TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bisnis Smelting Piawai Menyehatkan Masyarakat dan Menjaga Kepunahan Habitat Elang Jawa

Albarsyah
3 June 2025 | 15:07
rubrik: Event
Bisnis Smelting Piawai Menyehatkan Masyarakat  dan  Menjaga Kepunahan Habitat Elang Jawa

foto: ptsmelting.com

Jakarta, TopBusiness  – PT Smelting, sebagai perusahaan pemurnian tembaga terbesar di negeri ini sangat piawai dalam mengelola bisnis, dan piawai dalam creathing shared value (CSV) dengan berstandar pada ISO 26000, SDGs, dan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto. Contoh konkretnya adalah pengentasan penyakit tuberkulusis (TBC) di lingkungan wilayah kerja produksi smelter dan menjaga habitat dari kepunahan Elang Jawa.

PT Smelting merupakan perusahaan peleburan dan pemurnian tembaga pertama di Indonesia yang berlokasi di desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kab. Gresik, Jawa Timur. Pendirian PT Smelting dimulai saat PT Freeport Indonesia mengundang Mitsubishi Materials Corporation (MMC) untuk bekerja sama membangun pabrik peleburan dan pemurnian tembaga di Indonesia pada tahun 1994.

PT Smelting merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan pemegang saham mayoritas PT Freeport Indonesia sebesar 66,02%. Mitsubishi Material Corporation-Jepang sebesar 33,98%. Letak dan pemegang saham PT Smelting dapat dilihat pada Gambar 1 Letak dan Pemegang Saham PT Smelting. Pembangunan PT Smelting dimulai pada tahun 1996 hingga 1998.

Pada awal pendiriannya, pabrik PT Smelting didesain untuk memproduksi empat kali ekspansi pada tahun 2004, 2006, 2009, dan 2022 sehingga meningkat menjadi 350.000 ton katoda tembaga tahun dan 5 produk samping yaitu lumpur anoda sebesar 2.400 ton/tahun, tembaga telurida sebesar 102 ton tahun, terak tembaga sebesar 1.050.000 ton/tahun, asam sulfat sebesar 1.450.000 ton/tahun, dan gipsum sebesar 55.000 ton/tahun.

Ditegaskan General Affairs Section Manager PT SMELTER Gresik, Indra Junor, pihaknya memiliki program pendampingan masyarakat untuk peningkatkan perekonomian serta meningkatkan kesehatan masyarkat bebas TBC.

“Juga kami telah membina masyarakat dalam penyelamatan Elang Jawa dari kepunahan dan membangun fasilitas pendiidkan penyelematannya, serta membangun Kawasan eco tourism  dalam penyelamatan Elang Jawa”, tegas Indra Junor kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2025, Jumat (30/5/2025).

BACA JUGA:   Hebat! PDAM Tirta Taka Kab. Nunukan Hadirkan Air di Daerah Perbatasan

Menurut Junor, kami terus memberikan kebermanfaatan besar bagi masyarakat Gresik dalam penekanan penyebarakan penyakit TBC dan lingkungan masyarakat telah teratasi dengan program kemitraan dengan para pasien TBC.  

“Kami juga memberikan pemberdayaan perekonomian bagi pasien TBC dan telah berhasil mengembangbiakan Elang Jawa dari kepunahan.  Kami berhasil membangun kawasan wisata berbasiskan Elang Jawa.  Keberadaan kami sangatlah memberikan dukungan positif bagi pembangunan dan kesehatan di sekitar Gresik, Jawa Timur”, tegas Indra Junor.

Perusahaan dalam melakukan program CSR tentunya berbasis pada visi dan misi. Visinya adalah berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan terhadap masyarakat seternpat, Republik Indonesia dan dunia melalui bisnis peleburan dan pemurnian tembaga.  Sedangkan misi yaitu mewujudkan proses yang aman, sehat dan ramah lingkungan di pabrik dengan tujuan menyerahkan katoda tembaga dan produk samping kualitas terbaik kepada pelanggan secara stabil.

Program Peduli Pasien TBC merupakan program yang diinisiasiPT Smelting  sejak tahun 2019  sampai sekarang. Program ini merupakan program pendampingan pasien TBC yang masih berobat di wilayah kabupaten Gresik dengan mengintegrasikan 3 pilar utama yakni Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi. Program ini selain befokus pada tahap pendampingan pemulihan pasien TBC juga berfokus pada fase atau tahap pasca pemulihan.  Total pasien TBC yang diintervensi program sejumlah 945 pasien yang tersebar di 10 puskesmas.

Pada tahun 2023-2024 intervensi program ini meliputi sepuluh Puskesmas dengan temuan kasus TBC tinggi yaitu Puskemas Nelayan, Puskesmas Alun-Alun, Puskesmas Industri, Puskesmas Gending, Puskesmas Kebomas, Puskesmas Sukomulya, Puskesmas Manyar, Puskesmas Duduksampeyan, Puskesmas Sembayat dan Puskesmas Bungah.

Program Peduli Pasien TBC memiliki kegiatan sebagai berikut:

1. Pemberian Makanan Tambahan (PMT)/Paket Gizi

2. Renovasi Ventilasi

3. Peningkatan Skill Kader

BACA JUGA:   Menelisik Peran IT dan Komitmen JakLingko untuk GRC

4. Beasiswa untuk anak pasien yang sedang masa penyembuhan.

5. Pendampingan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat)

Sedangkan dalam pemberdayaan ekonomi dibangun atas integrasi 3 pilar, yaitu  Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi.

Dalam Pemberdayaan Ekonomi,  inisiasi pengadaan Kandang Sentra  Ayam Petelur yang dikelola oleh penyintas TBC merupakan bentuk program ekonomi produktif yang dirancang untuk membantu pasien TBC dan keluarganya memiliki sumber penghasilan alternatif.

Lalu, ada Renovasi Rumah Tidak Layak Huni: Dengan memperbaiki kondisi tempat tinggal, program renovasi ventilasi dan rumah, membantu meningkatkan kualitas hidup, mengurangi beban finansial, dan menciptakan lingkungan sehat bagi keluarga miskin. Sehingga resiko terkena dampak penyakit lainnya akan jauh berkurang dan kondisi lingkungan jauh lebih sehat.

Sejak 2018, PT Smelting fokus pada usaha konservasi satwa terancam punah melalui program pengembangbiakan ex-situ dan pelepasliaran satwa tersebut. Elang jawa, menjadi salah satu target prioritas satwa yang perlu diselamatkan oleh Pemerintah Indonesia (IUCN dengan status terancam punah). Elang jawa adalah satwa endemik Pulau Jawa yang identik dengan Lambang Negara, Garuda Pancasila. Di habitat aslinya, satwa ini menghadapi kesulitan berkembangbiak sehingga mengalami penurunan populasi. Untuk itu PT Smelting melakukan upaya konservasi yang berkelanjutan  dimulai dari pengembangbiakan sampai dengan pelepasliaran anakan Elang Jawa ke alam liar. Program inipun mendorong partisipasi masyarakat untuk menjaga habitat elang jawa dan pengembangan desa wisata minat khusus yang berwawasan lingkungan.

Upaya PT Smelting untuk pengembangbiakan dan pelepasliaran Elang Jawa meliputi:

a)      Pembangunan kandang pengembangbiakan elang jawa,

b)      Renovasi ruang perawatann anakan

c)      Sosialisasi pendidikan lingkungan dan konservasi

d)      Pembangunan kandang pelepasliaran

e)      Persiapan dan pengkondisian satwa

f)       pelepasliaran elang jawa

BACA JUGA:   Ada Upaya Jamkrida Banten dalam Menghidupkan Pelaku Usaha saat Pandemi

g)      Pemasangan GPS Track dan Pemantauan Pasca Pelepasliaran

h)      Studi Vokalisasi terhadap Tingkah Laku Elang Jawa

i)       Buku cerita ‘Elja’ untuk anak usia dini

j)       Dukungan Bantuan Alat Peraga Pusat Edukasi Konservasi Elang Jawa di Cimungkad, Sukabumi.

Tags: pt smelting
Previous Post

Atasi Tantangan Pendidikan, BSI Maslahat dan BSI Gelar Program BSI Scholarship

Next Post

KTT ASEAN ke-46: Perlunya Pendekatan Transformatif dalam Transisi Energi dan Iklim

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR