Jakarta, TopBusiness—PT Bank Mandiri (Persero), Tbk., merencanakan buyback sebagian saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Senior Vice President Corporate Secretary Group Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, mengatakan bahwa nilai keseluruhan buyback diperkirakan sebesar-sebesarnya Rp1.170.000.000.000.
“Buyback dapat dilakukan melalui bursa efek maupun di luar itu, secara bertahap maupun sekaligus,” kata dia dalam keterbukaan informasi, akhir pekan kemarin.
Buyback diselesaikan selambatnya 12 bulan setelah tanggal rapat umum pemegang saham (RUPS) yang menyetujui buyback. “Pelaksanaan buyback akan memerhatikan kondisi likuiditas dan permodalan kami, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata dia.
Bank Mandiri tidak melakukan buyback jika akan mengakibatkan berkurangnya jumlah saham pada suatu tingkat tertentu, yang dapat mengurangi secara signifikan likuiditas saham di bursa efek.
Ia pun menjelaskan jadwal buyback itu. Pertama, pengumuman RUPS dan keterbukaan informasi atas rencana buyback, di 14 Februari 2025.
Kedua, persetujuan RUPS terkait buyback 25 Maret 2025.
Ketiga, perkiraan jadwal periode buyback di 26 Maret 2025 hingga 25 Maret 2026.
Biaya buyback direncanakan sebanyak-banyaknya sebesar Rp1.170.000.000.000. Dana itu berasal dari kas internal. Itu termasuk biaya pembelian kembali saham, komisi pedagang perantara, serta biaya lain berkaitan dengan buyback.
“Jumlah saham yang akan dibeli kembali, tidak akan melebihi 10% dari jumlah modal disetor.”
