Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah (Perumdam) Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal terpilih menjadi finalis peraih penghargaan TOP Human Capital Awards 2024. Perumdam Tirta Bahari ini berhasil menyisihkan banyak perusahaan lain untuk menjadi nominator ini.
Untuk itu, Perumdam Tirta Bahari baru saja menyelesaikan proses penjurian TOP HC Awards 2024 secara daring pada Kamis (10/10/2024) lalu. Dalam penjurian tersebut, Direktur Utama Hasan Suhandi, SE memaparkan terkait pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Perusahaan yang dipimpinnya.
Disebutkan Hasan, pihaknya akan terus berbenah untuk mengembangkan sektor human capital (HC) ini, sehingga manajemen pun sangat memprioritaskan untuk pendidikan dan pelatihan dalam rangka pengembangannya.
“Makanya, kita ambil tema presentasi ini ‘Kunci Kesuksesan Organisasi Melalui SDM Pembelajar’, karena pendidikan dan pelatihan ini sangat penting bagi karyawan. Dalam strategi pengembangan karyawan pun, salah satunya adanya pelatihan berkelanjutan, baik yang diadakan oleh instansi terkait maupun lembaga pelatihan milik Perpamsi,” tutur Hasan.
Hasan didampingi secara lengkap tim dari Perumdam Tirta Bahari Kota Tegal itu. Selain Hasan Suhandi SE selaku Dirut, juga hadir UU J Purnamasari, SE (Direktur Operasional), Akhmad Giyanto, SE (Kabag Administrasi dan Keuangan), Heri Nurdin (Kabag Hubungan Langganan), Singgih Yulianato, S.M (Kabag Teknik), Waryani, SE (Kasubag Umum dan Kepegawaian), Rangga Agung Sigit P, S.Kom (Staf Umum dan Kepegawaian), Aris Setiyanto, S. Kom (Staf Humas), Faizal Fajar Nurroji, M.Hum (Staf Humas), dan Abdillah Akhmad, S.T (Staf Perencana dan Pengawasan).
Dijelaskan Hasan, sebagai perusahaan sektor publik yang memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat pelanggan, tentu saja pelayanan menjadi hal yang penting. Untuk itu, manajemen sangat mengandalkan pendidikan dan pelatihan untuk memacu kualitas SDM perusahaan. Hal ini agar Visi-Misi Perumdam dapat tercapai.
Untuk diketahui, Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal memiliki Visi: Mewujudkan Perumda Air Minum yang sehat dan mandiri serta berwawasan global dengan pelayanan maksimal yang berkelanjutan.
Dengan Misi: Pertama, Mengutamakan kepuasan pelanggan dengan menyediakan air minum yang berkualitas, kuantitas, kontinuitas dan menjaga kelestarian sumber daya air; Kedua, Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia; Ketiga, Mengoptimalkan manajemen keuangan yang mandiri, efisien dan efektif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan; dan keempat, Memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah Kota Tegal.
Degan strategi bisnis yang diusungnya adalah, dari sisi Pendekatan Balance Scorecard, melalui penyusunan strategi ini menyajikan kerangka kerja konseptual untuk menerjemahkan visi, misi dan strategi perusahaan menjadi sekumpulan indicator kinerja yang terbagi menjadi 4 perspektif yaitu: Keuangan, Pelanggan, Proses Bisnis Internal, serta Inovasi dan Pembelajaran.
Adapun dari sisi Peta Strategi Korporat, perusahaan telah menetapkan strategi korporat untuk masa 5 tahun ke depan, yaitu sebagai berikut Menjaga rasio likuiditas, rentabilitas, dan solvabilitas; Peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya; Kepuasan pelanggan; dan Perumusan sasaran stratejik.
Berkat adanya pengembangan HC ini, manajemen pun mengakui berdampak positif ke perusahaan. Beberapa indicator keuangan dan bisnis pun dinilai positif. Salah satunya, berdasarkan Penilaian Kinerja BPKP dengan menilai Indikator Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR di tahun 2023, untuk aspek Keuangan (dinilai 1,15), Pelayanan (0,45), Operasional (1,34), SDM (0,63), sehingga totalnya 3,57 atau dalam kategori “Sehat”.
Sedang berdasar Penilaian Kinerja BPKP ditilik dari Kepmendagri No.47 Tahun 1999 di tahun 2023 juga di kategori “Sangat Baik” meningkat dari kategori “Baik” di tahun 2022 di angka 75,96. Dengan komponennya Keuangan (40,50), Operasional (40,50), dan Administrasi (13,33).
Pengelolaan HC
Dengan mengandalkan Pendidikan dan pelatihan dalam pengelolaan SDM atau HC ini, manajemen pun menggunakan Human Capital Business Index (HCBI). Ini adalah alat yang digunakan untuk mengukur dan menilai sejauh mana Perusahaan mengelola dan memanfaatkan SDM mereka dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti keterampilan, pendidikan, pelatihan, pengalaman karyawan, serta bagaimana faktor ini berkontribusi pada kinerja bisnis dan daya saing.
Untuk itu, beberapa strategi pengembangan karyawan yang dilakukan adalah, pelatihan berkelanjutan, baik yang diadakan oleh instansi terkait maupun lembaga pelatihan milik Perpamsi; mentoring & coaching oleh Tenaga Ahli maupun BPKP; dan pemagangan di PDAM lain.
Sementara untuk strategi retensi karyawan, yaitu pemberian tunjangan kinerja; pemberian tunjangan motivasi; pemberian gaji ke-13; pemberian uang lembur, insentif, uang makan, uang transport, dll.
Sedang untuk strategi inovasi & adaptasi adalah, pengembangan GIS dan SCADA; billing system; penggunaan sistem informasi yang terpadu di bagian keuangan, kepegawaian, pelanggan berbasis web.
“Dengan strategi tersebut, makanya pembelajaran dan pengembangan (Learning & Develpoment) itu menjadi penting karena menjadi fungsi dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab untuk memberdayakan pertumbuhan karyawan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan mereka untuk mendorong kinerja bisnis yang lebih baik. Itu meliputi Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Non Kompetensi, In House Training, maupun Promosi, Rotasi, Mutasi Pegawai,” terang Hasan.
Bahkan , kata dia, begitu pentingnya pendidikan dan pelatihan ini, manajemen pun memiliki inisiatif HC-nya lebih banyak ke aspek tersebut.
“Inisiatif Human Capital itu merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan nilai modal manusia di dalam perusahaan. Ada banyak inisiasi HC yang saat ini sedang dikembangkan maupun yang tengah direncanakan,” jelasnya.
Untuk inisiasi Human Capital yang sudah dilaksanakan dan sedang berjalan adalah, Mengadakan Diklat SDM; Melakukan studi tiru ke PDAM dan Perusahaan lain terkait SPAM; Pelatihan pengoperasian Sistem Informasi Pelanggan; Pelatihan Epanet; Pelatihan SAK EP; Pelatihan Public Speaking; Pelatihan SPI; Pelatihan Aset; dan Pelatihan penyusunan RENBIS.
Sedang inisiasi Human Capital yang direncanakan yaitu Pelatihan SCADA; Diklat Manajemen Air Tingkat Muda, Madya dan Utama; Diklat K3; Diklat Garda Pratama; Diklat Penyusunan GCG (Good Corporate Governance); dan Diklat Cyber Security.
Lebih jauh ditegaskan Hasan, berkat pengembangan HC ini, kinerja Perumdam Tirta Bahari Kota Tegal kian mengkilap. Untuk total pendapatan di tahun 2023 sebanyak Rp59,74 miliar meningkat dari 2022 (yoy) di angka Rp42,98 miliar. Dengan total biaya operasi juga naik dari Rp39,65 miliar menjadi Rp48,68 miliar.
Sehingga untuk total laba bersih masih di tren positif, bahkan alami kenaikan yang signifikan. Tercatat dari Rp2,55 miliar di 2022 menjadi Rp8,59 miliar di akhir 2023.
