TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PLN NPC Jadikan GRC Fondasi Menuju Bisnis Berkelanjutan

Fauzi
4 August 2025 | 06:14
rubrik: GCG
PLN NPC Jadikan GRC Fondasi Menuju Bisnis Berkelanjutan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) menegaskan komitmennya dalam membangun bisnis yang tangguh dan berkelanjutan melalui implementasi menyeluruh prinsip-prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC).

Sebagai perusahaan EPC Ketenagalistrikan yang mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan, PLN NPC telah mengintegrasikan prinsip GRC secara menyeluruh sebagai fondasi menuju Sustainable Business. Hal ini seperti diungkap Djarot Hutabri EBS, Direktur Utama PLN NPC dalam sesi penjurian TOP GRC Awards, Jumat (1/8/2025).

Seperti dikatakan Djarot, sebagai perusahaan dengan pengalaman lebih dari 21 tahun, PLN NPC hadir sebagai mitra terpercaya dalam solusi infrastruktur ketenagalistrikan.

“Kami menghadirkan layanan terintegrasi melalui skema Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk pembangunan pembangkit listrik, jaringan transmisi, dan gardu induk. Tak hanya itu, kami juga menghadirkan Availability Improvement Programs (AIP) untuk mengoptimalkan kinerja pembangkit listrik yang telah beroperasi,” ujar Djarot di hadapan dewan juri.

“Kami hadir di berbagai proyek strategis, dari nasional hingga global — menghadirkan energi andal untuk masa depan,” sambungnya.

Kekuatan PLN NPC terletak pada layanan EPC terintegrasi, di mana perusahaan melakukan proses engineering melalui engineer terbaik di Indonesia yang kompeten di bidangnya.

Selain itu, PLN NPC juga mempunyai manajemen rantai pasok yang kuat, kemudian standar manajemen proyek yang kelas dunia, kemudian tenaga kerja berpengalaman dan berkualitas, project manager yang berkualitas, teknologi engineering termutakhir, dan modal kerja yang kuat.

“Komitmen kami menyelesaikan semua proyek dengan kualitas, waktu dan biaya yang baik. Kemudian komitmen untuk berkontribusi dalam penggunaan material dan layanan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri),” tandas Djarot.

Sedikit mengulas terkait kinerja bisnis perusahaan, Djarot menyebut walaupun secara pendapatan dan laba bruto perusahaan mengalami penurunan di tahun 2024, namun dari sisi laba yang diperoleh perusahaan mengalami kenaikan yang cukup signifikan jika dibanding tahun 2023.

BACA JUGA:   Bangun Masa Depan Energi Hijau, PT TGI Tancap Gas dengan Tata Kelola GRC Terintegrasi

”Artinya, kami melakukan penghematan (efisiensi) sehingga laba bersih bisa naik dari tahun sebelumnya. Meskipun secara pendapatan maupun laba bruto itu lebih rendah dari tahun 2023,” tandas Djarot.

Kemudian, lanjut Djarot untuk kinerja pendapatan dan penjualan tahun 2023-2024, yang membanggakan bagi perusahaan di tahun 2024 itu 69% itu diperoleh dari luar PLN Group.

“Jadi, (pendapatan) kami mayoritas itu ada di luar PLN Group sebesar Rp594 miliar. Dan sisanya itu terdiri dari Rp175 miliar untuk di PLN NP Group dan sisanya Rp93 miliar di PLN Group. Kemudian sales order non PLN itu bila dibandingkan itu kita kita terjadi kenaikan dibandingkan dengan RKAP 2023,” ungkap Djarot.

Penerapan GRC

PLN NPC telah menerapkan berbagai perangkat GRC dalam operasionalnya. Dari sisi tata kelola, perusahaan memiliki pedoman hubungan induk-anak usaha, forum koordinasi rutin antarperusahaan afiliasi, serta sistem pengadaan barang dan jasa berbasis kewenangan yang transparan.

Penguatan ini juga ditopang dengan adanya Whistleblowing System (WBS) yang mudah diakses publik melalui situs resmi perusahaan.

“Yang menggembirakan dari kami adalah skor implementasi GCG kami, dulu di 2020 skor kami adalah 82,57, kemudian di 2021 82,85, kemudian di tahun 2022 (skornya) 83,67, tahun 2023 di 87,11, dan di 2024 (skornya) 88,3. Artinya, Alhamdulillah ini naik terus,” papar Djarot.

Dari sisi manajemen risiko, PLN NPC telah menerapkan standar internasional ISO 31000. Selain itu, perusahaan membentuk tim Enterprise Risk Management (ERM) di setiap divisi untuk memastikan proses identifikasi, evaluasi, dan mitigasi risiko berjalan secara terstruktur. PLN NPC juga telah menerapkan Three Lines Model.

Hal-hal lain terkait penerapan manajemen risiko mencakup Dokumen Manajemen Risiko dan Kepatuhan, Laporan Manajemen Risiko, Rapat Komite Manajemen Risiko, Sertifikat Manajemen Risiko, dan Sosialisasi Manajemen Risiko.

BACA JUGA:   Disokong GRC, WSBP Rampungkan Masalah Keuangan dan Siap Jalankan Transformasi Bisnis

Sementara dari aspek kepatuhan, PLN NPC secara konsisten menjalankan pelaporan harta kekayaan pejabat (LHKPN) 100% tepat waktu, menyosialisasikan program anti-gratifikasi dan anti-korupsi, serta menerapkan sistem digital Compliance Online System (COS).

Tingkat pemahaman karyawan terhadap Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) juga tercatat tinggi, dengan skor survei internal mencapai 83 persen.

Kriteria keberhasilan implementasi kepatuhan antara lain dilihat dari implementasi COS (Compliance Online System), di mana Efektivitas Sosialisasi SMAP terukur dari pemenuhan tingkat pemahaman responden (internal) melalui Survei di COS yang mencapai sebesar 83,00%.

Selanjutnya Pengelolaan Maturity Level Proses Bisnis, di mana Skor Maturity Level Proses Bisnis tahun 2024 tercapai 3,30%, mengalami peningkatan dari tahun 2023 (2,21%), serta   Pelaporan LHKPN tepat waktu di mana sejak tahun 2024 tingkat pelaporan 100% dan tepat waktu dengan jumlah pelapor sebanyak 64 pejabat.

Adapun mekanisme perusahaan dalam penerapan GRC Terintegrasi, mencakup antara lain dari pemrakarsa, pengulas, pengambil keputusan, kemudian penandatangan produk keputusan.

“Tugas dari pemrakarsa itu adalah menyusun, kemudian pengulas itu adalah mengevaluasi dan memberikan ulasan, pengambil keputusan untuk menguji dan memiliki wewenang dan bertanggung jawab atas keputusan akhir, penandatangan produk keputusan melakukan pengesahan atas keputusan yang telah diputuskan,” ungkap Djarot.

Untuk mendukung implementasi GRC secara digital, PLN NPC memanfaatkan teknologi informasi melalui platform seperti Whistleblowing System, Project Performance Dashboard, Compliance Online System (COS), aplikasi keuangan Ellipse, serta sistem e-Prekualifikasi dalam pengadaan.

Dalam wawancara penjurian ini selain direktur utama, dari PLN NPC juga hadir antara lain Gede Arya Wirama, selaku Sekper & Kepatuhan, Irfan Budiman, selaku Kepala SPI; Perwakilan tim Komunikasi Korporat; ⁠Perwakilan Tim Corporate Planning & Control; serta ⁠Perwakilan Tim Legal & Kepatuhan.

BACA JUGA:   Ini Info Terbaru Penerapan GRC di Puradelta Lestari

Sementara dari sisi dewan juri yang hadir pada sesi penjurian ini antara lain Melani K. Harriman (CEO Melani K. Harriman & Associates), Prof. Satya Arinanto (Guru Besar – Fakultas Hukum Universitas Indonesia), dan Prof. Wahyudin Zarkasyi (Guru Besar – Universitas Padjadjaran).

Editor: Busthomi

Tags: PT PLN Nusantara Power ConstructionTOP GRC Awards 2025
Previous Post

Kementerian PU Kebut Selesainya Kawasan Permukiman Tanjung Banun

Next Post

Meski Kredit Naik Tipis, Bank OCBC Catatkan Laba Bersih hingga Rp2,57 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR