Jakarta, TopBusiness – Di tengah fenomena sektor perbankan daerah yang sangat menantang, terutama bank-bank BUMD, tak membuat kinerja PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda) surut. Jutsru mereka konsisten dalam mencetak pertumbuhan.
Padahal, pasca era pergantian kepemimpinan daerah usai Pilkada lalu, banyak BUMD yang mengalami pergantian SDM-SDM terbaiknya. Namun di Bank Daerah yang lokasinya di perbatasan antara Jawa Tenagh-Jawa Timur itu tetap mampu mewujudkan manajemen professional. Istilah Sang Direktur Utama Bank Daerah Karanganyar, Dr. H. Haryono, SE., MM, adalah, manajemen yang diusungnya itu “by system” bukan “by sinten” atau bukan karena siapa yang memimpin.
“Memang ini menjadi tantangan baru bagi BUMD di mana pun itu. Pasca Pilkada itu ada perubahan manajemen. Tapi di Bank Daerah Karanganyar, saya pribadi akan terus mengupayakan manajemen kami itu ‘by system’ bukan ‘by sinten,’ sehingga mesti ada beda pilihan politik tetap bisa selamat talenta-talenta terbaik itu,” tutur sang Dirut saat wawancara penjurian TOP Human Capital Awards 2025, Selasa (7/10/2025) lalu.
Kondisi tersebut juga memang selaras dengan program pengembangan HC di Bank Daerah Karanganyar itu. Dalam hal ini, kata dia, pengembangan SDM di Bank Pasar ini yaitu melaui Human Resources Business Partner (HRBP). HRBP adalah seorang profesional SDM yang memiliki peran strategis, bukan hanya administratif.
“Jadi HRBP ini, berbeda dari peran HR tradisional yang fokus pada fungsi seperti rekrutmen atau penggajian, seorang HRBP bekerja sama secara langsung dengan pimpinan atau manajer di suatu unit bisnis. Misalnya, divisi pemasaran atau operasional yang membantu mencapai tujuan bisnis,” terang dia.
Dalam HRBP ini ada tiga hal, pertama, bagian SDM perusahaan dalam merekrut karyawan aktif bekerja sama dengan kepala bagian terkait untuk melakukan analisis kebutuhan keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan calon pegawai baru.
Kedua, dalam mengadakan pelatihan, perusahaan mengidentifikasi apa saja skill yang perlu ditingkatkan oleh karyawan yang berpotensi. Selanjutnya, perusahaan memilih dan merancang program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan. Dan ketiga, bagian SDM perusahaan berkoordinasi dengan Kepala Bagian Bisnis untuk menentukan bonus atau insentif yang mendorong pencapaian target bagian bisnis.
“Singkatnya, Bagian SDM Perusahaan bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan strategi bisnis dengan strategi SDM dengan memastikan bahwa manusia di dalam organisasi baik talenta, keahlian, dan motivasi selalu menjadi aset terbesar untuk mencapai kesuksesan bisnis,” tegas dia.
Pengembangan HC ini juga, kembali dijelaskan Haryono, selain dituntut kompetensinya namun juga selaras dengan kompensasinya. Sehingga, manajemen pun konsisten memberikan reward kepada pada bagian yang memiliki performance yang baik, sehingga antara pertumbuhan bisnis dan kesejahteraan karyawan dapat berjalan beriringan.
Kata dia, apabila pertumbuhan bisnis secara bertahap mengalami pertumbuhan, hal-hal lainnya seperti kepercayaan nasabah, kepercayaan pemilik, pertumbuhan laba serta penghargaan dari pihak eksternal akan mengikuti. Sehingga dengan sendirinya akan memberikan citra positif di masyarakat.
“Makanya, dari sisi penghasilan saat ini maupun saat hari tua nanti lebih membanggakan. Bahkan kata Pak Bupati lebih seksi dari pada jadi ASN. Lebih enak di Bank Pasar ini. Karena standar kompetensinya lebih tinggi, sehingga standar gajinya juga lebih tinggi,” katanya.
Dengan kondisi itu, mereka yang tak mampu bersaing akan legowo dengan proses pergantian seperti itu. Sehingga pihak luar melihatnya, kalau kerja di bank itu akan pulang malam, kalau tidak perform akan cepat diganti, maka harus berani tantangan.
“Dengan begitu, istilah kami di sini, merek itu adalah para petarung atau fighter. Jadi kalau tidak berani challenge atau tantangan, mereka akan minder sendiri. Itu jadi kebanggaan di bank daerah ini. Menjadi fighter bank daerah ini,” ujar dia.
Peran Dirut
Kembali Haryono menegaskan, pengembangan HC di Bank Daerah Karanganyar juga sudah menerapkan prinsip tone at the top. Sehingga peran Dirut itu langsung memberikan contoh dan pembelajaran.
“Jadi saya sebagai Dirut itu selalu memberikan keterampilan khusus kepada karyawan baru bagaimana menjadi marketing handal, bagaimana attitute menjadi seorang bankir, bagaimana melayani nasabah dan service excellence yang baik, dan sebagainya. Hal tersebut sebagai bentuk dari kepedulian Top Management dalam membentuk bibit-bibit handal untuk menjadi penerus perusahaan dimasa mendatang dan diharapkan keterampilan yang diberikan dapat menjadi aset yang tidak berwujud bagi Perusahaan,” tandasnya.
Bahkan, kata dia, hal ini patut dicoba atau direkomendasikan kepada organisasi lain. Di sini, kepedulian Top Management dari jajaran Direksi untuk ikut berpartisipasi, turun tangan dalam hal-hal mendasar seperti memberikan pengalaman, ilmu, pengetahuannya kepada generasi-generasi muda terutama para karyawan baru yang minim ilmu dan pengalaman dalam hal perbankan, sangat tinggi.
“Dengan berkurangnya gap antara karyawan dan Top Management diharapkan dapat membuat rasa kerukunan dan kekeluargaan lebih kuat. Sehingga dengan pengembangan HC seperti ini akan berdampak positif ke pertumbuhan bisnis,” tutur dia.
Dan faktanya, kinerja Bank Daerah Karanganyar terus bertumbuh. Dengan aset per akhir 2024 sebesar Rp583,36 miliar atau bertumbuh 9,40% year on year (yoy), laba setelah pajak Rp5,83 miliar atau bertumbuh 8,69%, kredit yang diberikan (KYD) Rp494,95 miliar atau naik 4,43% dan dana pihak ketiga (DPK) Rp510,29 miliar atau melambung 10%.
Dengan rasio kecukupan modal (CAR) di level 23,89% atau Sangat Baik, posisi kredit macet atau NPL di angka 3,92% atau Sangat Rendah, dan cash ratio di posisi 12,24% atau dalam kategori Sehat.
