TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Usung Bisnis Berkelanjutan, Ini Terobosan dan Kontribusi BPRS Sukowati Sragen

Fauzi
22 January 2026 | 12:45
rubrik: BUMD, Event
Usung Bisnis Berkelanjutan, Ini Terobosan dan Kontribusi BPRS Sukowati Sragen

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT BPRS Sukowati Sragen atau Bank Syariah Sragen terus memperkuat perannya sebagai BUMD yang tidak hanya berorientasi pada kinerja keuangan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sragen.

Konsistensi tersebut kembali mengantarkan Bank Syariah Sragen sebagai salah finalis ajang penghargaan bergengsi TOP BUMD Awards 2026.

Direktur Utama PT BPRS Sukowati Sragen, Fakhruddin Nur, S.Si., M.Ec.Dev, menyampaikan bahwa partisipasi dalam ajang tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan implementasi strategi keberlanjutan yang selama ini dijalankan perusahaan.

“Alhamdulillah pada tahun ini kami kembali mengikuti penjurian BUMD Awards 2026. Tema keberlanjutan sangat relevan dan sangat sesuai dengan apa yang sudah dilaksanakan oleh Bank Syariah Sragen selama ini,” ujar Fakhruddin saat wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar secara virtual oleh Majalah TopBusiness, Rabu (21/1/2026).

Sebagai BPR Syariah milik Pemerintah Kabupaten Sragen dengan komposisi kepemilikan saham 80 persen pemerintah daerah dan 20 persen swasta, Bank Syariah Sragen sejak awal menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi utama pengembangan bisnis.

Menurut Fakhruddin, keberlanjutan tersebut diwujudkan melalui keseimbangan tiga aspek utama, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Kalau berbicara keberlanjutan, sejatinya ada tiga aspek yang senantiasa menjadi titik tekan kami, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ini bagaimana kemudian terus memberikan dampak kontribusi yang positif bagi pembangunan di Kabupaten Sragen,” katanya.

Terobosan Produk Ramah Lingkungan

Dari aspek lingkungan, Bank Syariah Sragen menghadirkan inovasi produk yang relatif belum banyak dimiliki perbankan lain, yakni Tabungan ID Hayati. Produk ini memungkinkan setoran tabungan dilakukan menggunakan sampah daur ulang melalui kerja sama dengan komunitas bank sampah.

“Kami memiliki produk tabungan yang setorannya bisa menggunakan sampah daur ulang. Program ini bernama Tabungan ID Hayati,” jelas Fakhruddin.

BACA JUGA:   Dukung KSBB, MRT Jakarta Serahkan 1.181 Paket Sembako

Hingga kini, program tersebut telah diikuti lebih dari 3.146 nasabah dan melibatkan lebih dari 200 komunitas bank sampah. Inisiatif ini sekaligus memperkuat peran Bank Syariah Sragen dalam pengelolaan lingkungan dan tata kelola sampah di daerah. Atas program tersebut, Bank Syariah Sragen juga dipercaya menjadi narasumber dalam penilaian Adipura Kabupaten Sragen.

Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan

Pada aspek sosial, Bank Syariah Sragen mengembangkan berbagai program pengentasan kemiskinan berbasis dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Sejak 2019 hingga 2022, program tersebut tercatat telah membantu lebih dari 97 kepala keluarga keluar dari jerat kemiskinan.

Memasuki 2023, strategi pengentasan kemiskinan dialihkan ke sektor ketahanan pangan berbasis komunitas. Program ini diwujudkan melalui pemberian modal kerja untuk budidaya jagung yang melibatkan 138 kepala keluarga di lahan seluas 45 hektare.

“Sejak 2023 kami mengembangkan program pengentasan kemiskinan berbasis ketahanan pangan. Ini kolaborasi dengan IPB, dinas pertanian, dan BUMDes daerah,” ujar Fakhruddin.

Selain itu, pendekatan CSR juga mengalami pergeseran, dari bantuan yang bersifat konsumtif menjadi dukungan terhadap kegiatan ekonomi produktif agar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

MasjidPreneur dan Literasi Keuangan Gen Z

Salah satu terobosan sosial yang menjadi perhatian adalah peluncuran program MasjidPreneur. Program ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia dan dijalankan melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama serta Dewan Masjid Indonesia, dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sragen.

“Intinya mendorong masjid agar mampu memberikan solusi terhadap persoalan sosial di lingkungannya,” kata Fakhruddin.

Pada 2025, program MasjidPreneur diikuti 107 masjid. Sebanyak 50 masjid terpilih mengikuti bootcamp selama dua hari satu malam, sebelum disaring menjadi 10 finalis terbaik yang memperoleh total hadiah Rp100 juta.

BACA JUGA:   TWC Perkuat GRC Demi Destinasi Berkelanjutan Kelas Dunia

Di sisi lain, Bank Syariah Sragen juga menggencarkan Gerakan Sadar Literasi Keuangan sebagai respons atas maraknya pinjaman online ilegal dan penggunaan paylater yang tidak bijak, terutama di kalangan generasi muda.

“Sepanjang 2025 kami menggelar tidak kurang dari 250 kegiatan sosialisasi literasi keuangan, menjangkau sekolah, komunitas, instansi, hingga 43 perguruan tinggi,” ungkapnya.

Bank Syariah Sragen juga mengembangkan empat aplikasi perencanaan keuangan khusus bagi Gen Z, mulai dari pengukuran kesehatan finansial, level finansial, profil risiko investasi, hingga efektivitas investasi. Program ini mengantarkan Bank Syariah Sragen meraih penghargaan sebagai lembaga keuangan perbankan terinklusif dari OJK pada 2025.

Kinerja dan Kontribusi

Seiring dengan penguatan peran sosial dan lingkungan, kinerja keuangan Bank Syariah Sragen juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, aset bank tumbuh 14,48 persen dari Rp440,8 miliar menjadi Rp504,7 miliar. Pembiayaan meningkat 12,93 persen, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 17,4 persen. Laba tercatat naik 4,6 persen.

“Alhamdulillah pada 2025 kami tidak melakukan revisi rencana kerja dan tetap komitmen di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih,” ujar Fakhruddin.

Dari sisi kontribusi daerah, Bank Syariah Sragen hingga 2025 telah menyetorkan dividen kepada Pemerintah Kabupaten Sragen sebesar Rp32,5 miliar. Nilai tersebut melampaui total penyertaan modal pemerintah daerah yang tercatat sebesar Rp20,8 miliar.

“Sepanjang usia kami, kontribusi terhadap PAD sudah melebihi setoran modal yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten,” tegas Fakhruddin.

Capaian tersebut menegaskan posisi Bank Syariah Sragen sebagai BUMD yang mampu menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan tanggung jawab pembangunan daerah secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah dengan program-program kita yang selaras dengan lingkungan, bisa memberikan kontribusi terhadap permasalahan sosial, dan juga bagaimana (perusahaan) bisa melakukan pendekatan dari sisi ekonomi yang tepat, ini ternyata berbanding lurus terhadap pertumbuhan kinerja kita di tahun 2025,” tutupnya.

BACA JUGA:   Ini Langkah BPRS Lampung Barat Respons Covid

Editor: Busthomi

Tags: BPRS Sukowati SragenTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Kawasan Industri Kini Jadi Pendorong Hilirisasi

Next Post

IMF: Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Kuat di Tengah Ketidakpastian Global

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR