TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sukses Gandeng Bank Jatim dalam KUB, Kinerja Bank NTB Syariah kian Melesat ke Depannya

Busthomi
22 February 2025 | 21:39
rubrik: BUMD, Event
Sukses Gandeng Bank Jatim dalam KUB, Kinerja Bank NTB Syariah kian Melesat ke Depannya

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Bank NTB Syariah terus mencatatkan pertumbuhan performa yang membanggakan. Apalagi jika dibanding dengan beberapa tahun lalu saat Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini mengkonversikan dirinya menjadi banak syariah, yaitu di tahun 2018 lalu.

Kinerja apik dari sisi raihan asset, pendanaan, pembiayaan, dan laba bersih terus menorehkan pertumbuhan. Termasuk dari sisi pendapatan yang terus melesat. Per akhir 2024 lalu, pendapatan Bank NTB Syariah setiap bulannya sudah mencapai Rp100 miliar.

Performa apik ini memang tak lepas dari adanya peran tata kelola yang kuat dan pengembangan system digitalisasi yang masif. Bahkan ke depan, usai sukses menggelar sinergi dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim selaku induk dalam KUB.

Disebutkan Plt Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nurul Hadi, Bank NTB Syariah baru saja melewati proses yang sangat krusial dengan melakukan sinergi dalam rangka pemenuhan regulasi POJK 12 dengan nama Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim. Kebijakan ini membuat permodalan Bank NTB Syariah semakin kuat dan kinerja ke depannya kian solid.

“Bagi Bank NTB Syariah sendiri, kebijakan (KUB) ini akan menjadi dorongan bagi pertumbuhan Bank NTB Syariah ke depannya,” kata Nurul saat mengikuti proses penjurian TOP BUMD Awards 2024 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, Jumat (21/2/2025).

Diceritakan Nurul, dipilihnya Bank Jatim ini lantaran adanya beberapa kesamaan dari sosiologis antara masyarakat Jatim dengan NTB Syariah dan masyarakat NTB sendiri. Kemudian juga dari sisi demografi dan hubungan bisnis antara Jatim dengan NTB cukup kuat. Saat ini, kata dia, sebagian besar dari relasi bisnis atau pelaku usaha di NTB itu berhubungan dengan perusahaan di Jatim.

“Dan keunggulan Bank Jatim setelah kita road show dengan calon KUB lainnya, ternyata di Bank Jatim itu system remittance-nya sudah sangat maju. Ini pas, karena di NTB ini salah satu penyedia pekerja migran yang sangat besar. Terutama ke Malaysia, Timur Tengah, atau Asia Timur seperti Hong Kong dan Taiwan. Dan Bank Jatim ini memiliki perangkat (system remittance) yang sudah maju,” katanya.

BACA JUGA:   Kinerja Positif, Bank Kalteng Konsisten Setor Dividen

Selanjutnya, pertimbangan lainnya, dari sisi hubungan bisnis, NTB ini daerah penghasil bahan pertanian terutama jagung, padi, kedelai, jambu mete, dan rumput laut. Di Bumi Gora, komoditas tersebut mengalami surplus. Dan ternyata pasarnya itu banyak dikirim ke Jatim.

“Hubungan itu ingin kita tangkap peluangnya dengan bersinergi bersama Bank Jatim. Sehingga diharapkan perputaran perekonomian itu ada di kedua wilayah ini,” katanya dengan menambahkan, banyak juga mahasiswa dari NTB Ketika keluar tujuannya ke perguruan tinggi di Jatim, sehingga memudahkan lalu lintas keuangannya.

Disebutkan dia, dengan suksesnya dalam menjalankan KUB ini sudah menjadi kebijakan strategis bank BPD yang memiliki Core Values AMANAH itu. Dan sinergi melalui kerja sama KUB ini merupakan salah satu dari sembilan kebijakan strategis itu yaitu, penguatan permodalan secara berkelanjutan, peningkatan performa bisnis secara berkelanjutan.

Lalu, peningkatan kapabilitas & profesionalisme SDI sesuai corporate culture, pengembangan produk & layanan berdasarkan customer experience, memperkuat manajemen risiko & tata kelola yang berkualitas, pengembangan sistem & infrastruktur TI untuk digitalisasi, integrasi fungsi sosial untuk keuangan berkelanjutan, dan meningkatkan sinergi & integrasi dalam ekonomi syariah.

Dengan dirajutnya strategi KUB itu, diproyeksi kinerja Bank NTB Syariah akan semakin positif. Saat ini saja, kata Nurul, Perseroan sudah mencatatkan pertumbuhan dua digit. Untuk asset misalnya, hingga akhir 2024 mencapai Rp16,05 triliun (unaudited) dari 2023 Rp14,27 triliun. Atau naik 12,48%.

“Pertumbuhannya signifikan jika dibanding tahun 2018 lalu saat konversi dimana aset Bank NTB syariah baru sebesar Rp7,03 triliun,” katanya.

Untuk pendanaan, di 2024 mencapai Rp12,52 triliun (unaudited) yang naik 17,27% dari 2023 sebesar Rp10,67 triliun. Untuk pembiayaan juga bertumbuh 12,14% dari Rp10,07 triliun di 2023 menjadi Rp11,29 triliun di 2024 (unaudited). “Sehingga laba di 2024 yang masih audited ini sebesar Rp219 miliar atau naik 3,17% dari 2023 senilai Rp212 miliar,” katanya.

BACA JUGA:   Kualitas Layanan di Atas Standar, RSUD Labuha Masuk Finalis Peraih TOP BUMD Award 2025

Untuk rasio keuangan hingga Desember 2024 juga masih positif. Untuk CAR di 23,87%, lalu RoA 1,91% dan RoE 12,82%. Untuk BOPO masih terkendali di 79,82%, dengan FDR yang stabil di 90,22%, dan NPF rendah di 1,06%. Dengan marjin bunga bersih (NIM) sebesar 5,31%, dan Net Operating Margin (NOM) sebesar 1,43%.

“Dengan total pendapatan sebesar Rp1,38 triliun. Pendapatan per bulannya sudah sebesar Rp100 miliar. Tentu sudah besar ini. Dan fee bases income sebesar Rp97 miliar. Fee base income ini sudah bisa meng-cover hampir 90% dari biaya tenaga kerja, sehingga non fee base income bisa kita fokuskan untuk lebih kepada pertumbuhan bank,” terangnya.

“Sedang untuk pendapatan e-channel juga sebesar Rp39 miliar hingga Desember 2024. Dimana kalau kita bandingkan saat kita baru konversi itu cuma Rp2 miliar saja,” katanya dengan mengimbuhkan, rasio FBI terhadap total pendapatan sebesar 6,97%, rasio pendapatan e-channel terhadap total pendapatan 2,78%, dan rasio pendapatan e-channel terhadap total based income yaitu 39,92%.

Digitalisasi

Selain tata kelola Bank NTB Syariah yang sudah mumpuni dengan system reward and punishment juga sudah unggul, Perseroan juga sudah anggal dalam pengembangan digitalisasi.

Dalam hal ini, Bank NTB Syariah sudah memiliki produk jasa bank, seperti ATM, CRM (cash recycle machine), mobile banking, EDC android, QRIS, safe deposit box, virtual account (VA), customer on boarding, tapcash.

“Jadi pengembangan teknologi system informasi itu adalah, untuk IT Development, yaitu untuk memperkuat infrastruktur IT & data management, memperkuat tata kelola & manajemen risiko IT, mendorong penggunaan IT game changers & emerging technology, mendorong kolaborasi dalam bidang teknologi, dan mendorong implementasi advanced digital bank,” tutur dia.

BACA JUGA:   Nusantara Regas Genjot CSR Berkelanjutan, Incar PROPER Hijau 2026

Adapun dengan fokus pemanfaatan teknologinya adalah, otomatisasi proses bisnis, integrasi layanan keuangan, inovasi produk & layanan, dan peningkatan pengalaman nasabah.

Dengan strategi utama dalam digitalisasi ini adalah, Digital-First dalam setiap kebijakan, pengembangan infrastruktur digital modern, peningkatan keamanan siber, optimalisasi pengalaman nasabah, transformasi proses bisnis, kolaborasi dan ekosistem digital, dan peningkatan kapabilitas Sumber Daya Insani (SDI).

Beberapa produk digital yang dikembangkan adalah, untuk internal development berupa, dashboard bisnis DPK dan PBY, compliance management system, human reasources information system, system and database monitoring, aplikasi FOS, evaluasi kinerja, laporan penyaluran CSR, dan regulatory report.

Lalu untuk external development yaitu core banking system, data warehouse, cloud data dokumentasi, warehouse management system, customer on boarding, dan virtual chat bot.

“Soal digital channel ini kita juga kembangkan dari sisi CRM dari ATM-nya. Juga pengembangan mobile banking yang terus kita perkaya fiturnya sepeti customer on boarding. Dan yang tengah dikembangkan ini adalah pendaftaran haji online,” katanya.

“Jadi, hampir semua layanan yang sekarang menjadi kebutuhan masyarakat itu kita sediakan di mobile banking. Seperti bayar pajak, bayar PDAM, dan lainnya. Dan mobile banking dari sisi kaminya, tetap me-maintenance untuk memperkuat layanan dan security-nya. Kita terus perbaharui dan tingkatkan,” imbuhnya.

Terkait cyber security, kata Nurul, Bank NTB Syariah sudah implementasi ISO 27001. Implementasi Sertifikasi ISO 27001 pada Bank NTB Syariah untuk manajemen keamanan informasi pada layanan mobile banking & Cash Management System (CMS) Corporate.

Juga, sudah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) CSIRT. Pemberian Surat Tanda Registrasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai bukti bahwa bank telah membentuk dan mendaftarkan Virtual Chat Bot Tim Tanggap Insiden Keamanan Siber (CSIRT) secara resmi.

Tags: PT Bank NTB SyariahTOP BUMD Awards 2025
Previous Post

Relawan Bakti BUMN Batch VII : Dari Sabang Sampai Merauke

Next Post

Besok Saham Pertamina Geothermal Bisa Dibeli Karyawan, Ini Harganya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR