Jakarta, TopBusiness — PT PELNI (Persero) terpilih menjadi nominator TOP GRC Awards 2025. PT PELNI merupakan perusahaan yang menjalankan aktivitas bisnis utama di bidang pelayaran. Sebagai perusahaan yang memiliki visi: ‘Menjadi Perusahaan Pelayaran yang Unggul dan Berdaya Saing Global dalam Mendukung Konektivitas dan Pertumbuhan Ekosistem Logistik Maritim Indonesia’ ini, mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP GRC Awards 2025, beberapa waktu lalu.
Hadir dalam Penjurian, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Anik Hidayati; VP Manajemen Risiko dan ESG, Tatang R. Dasuki; VP Hukum dan Kepatuhan, Agustinus Prima Wicaksono; Kepala SPI, Ralna Ayu Utama; dan Manager Kepatuhan, Fitriana Ghonny. Selain itu, Manager ESG, Balan Aji Bramantyo; Analis Manajemen Risiko, Ni Wayan Trisna Yundhari; serta Analis Manajemen Risiko, Aullia Dinda Rachmawati.
Dalam penjurian, Anik Hidayati menyatakan jika manajemen memandang sustainable business sebagai bagian dari strategi transformasi perusahaan untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Pandangan ini mendorong PT PELNI (Persero) untuk terus beradaptasi menghadapi tantangan global, mengoptimalkan teknologi, serta menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab demi meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Ada tiga fokus strategi keberlanjutan yang saat ini dilaksanakan PT PELNI, yaitu sebagai berikut. Pertama, Integrasi Bisnis. Dimana perusahaan menyelaraskan seluruh aspek operasional perusahaan untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.
Kedua, Pengembangan Infrastruktur Logistik Maritim. Perusahaan terus membangun dan memelihara infrastruktur logistik yang efisien dan ramah lingkungan.
Ketiga, Penerapan Praktik Bisnis Bertanggung Jawab. Perusahaan dicatat menjalankan operasional dengan memperhatikan tanggung jawab sosial, pengelolaan lingkungan, dan tata kelola perusahaan yang baik.
Dalam memperkuat adaptasi menghadapi tantangan global dan strategi keberlanjutan, Perusahaan dicatat mengimplementasikan Governance Risk and Compliance (GRC). Adapun implementasi GRC yang telah dilaksanakan PT PELNI diantaranya adalah sebagai berikut.
Pertama, melalui Divisi Manajemen Risiko dan ESG, telah dilakukan pengisian dan/atau identifikasi risiko melalui kertas kerja/ risk register manajemen risiko yang dikirimkan melalui Nota Dinas kepada seluruh Unit Kerja baik lingkup Kantor Pusat dan Kantor Cabang.
Kedua, telah dilakukan Rapat tematik maupun rapat rutin bersama Komite Pemantau Manajemen Risiko bersama dengan Dewan Komisaris dan Unit Kerja Terkait setiap bulannya. Ketiga, telah disusun Laporan Manajemen Risiko baik Triwulanan, Semesteran dan Tahunan yang kemudian disampaikan kepada Pemegang Saham.
Keempat, melalui Divisi Hukum dan Kepatuhan, telah dilaksanakan identifikasi risiko melalui kertas kerja Briberry Risk Assessment dan Compliance Risk Assessment serta mengidentifikasi dan mengevaluasi kepatuhan perundang-undangan sesuai dengan lingkup/ peraturan yang berpengaruh terhadap proses bisnis perusahaan.
Kelima, telah dilaksanakan rapat tematik maupun rapat rutin bersama Komite Tata Kelola Terintegrasi bersama Dewan Komisaris dan Direktur Penanggungjawab GCG secara bulanan dengan Unit Kerja terkait.
Keenam, telah disusun terkait dengan Laporan Tata Kelola Terintegrasi dan Laporan Kinerja GCG baik triwulanan, semesteran dan tahunan yang disampaikan kepada Pemegang Saham.
Ketujuh, telah dilaksanakan Sosialisasi Anti Korupsi dengan Narasumber Direktur Peran Serat Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi dan Tim Kepatuhan mensosialisasikan kepada Kantor Cabang dan Kapal. Kedelapan. Telah dilaksanakan awareness, monitoring dan implementasi terkait GRC kepada seluruh pegawai PT PELNI (Persero).
Berkat mengimplementasikan GRC tersebut pula, dicatat banyak keberhasilan yang ditorehkan baik dari sisi kinerja maupun sisi lainnya.
Dalam mengimplementasikan GCG sebagai contohnya, PT PELNI telah melakukan pemenuhan dokumen pada Aplikasi GOL KPK dan telah mendapatkan skor 86.4 pada periode Semester II. PT PELNI juga telah melakukan pemenuhan dokumen pada Aplikasi Pencegahan Korupsi yang di develop oleh Komisi Pemberantasan Korupsi yang pada saat ini prosentasenya sudah mencapai 85% pemenuhan, dan akan di targetkan selelsai pada bukan Desember 2025.
Skror GCG PT PELNI yang dilakukan oleh tim penilai dari Auditor Eksternal Independen tahun 2023, dicatat sebesar 86,821. Nilai skror GCG ini naik menjadi 87,136 pada tahun 2024.
Nilai skor ini dilakukan oleh tim penilai dari BPKP Perwakilan DKI Jakarta. PT PELNI (Persero) juga telah menerima permintaan sebagai Narasumber/ Benchmark dari PT DAMRI pada tanggal 28 Juli 2025, yang telah dihadiri oleh Divisi Hukum & Kepatuhan dan Kesekretariatan Perusahaan, dengan topik pembahasan Implementasi/Penerapan GCG dan Pengelolaan Administrasi Perkantoran pada PT PELNI (Persero).
Editor: Busthomi
