TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perkuat Peran Ekonomi Daerah, Bank Karanganyar Fokus Transformasi Syariah dan Bisnis Berkelanjutan

Busthomi
22 January 2026 | 15:54
rubrik: BUMD, Event
Perkuat Peran Ekonomi Daerah, Bank Karanganyar Fokus Transformasi Syariah dan Bisnis Berkelanjutan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Di tengah dinamika industri BPR yang semakin menuntut kehati-hatian, keberlanjutan, dan relevansi sosial, PT BPR Bank Karanganyar (Perseroda) milik Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, memilih jalur transformasi yang tidak mudah: beralih menuju BPR Syariah.

Langkah ini bukan sekadar perubahan model bisnis, melainkan reposisi strategis untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang yang selaras dengan prinsip tata kelola dan pembangunan ekonomi daerah.

Demikian seperti disampaikan oleh Direktur Utama PT BPR Bank Karanganyar, Wisnu Wardana, SE, MM saat wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, Kamis (22/1/2026). Hadir mendampingi Dirut dalam penjurian kali ini adalah Amin Maryadi selaku Kabag IT Bank Karanganyar.

Direktur Utama PT BPR Bank Karanganyar, Wisnu Wardana menjelaskan, proses transisi menuju perbankan syariah berdampak langsung pada profil risiko jangka pendek, terutama kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL) yang tercatat sebesar 12,33 persen. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bersifat teknis dan terkendali, serta telah menerapkan manajemen risiko.

“Kami mengalihkan portofolio kredit yang tidak sejalan dengan prinsip syariah—seperti pembiayaan ke usaha rokok, karaoke, dan peternakan nonhalal—ke bank lain. Padahal kreditnya lancar, tetapi demi konsistensi syariah, kami lakukan penyesuaian,” ujar Wisnu dalam proses penjurian TOP BUMD Awards 2026 itu.

Di luar isu transisi ke bank syariah, indikator kesehatan bank secara umum menunjukkan fondasi yang solid. Seperti rasio permodalan (CAR) berada di level aman 25,67 persen, cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) tercatat 100 persen, rasio manajemen mencapai 77,58 persen.

Serta masif dalam mengucurkan kredit dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 125,27%. Meski memang Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) juga tinggi yakni 92,72%.

BACA JUGA:   Inovatif dalam Pembiayaan, Ini Keunggulan Bank Syariah Ngawi

Untuk kinerja keuangan, Bank Karanganyar pemilik Bintang 4 TOP BUMD sebelumnya itu menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang 2025. Pendapatan Bank Karanganyar tercatat mencapai Rp42,80 miliar, melampaui target Rp37,33 miliar.

Laba setelah pajak melonjak menjadi Rp1,53 miliar, naik 457 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dampaknya langsung terasa pada kontribusi ke kas daerah (dividen), yang juga melejit 457 persen menjadi Rp846,29 juta.

“Jadi di saat dana transfer dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah di seluruh Indonesia terpotong banyak sekali, di Kabupaten Karanganyar itu terpotong Rp132 miliar, nah kami dari BUMD itu di-push untuk membantu keuangan daerah. Dan di sini kita memang terus meningkatkan PAD kita. Sekalipun memang yang paling banyak saat dari sektor pariwisata,” ujar dia.

Di sisi intermediasi, meski kredit dan tabungan mengalami penurunan tipis, dana deposito justru tumbuh 10 persen menjadi Rp81,76 miliar. Hal ini mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah yang tetap terjaga di tengah proses transformasi.

“Untuk Kredit yang Diberikan (KYD) di tahun 2025 sebesar Rp225,73 miliar, memang turun sedikit. Lalu untuk Tabungan sebesar Rp102,39 miliar juga turun tipis. Namun untuk Deposito itu naik 10% mencapai Rp81,76 miliar,” ujarnya lagi.

Inovasi dan Bisnis Berkelanjutan

Tak hanya fokus pada kinerja keuangan, Bank Karanganyar juga memperkuat fondasi bisnis berkelanjutan melalui inovasi layanan digital. Perseroan menghadirkan Pandawa (WhatsApp Auto Reply) untuk informasi perbankan, pengajuan kredit dan tabungan secara daring, serta pengembangan digitalisasi produk guna meningkatkan kemudahan dan efisiensi layanan.

Penguatan sumber daya manusia menjadi pilar penting lainnya. Dengan jaringan satu kantor pusat, dua kantor cabang, dan 13 kantor kas, Bank Karanganyar menempatkan kualitas layanan berbasis kecerdasan emosional sebagai strategi utama. Program pelatihan berkelanjutan bagi direksi, komisaris, dan karyawan rutin dilakukan melalui asosiasi perbankan dan pelatihan mandiri.

BACA JUGA:   Usung Semangat “Prigel”, Perumda Tirta Kencana Jombang Hadirkan Layanan Andal dan Inovatif

Komitmen terhadap keberlanjutan juga tercermin dalam pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial. Bank Karanganyar aktif menginisiasi bank sampah, program pemilahan limbah, penanaman pohon, serta efisiensi energi, selaras dengan kebijakan lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Di bidang sosial, kontribusi nyata diwujudkan melalui program beasiswa bekerja sama dengan GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh). Selama lima tahun terakhir, Bank Karanganyar menyalurkan bantuan pendidikan kepada sekitar 15 ribu siswa—mulai dari SD hingga mahasiswa—dengan nilai beasiswa hingga Rp2 juta per penerima.

“Untuk siswa SD kami beri beasiswanya sebesar Rp500 ribu, untuk siswa SMP sebanyak Rp750 ribu, dan siswa SMA sampai Rp1 juta,  lalu untuk mahasiswa yang kuliah sebesar Rp2 juta. Dan itu sudah kita lakukan selama 5 tahun ini,” terang dia.

Dalam pembangunan ekonomi daerah, Bank Karanganyar berperan aktif membina UMKM, membuka klaster ekonomi mikro, serta mendukung desa-desa wisata seperti Berjo di Kecamatan Ngargoyoso. Pendekatan ini tidak hanya mendorong inklusi keuangan, tetapi juga memperkuat basis pendapatan asli daerah (PAD), terutama di tengah berkurangnya transfer dana pusat.

“Kami masuk ke ekosistem ekonomi desa, bukan sekadar pembiayaan, tetapi juga pembinaan dan pengelolaan dana agar berputar di daerah. Seperti di Ngargoyoso itu, yang g merupakan desa terkaya se-Indonesia. Karena ada pendapatan dari wisata alam unggulan seperti Air Terjun Jumog, Candi Sukuh, dan Telaga Madirda,” jelas dia.

“Kami masuk ke sana untuk pembinaan (inklusi keuangan). Uang yang berputar di desa itu di tabung di tempat kami. Jadi desanya maju dan bahkan warga desannya bisa menguliahkan anak-anknya itu dan dapat beasiswa. Itu yang kita binda,” kata Wisnu.

Sebagai orang nomor satu di Bank Karanganyar, dia juga menungkap keberhasilan kinerja CEO selama ini. Antara lain, adanya setoran dividen untuk kas daerah dari 2024–2025 yang melonjak signifikan mencapai 457%, berhasil meningkatkan kesejahteraan karyawan, dipercaya mengelola penggajian PPPK dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar, berhasil mengembangkan layanan digital perbankan, dan lain-lain.

BACA JUGA:   Transjakarta Catat Pertumbuhan Bisnis Signifikan di 2025

“Untuk penggajian PPPK ini, selama lima tahun ini kita dipercaya oleh Pemda Karanganyar untuk payroll PPPK. Dan alhamdulillah kami mengelola dengan baik dan amanah,” tegas dia.

Dengan kinerja keuangan yang membaik, kontribusi sosial yang konsisten, serta arah transformasi yang jelas, PT BPR Bank Karanganyar menunjukkan bagaimana BUMD perbankan dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis di tengah perubahan lanskap industri.

Tags: BPR Bank KaranganyarTOP BUMD Awards 2026
Previous Post

Cegah Listrik Padam, PLN Minta Gubernur Sumsel Buka Jalan Truk Batubara di Lubuk Linggau

Next Post

Manulife Investment Ramal Ekonomi Asia Masih Tangguh di 2026, Ditopang Peningkatan Laba Perusahaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR