Jakarta, TopBusiness – PT DSSP Power Sumsel merupakan salah satu operator pembangkitan listrikan yang masuk dalam kategori independent power producer (IPP), namun begitu tetap menjaga keberlangsungan bisnis melalui penerapan inisiatif program tanggung-jawab sosial perusahaan alias CSR.
Saat wawancara penjurian TOP CSR Awards 2025, hari ini, Direktur Utama, Awaludin Latif, menegaskan bahwa pihaknya sebagai perusahaan pembangkit listrik yang bertangung-jawab dalam seluruh operasional dan juga tunduk dengan segala aturan dan regulasi pemerintah.
“Kami juga tunduk dan bertanggung-jawab dalam pengembangan masyarakat sekitar opersional. Tentunya, kami akan menciptakan pembangkit yang aman dan nyaman bagi lingkungan hidup dan terus berkembang dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi besar dalam pembangunan perekonomian nasional,” tegasnya, yang juga didampingi tim CSR salah satu diantaranya, Wili Hirdani selaku Dep Head CSR.
Dikatakan Awaludin, PT DSSP Power Sumsel menjalankan strategi bisnis dengan fokus pada efisiensi operasional, pengembangan energi berkelanjutan, serta tanggung-jawab sosial. “Perusahaan memastikan pasokan listrik andal melalui PLTU Sumsel-5, mengadopsi teknologi ramah lingkungan, dan menjalankan program CSR untuk pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat,” ungkap dia.
Menurut Awaludin, sebagai PLTU berbasis bahan baku batubara, maka perusahaan paham benar dengan kepedulian akan operasional yang bersih dan sesuai dengan regulasi operasional yang diatur oleh berbagai regulasi terutama acuan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
“Perusahaan listrik ini terus melakukan operasional bersih dalam hal penekanan emisi efek pembakaran batubara, terus mengelola limbah cair baik itu pengunaan air diproses pembangkitan dan mengelolah limbah padatnya berupa FABA, debu dari hasil pembakaran batubara dengan ditangkap kembali agar tidak mengotori lingkungan hidup,” ujar Awaludin.
“Untuk kegiatan operasional perkantoran, perusahaan telah menggunakan PLTS sebanyak 400 Kwh dan tahap dua terpasang sebanyak 400 Kwh dengan total 800 dengan menggunakan EBT yaitu PLTS,” ucap dia.
DSSP Power Sumsel merupakan anak usaha Sinar Mas Grup. DSSP Power Sumsel sebagai bagian dari PT Datang DSSP Power Indonesia, adalah perusahaan swasta nasional di bidang energi yang mengoperasikan PLTU mulut tambang berkapasitas 2×150 MW di Desa Sindang Marga, Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Sementara itu, desa yang terdampak langsung oleh DSSP Power Sumsel meliputi Desa Sindang Marga (lokasi pembangkit), Desa Mendis (lokasi water intake), dan Desa Kali Berau (lokasi jalur transmisi water intake).
Dijelaskan Awaludin, FABA dan debu hasil pembakaran batubara telah dimanfaatkan kembali untuk memproduksi paving blok dan pembangunan jalan lingkungan masyarakat serta infrastruktur lainnya.
Dengan operasional apik dapat menekan emisi karbon pada unit 1 sebesar 213.578.94 ton, unit 2 sebesar 163.634.34 ton, dengan membukukan keuntungan perdagangan karbon sebesar Rp 5.339.500.00 dengan harga perdagangan per ton Rp 25.000 di 2023. Dan di unit 2 potensi benefit perdagangan karbon sebasar Rp 4.090.858.500.00.
Perusahaan peduli pada lingkungan sekitar opersional dengan melakukan penghijaun melalui penanaman pohon manga unggulan dari Thailand sebanyak 900 di tiga desa terdampak pada ring-1. Pohon manga sangat bermanfaat dalam menjaga lingkungan hidup dalam hal penyerapan karbon, longsor dan banjir di wilayah rawan bencana.
Dalam rangka memberikan dukungan kebersihan lingkungan di masayarakat, perusahaan peduli memberikan bantuan truk pengangkut sampah yang modern, agar ada efisiensi pengumpulan sampah dari TPS warga hingga pendistribusian ke TPA lebih cepat dan tidak lagi tertunda. Dengan begitu, kondisi lingkungan sekitar menjadi lebih bersih dan rapi.
Tak terkecuali, perusahaan pun melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia maka program PINTAR BERSAMA DSSP yang berlokasi di Sindang Marga diwujudkan. Dalam hal ini, memberikan pengajaran Bahasa Inggris, komputer, dan silat. Sebelumnya, SD Negeri 1 Sindang Marga telah difasilitasi perpustakaan digital dan diresmikan Bupati Musi Banyuasin pada 2023.
Selanjutnya, perusahaan melakukan pendidikan bagi warga lokal untuk bisa ikut serta dalam opersional, maka program EDP menjadi salah satu solusi memecahkan permasalahan serapan tenaga kerja lokal.
