Jakarta, TopBusiness – Kinerja bisnis PDAM Tirta Wijaya Kabupaten Cilacap kian mengkilap. Capaian positif tersebut mengantarkan perusahaan daerah ini tampil dalam ajang TOP BUMD Awards 2026 dengan sederet indikator kinerja yang menunjukkan predikat sehat dan unggul.
Berdasarkan indikator kinerja Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), nilai kinerja Perumda Air Minum Tirta Wijaya Tahun Buku 2024 tercatat sebesar 4,09 dengan kategori Sehat. Sejumlah indikator bahkan meraih nilai maksimal 5, khususnya pada aspek keuangan.
Pada aspek keuangan, indikator Return on Equity (ROE) sebesar 0,28 memperoleh nilai maksimal 5. Rasio kas sebesar 0,28 juga memperoleh nilai maksimal 5. Efektivitas penagihan sebesar 0,28 meraih nilai maksimal 5, serta rasio solvabilitas sebesar 0,15 turut mendapatkan nilai maksimal 5.
Tak hanya dari sisi keuangan, capaian optimal juga terlihat pada aspek pelayanan. Indikator penyelesaian pengaduan dan kualitas air pelanggan sama-sama memperoleh nilai maksimal 5.
Hasil perhitungan indikator tingkat penyelesaian pengaduan sebesar 0,12 memperoleh nilai maksimal. Sepanjang tahun 2024 tercatat 5.566 pengaduan dan seluruhnya atau 100 persen telah selesai ditangani oleh perusahaan.
Sementara itu, hasil perhitungan indikator kualitas air sebesar 0,38 juga memperoleh nilai maksimal 5. Uji kualitas air yang dilakukan oleh UPTD Labkesda Kabupaten Cilacap terhadap 636 titik sampel menunjukkan seluruhnya memenuhi syarat air minum sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan. Dengan demikian, indikator kualitas air (3K) berhasil meraih nilai maksimal.
Pada aspek operasional, sejumlah indikator juga mencatatkan nilai sempurna. Hasil perhitungan indikator Air Tak Berekening (ATR/NRW) sebesar 22,25 persen memperoleh nilai maksimal 5. Jam operasi layanan atau kontinuitas tercatat 24 jam dan memperoleh nilai maksimal 5. Tekanan air pelanggan sebesar 94,76 persen mendapatkan nilai maksimal 5, serta penggantian meter pelanggan sebesar 27,84 persen juga meraih nilai maksimal 5.
Di bidang sumber daya manusia (SDM), kinerja Tirta Wijaya tak kalah impresif. Rasio pegawai sebesar 0,35 memperoleh nilai maksimal 5. Rasio diklat pegawai sebesar 0,20 juga meraih nilai maksimal 5, dengan rasio pegawai yang mengikuti pendidikan dan pelatihan terhadap total pegawai pada 2024 mencapai 96,28 persen.
Direktur Umum PDAM Tirta Wijaya, Rezeki Fardianto, S.Ip., menegaskan bahwa capaian tersebut berdampak langsung pada kinerja keuangan perusahaan. Laba bersih pada tahun 2025 meningkat 10 persen dibandingkan capaian tahun 2024 atau naik sebesar Rp5.866.730.288,00.
Peningkatan tersebut turut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan capaian laba Tahun Buku 2025, PAD meningkat 10 persen dari capaian tahun 2024 atau bertambah sebesar Rp3.226.701.658,00.
Digitalisasi
“Implementasi digitalisasi ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan,” tegas Rezeki Fardianto saat pemaparan di hadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2026, Rabu (25/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Kepala Sub Bidang TI Eko Budi, S.ST., M.T., Kepala Sub Bagian Akuntansi Chrisma Wulan W., S.E., Kepala Sub Bagian PKA Subur, A.Md., Staf Administrasi Umum Sri Rejeki W., S.Ip., Kepala Bagian Keuangan Wasiyem, S.E., serta Staf TI Rizqa Bayu Trinovan.
Dalam mendukung peningkatan layanan, perusahaan telah mengembangkan pelayanan berbasis IT digital melalui aplikasi Tirta Wijaya Mobile (TW Mobile). Aplikasi ini dapat digunakan pelanggan untuk mengakses berbagai layanan digital, meliputi cek tagihan, pendaftaran sambungan rumah baru, aduan umum, aduan pelanggan, kontak kami, serta informasi berita.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan Sistem Informasi Baca Meter (SIMPAM) yang mulai diimplementasikan pada 2023. Aplikasi ini dikembangkan oleh tim internal melalui Bidang Litbang dan TI.
SIMPAM merupakan aplikasi berbasis sistem informasi terintegrasi yang dirancang untuk mendukung digitalisasi proses pencatatan dan pengelolaan data meter air pelanggan. Melalui aplikasi ini, pencatatan angka meter air dilakukan secara digital sehingga mengurangi ketergantungan pada proses manual yang rawan kesalahan (human error) serta mempercepat proses input dan pengolahan data baca meter.
Setiap hasil pembacaan meter dilengkapi foto meter air sebagai bukti visual yang valid, sehingga mendukung transparansi data pemakaian air pelanggan. Sistem ini juga menyediakan riwayat pemakaian air pelanggan secara periodik yang memudahkan analisis pola konsumsi.
Data pemakaian yang tersimpan dalam basis data dapat diakses secara real time untuk mendukung penanganan pengaduan pelanggan. Hal ini mempercepat respons dan tindak lanjut terkait pemakaian maupun tagihan serta mengurangi potensi konflik antara pelanggan dan perusahaan.
SIMPAM juga dilengkapi fitur monitoring kinerja petugas inputer. Aktivitas petugas tercatat secara terukur sehingga meningkatkan disiplin kerja dan kualitas pelaksanaan tugas, sekaligus mendukung evaluasi kinerja berbasis data.
Penerapan SIMPAM dinilai memberikan nilai strategis bagi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data, dan kualitas layanan. Digitalisasi pencatatan meter serta sistem terintegrasi mempercepat pengolahan data, mengurangi kesalahan, dan mengoptimalkan pendapatan. Transparansi data yang terdokumentasi turut memperkuat tata kelola perusahaan serta meningkatkan kepercayaan publik.
Di sisi internal, perusahaan juga mengimplementasikan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) pada Aliran Sub Sistem II pada 2024 yang dikembangkan oleh Bagian Peralatan Teknik.
SCADA pada Sub Sistem II dirancang untuk memantau, mengumpulkan, serta mengendalikan proses aliran mulai dari intake air baku, instalasi pengolahan air, hingga distribusi air bersih secara real time dari jarak jauh. Sistem ini mengotomatisasi pengawasan kualitas air, level air, tekanan, debit aliran, sistem perpompaan, serta sistem kelistrikan.
Melalui fitur pemantauan dan kontrol real time, SCADA meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan kualitas layanan. Integrasi pompa dosing terhadap dosis optimum membantu mencegah kekurangan atau kelebihan dosis bahan kimia sebagai langkah efisiensi pemakaian bahan kimia. Sistem ini juga memungkinkan kontrol otomatis pompa berdasarkan frekuensi, level air, tekanan, maupun debit aliran sehingga mampu mengurangi human error.
Dengan capaian kinerja yang konsisten sehat, inovasi pelayanan berbasis digital, serta kontribusi nyata terhadap PAD Kabupaten Cilacap, PDAM Tirta Wijaya optimistis terus memperkuat perannya sebagai BUMD air minum yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan prima kepada masyarakat.
