kredit Berkah Ultra Mikro untuk wanita, ini agar wanita bisa mandiri, selain itu juga membantu suami,” ujar Dewi.
Masih dalam rangka untuk mendukung keberlanjutan, perusahaan juga telah mengadakan Undian Tabungan Semar dengan hadiah motor listrik. Selain itu, perusahaan juga sudah menggunakan motor listrik, untuk lampu-lampu atau penerangan Bank Klaten juga sudah mempunyai tenaga surya, dan penghematan kertas dalam operasional.
Adapun untuk misi yang diusung Bank Klaten, yakni “AKAR KUAT”, yang dijabarkan sebagai Agile yaitu Tangkas dalam mengidentifikasi masalah dan mencari peluang serta dinamis; Kontributif yaitu Selalu berusaha memberi Dampak Positif bagi Stakeholder & Lingkungan; Adaptif yaitu selalu melakukan Inovasi dan Kreatif serta Proaktif dalam Perubahan; Resilient yaitu Mempunyai Kemampuan untuk Bangkit, Tangguh, Ulet dan Bertahan; Kuat Organisasi, Infrastruktur, Digitalisasi, Integritas dan Kompeten SDM.
Kinerja
Seiring dengan visi dan misi yang diusungnya, secara umum dari sisi pencapaian kinerja di tahun 2024 Bank Klaten disebut on the track, dengan diraihnya peningkatan pada beberapa aspek.
“Untuk tahun 2024 (kinerja perusahaan) on the track. Jadi, untuk kredit yang diberikan, aset dan semuanya, serta untuk peningkatan PAD kita juga naik 3,56%, dan untuk TKS (tingkat kesehatan bank) kami juga peringkat komposit 2 jadi kami ‘Sehat’,” tandas Dewi.
Dengan kinerja perusahaan yang terus mengalami peningkatan, pada kesempatan ini Dewi pun mengungkap sejumlah inovasi perusahaan hal yang patut ditiru BUMD lain.
“Pertama, kami ada BK WAIS. BK WAIS kami sudah sejak tahun 2021. Jadi setiap nasabah itu apabila bertransaksi nanti di WA-nya akan ada pemberitahuan. Yang selanjutnya kami juga ada Mobil Kas Keliling untuk memperluas jaringan. Kami juga punya Virtual Account, jadi transaksi nasabah dari bank umum bisa lewat kami,” ujarnya.
Lalu, berikutnya perusahaan memiliki inovasi bernama BEKTI (Bank Klaten E-Money Kagem Transaksi) yang saat ini masih dalam proses (pengembangan). Selain itu Bank Klaten juga memiliki ATM co-branding dengan bank umum.
Inovasi layanan milik Bank Klaten yang juga layak untuk ditiru antara lain Kredit SUBUR, Kredit Lurik, dan Kredit Berhadiah.
”Untuk kredit (berhadiah) kami melakukan doorprize. Jadi di bulan Desember kami (menggelar) Doorprize untuk seluruh nasabah yang melakukan kredit ke kami, dan kami undi untuk bulan Februari,” pungkasnya.
Editor: Busthomi
