TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Inspirasi Strategi dan Kultur Perusahaan ala Salmon*

Nurdian Akhmad
6 January 2018 | 09:25
rubrik: Article
Inspirasi Strategi dan Kultur Perusahaan ala Salmon*

Ary Ginanjar (Foto: Wikipedia)

*Oleh Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, CEO ESQ 165—Di tengah berbagai gempuran dan guncangan yang merontokkan berbagai perusahaan mapan di era VUCA (volatile, uncertain, complex and ambiguous) yang serba cepat, sulit diprediksi, tidak pasti, dan ambigu ini, kita perlu terus mengevaluasi kinerja perusahaan. Mencari rujukan dan
pendekatan baru agar perusahaan mampu melewati berbagai tantangan dan bisa menjadi pemenang di era yang penuh tantangan ini.

Salah satu inspirasi yang mengandung pembelajaran berharga adalah kehidupan ikan salmon. Ikan salmon lahir di sungai dan pada tahun pertama pindah ke lautan.

Mereka lama berpetualang di lautan selama empat sampai tujuh tahun, di mana itu merupakan tahap kritis dalam menghadapi pemangsanya. Kemudian, ikan salmon bersama koloninya bermigrasi kembali ke sungai tempat kelahirannya.

Perjalanan pulang tidaklah sebentar, sebab memakan waktu dengan hitungan bulan dan banyak rintangan.Selama perjalanan pulang, ikan salmon tidak makan karena memiliki cadangan lemak yang ada di tubuhnya. Banyak ikan salmon yang mati karena luka, keletihan, atau dimakan pemangsa.

Sesampainya di hulu sungai, ikan salmon betina dalam keadaan lelah mulai bertelur sebanyak 3.000—8.000 butir. Mereka melahirkan generasi ikan salmon baru. Itulahkisah ikan salmon dalam mempertahankan generasinya.

Guru Terbaik

Alam adalah guru yang terbaik dalam ilmu manajemen. Kehidupan ikan salmon di atas bisa menginspirasi kita tentang pentingnya penggabungan antara strategi yang hebat dan karakter yang kuat dalam melaksanakan sebuah misi dan mencapai tujuan.

Untuk menjalankan misi mempertahankan generasinya, ikan salmon menjalani sebuah proses yang panjang dan melelahkan. Ia yang merupakan ikan yang lahir di sungai harus pindah ke lautan selama beberapa tahun, kemudian kembali lagi untuk bertelur ke sungai dengan cara berpuasa.

BACA JUGA:   Memaksimalkan Bonus Demografi

Kita melihat nilai semangat dan nilai kegigihan di balik perilaku ikan salmon selama berpetualang di lautan yang penuh dengan rintangan. Selain itu, nilai kesabaran dan rela berkorban di balik perjalanan kembali ikan salmon ke sungai dengan cara berpuasa dan dalam incaran pemangsa.

Nilai atau value inilah kunci keberhasilan ikan salmon untuk mempertahankan
generasinya. Adapun strategi dan proses salmon ada dua: pertama, mereka harus hidup di sungai terlebih dahulu selama satu tahun.

Kedua, setelah cukup dewasa barulah mereka berangkat ke lautan selama empat hingga tujuh tahun. Ketiga, kembali ke sungai untuk bertelur. Inilah tiga strategi dan proses salmon dalam mempertahankan generasinya.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari ikan salmon yang hebat itu? Keberhasilan ikan salmon mempertahankan generasinya bukanlah terletak pada kekuatan strategi dan proses semata, tetapi pada kekuatan nilai yang membuat strategi dan proses berjalan sempurna.

Dalam kaitannya dengan SDM di sebuah organisasi, strategi yang hebat hanya bisa berhasil apabila dieksekusi oleh orang-orang yang memiliki nilai dan keyakinan yang menjadi fondasi perilakunya. Aspek perilaku, menurut Daniel Goleman dalam bukunya Working with Emotional Intellegence, berpengaruh hingga 80%–90% dalam keberhasilan, sedangkan sisanya 10%–20% adalah keterampilan dan pengetahuan.

Tiga kunci keberhasilan kepemimpinan, yakni: “right focus, right execution, right people”. Artinya, fokus yang benar, eksekusi yang benar, dan memilih orang yang benar. Sebab, kebanyakan kesalahan yang terjadi adalah akibat salah fokus, pelaksanaan, dan memilih orang, bukan strategi.

Ram Charan mengatakan bahwa “70% kegagalan adalah akibat lemah dalam eksekusi dan akibat terlalu fokus pada high level strategy”.

Sebuah hasil global survei memerlihatkan bahwa 92% pemimpin korporasi dunia fokus pada corporate culture dan pengembangan manusia. Begitu pentingnya masalah SDM dan culture ini maka di beberapa perusahaan hebat posisi direktur SDM dirangkap dan dipegang sendiri oleh seorang presiden direktur dan tidak diserahkan kepada orang lain.

BACA JUGA:   Hadapi Perubahan dengan Inovasi dan Kolaborasi*

Karena ia sadar bahwa sehebat apapun strategi yang dirancang olehnya maka hasilnya sangat tergantung oleh eksekusi manusia di dalam organisasinya. Inilah sebuah titik kesalahan yang seringkali para pemimpin tidak memfokuskannya, yaitu pembangunan kultur sebagai ruh sebuah organisasi dan bangsa.

Tuhan memberikan pelajaran yang sempurna tentang kehidupan kepada manusia melalui salah satunya melalui alam ciptaan-Nya, termasuk melalui koloni ikan salmon. Ikan salmon mengajarkan manusia tentang bagaimana cara yang sempurna dalam menjalankan sebuah misi organisasi.

 

Catatan: Kolom Ini Sebelumnya Juga  Dimuat di Majalah BusinessNews Indonesia, Edisi November 2017

Tags: ary ginanjar
Previous Post

Kalkulasi Kebutuhan Material-Alat di PUPR 2018

Next Post

Serikat Pekerja Migas Ini Minta Hak Normatifnya Dipenuhi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR