Jakarta, TopBusiness – PT BPR Jatim (Perseroda) yang juga dikenal dengan Bank UMKM Jawa Timur kembali terpilih menjadi nominator penerima penghargaan TOP BUMD Awards 2026. Perseroda yang bergerak di bidang perbankan ini, memiliki visi ‘Menjadi Bank yang terpercaya dan dapat diandalkan masyarakat Jawa Timur.’ Untuk itu, BPR Jatim baru saja mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP BUMD Awards 2026, Senin (23/2/2026).
Hadir dalam penjurian, di antaranya adalah Direktur Kepatuhan PT BPR Jatim Ir. Mohamad Amin. Dalam penjurian, Mohamad Amin menyatakan jika PT BPR Jatim mencatatkan penguatan kinerja keuangan sepanjang tahun 2025.
Baik dari sisi pertumbuhan laba, ekspansi pembiayaan produktif, peningkatan dana pihak ketiga, serta perbaikan kualitas aset.
“Penguatan kinerja tersebut mempertegas peran perusahaan sebagai BUMD perbankan yang berkontribusi langsung terhadap pembangunan ekonomi daerah,” kata Mohamad Amin kepada dewan juri.
Laba Naik Signifikan
Adapun penguatan kinerja sepanjang tahun buku 2025, di antaranya adalah sebagai berikut. PT BPR Jatim (Perseroda) membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp36,829 miliar, meningkat 31,29 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp28,051 miliar.
Pertumbuhan laba ini ditopang oleh ekspansi kredit yang terjaga, penguatan penghimpunan dana masyarakat, serta peningkatan kualitas pengelolaan risiko.
Perbaikan fundamental tercermin pada kualitas aset, di mana rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) berhasil ditekan dari 9,94 persen menjadi 7,54 persen. Meskipun masih tinggi, namun berhasil ditekan cukup signifikan, turun sekitar 2,4 persen.
Penurunan NPL menunjukkan efektivitas penguatan manajemen risiko kredit, peningkatan kualitas analisis pembiayaan, serta optimalisasi strategi penagihan dan restrukturisasi kredit.
Dari sisi pencapaian target kinerja, posisi laba, kredit, dana pihak ketiga, deposito, dan total aset telah melampaui target per akhir Desember 2025 itu.
Untuk tabungan tercapai 93,48 persen dari target. Pada indikator rasio keuangan, return on asset (ROA) dan loan to deposit ratio (LDR) juga mencapai target, sementara rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) dan NPL masih terkendali atau berada di atas target yang ditetapkan.
Didominasi Kredit Produktif
Menurut Mohamad Amin kembali, komposisi penyaluran kredit juga menunjukkan fokus kuat pada sektor produktif sebagai penggerak ekonomi daerah. Kredit produktif mencapai Rp3,109 triliun atau 93,65 persen dari total portofolio kredit kepada 54.697 nasabah. Sementara kredit konsumtif tercatat Rp210,931 miliar atau 6,35 persen kepada 4.806 nasabah.
Secara keseluruhan, jumlah debitur mencapai 59.503 nasabah, mencerminkan ekspansi pembiayaan yang luas terutama pada sektor usaha masyarakat dan UMKM.
Sementara itu program pembiayaan unggulan yang turut memperkuat inklusi ekonomi daerah, di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, Kredit Prokesra, pinjaman berbunga ringan 3 persen per tahun bagi pelaku usaha ultra mikro dengan plafon hingga Rp50 juta. Kedua, Paket Kredit Petani Jawa Timur (PKPJ) dengan bunga 6 persen per tahun yang dapat dibayar setelah panen.
Berkat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Semua capaian kinerja bisnis yang berhasil ditorehkan PT BPR Jatim tersebut, menurut Mohamad Amin, berawal dari keberhasilan perusahaan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) sebagai salah satu fokus utama perusahaan.
Hal ini terbukti dengan penerapan tata kelola pada semester II tahun 2025, memperoleh predikat komposit “Baik”. Raihan ini didukung oleh perangkat tata kelola yang memadai serta peningkatan efektivitas fungsi pengawasan dan kepatuhan terhadap regulasi OJK.
Penguatan tata kelola juga semakin diperkuat dengan raihan sertifikasi ISO 27001. Raihan yang menegaskan bahwa pengelolaan data dan manajemen risiko informasi telah memenuhi standar keamanan global.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat GCG melalui peningkatan transparansi dan akuntabilitas, penguatan sistem pengendalian internal, peningkatan kepatuhan regulator, serta tumbuhnya budaya manajemen risiko di seluruh jenjang organisasi.
Di samping itu, capaian kinerja bisnis yang berhasil ditorehkan, tidak lepas dari keberhasilan perusahaan dalam menyelaraskan strategi bisnis dengan pengelolaan sumber daya manusia.
Salah satunya, diwujudkan melalui budaya kerja “TUNTAS” (Transparant, Unggul, Network, Terampil, Amanah, Sukses). Program rekrutmen berbasis area lokal ini, dilakukan untuk mendukung ekspansi jaringan kantor sekaligus regenerasi pegawai.
Inovasi dan Digitalisasi Layanan
Amin menegaskan, pencapaian kinerja bisnis yang berhasil ditorehkan PT BPR Jatim, didukung penuh oleh transformasi digital yang dilaksanakan perusahaan melalui pengembangan berbagai aplikasi internal dan layanan eksternal.
Pada internal perusahaan misalnya, digitalisasi mencakup aplikasi monitoring transaksi dana pihak ketiga, pengelolaan keluhan layanan, monitoring asuransi kredit, sistem informasi SDM real-time, pengarsipan dokumen perusahaan, serta pencatatan aktivitas penghimpunan dana dan kredit.
Pada sisi layanan nasabah, perusahaan mengembangkan layanan perbankan digital yang memungkinkan transaksi mandiri dapat diakses melalui ponsel kapan saja dan di mana saja. Nasabah juga dapat melakukan transaksi kartu melalui jaringan ATM bank lain yang tergabung dalam jaringan Artajasa.
Selain itu, perusahaan menghadirkan inovasi pembayaran pendidikan yang memungkinkan pembayaran SPP melalui berbagai kanal. Debitur bahkan dapat melakukan pembayaran angsuran kredit melalui seluruh loket payment point dan gerai Indomaret.
Kontribusi
PT BPR Jatim dicatat berhasil menghadirkan banyak kontribusi bagi Pembangunan Daerah dan setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kontribusi ini tercermin melalui berbagai program pembiayaan inklusif.
Seperti misalnya, Program Kredit Sejahtera (Prokesra) dan Program Kredit Petani Jawa Timur (PKPJ). Prokesra memberikan pinjaman berbunga ringan sebesar 3 persen per tahun bagi pelaku usaha ultra mikro dengan plafon hingga Rp50 juta.
PKPJ ini menyediakan pembiayaan berbunga 6 persen per tahun yang dapat dibayar setelah panen. Semua penyaluran kredit tersebut terbukti berhasil memperkuat sektor produktif dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
PT BPR Jatim juga berhasil menghadirkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), yang terus meningkat per tahunnya.
Setoran PAD kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur tercatat Rp9,428 miliar pada 2024 dari laba tahun buku 2023. Kemudian meningkat menjadi Rp13,072 miliar pada 2025 dari laba tahun buku 2024. “Dan tahun ini, diestimasi sebesar Rp9,616 miliar dari laba tahun buku 2025. Sementara realisasi setoran kepada seluruh pemegang saham, mencapai Rp10,997 miliar pada 2024 dan Rp15,327 miliar pada 2025,” pungkas Amin.
