Jakarta, TopBusiness – PT Reswara Minergi Hartama atau Reswara menegaskan komitmennya dalam menjadikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang khususnya di sektor pertambangan, yang memiliki risiko sosial dan lingkungan yang tinggi.
Direktur PT Reswara Minergi Hartama, Iwan Hermawan, menyampaikan bahwa perusahaan tidak lagi memandang CSR dan ESG sekadar sebagai kewajiban kepatuhan terhadap regulasi, melainkan sebagai pendekatan strategis untuk menciptakan dampak berkelanjutan.
“Bagi kami, CSR dan ESG bukan sekadar kewajiban kepatuhan, tetapi bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang. Terutama di sektor pertambangan yang memiliki risiko sosial dan lingkungan yang sangat tinggi,” ujar Iwan kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2026, yang berlangsung secara daring dalam aplikasi zoom, di Jakarta, Selasa (14/04/2026).
Menurutnya, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Pendekatan ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu mandiri dan berdaya secara berkelanjutan.
Iwan menjelaskan bahwa perusahaan memaknai CSR sebagai instrumen untuk menciptakan nilai bersama (shared value), di mana pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat serta pelestarian lingkungan.
“Melalui implementasi ESG yang terintegrasi dengan program CSR, kami ingin memastikan bahwa kehadiran perusahaan memberikan kontribusi nyata, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan,” tambahnya, didampingi oleh Anggun Fariza selaku Group Head External Relations, Dani Jaya (Manager CSR) dan Novrianto (Senior CSR Specialist).
Dalam implementasinya, PT Reswara Minergi Hartama menerapkan tata kelola perusahaan melalui satu arah kebijakan yang terintegrasi di seluruh lini bisnis. Kebijakan manajemen terintegrasi tersebut menjadi pedoman utama bagi seluruh anak usaha, termasuk PT Tunas Inti Abadi, dalam menjalankan operasional yang selaras dengan prinsip ESG.
Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan konsistensi penerapan prinsip keberlanjutan di seluruh entitas perusahaan. Dengan demikian, setiap unit usaha memiliki standar yang sama dalam mengelola dampak sosial, lingkungan, serta tata kelola perusahaan.
“Kami menjalankan kepemimpinan dan tata kelola melalui satu arah kebijakan yang terintegrasi. Ini menjadi dukungan utama bagi seluruh anak usaha agar dapat mengimplementasikan ESG secara konsisten,” jelas Iwan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sektor pertambangan membutuhkan pendekatan yang komprehensif dalam pengelolaan dampak. Oleh karena itu, integrasi antara strategi bisnis dan prinsip ESG menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan operasional dan kepentingan masyarakat.
Reswara juga terus memperkuat sinergi antar unit usaha agar program CSR yang dijalankan tidak bersifat parsial, melainkan saling terhubung dan memberikan dampak yang lebih luas serta terukur.
Dengan strategi tersebut, perusahaan berharap dapat menciptakan keberlanjutan yang tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan di wilayah operasionalnya.
“Ke depan, kami ingin memastikan bahwa setiap langkah bisnis yang diambil selalu mempertimbangkan aspek keberlanjutan. Karena pada akhirnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan,” tutup Iwan.
Kemandirian Masyarakat
PT Reswara Minergi Hartama menegaskan komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) yang terintegrasi dengan prinsip ESG. Komitmen ini menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan untuk menciptakan dampak berkelanjutan, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.
Dalam paparan kebijakan dan strategi CSR perusahaan, Reswara menempatkan aspek Leadership & Tata Kelola sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan program. Hal ini mencerminkan bahwa keberhasilan CSR tidak terlepas dari peran kepemimpinan yang kuat serta sistem tata kelola yang terstruktur dan akuntabel.
Direktur PT Reswara Minergi Hartama, Iwan Hermawan, menegaskan bahwa paradigma CSR saat ini telah mengalami pergeseran signifikan. Menurutnya, CSR tidak lagi diukur dari besarnya bantuan yang diberikan kepada masyarakat, melainkan dari sejauh mana perusahaan mampu membangun kapasitas masyarakat agar mandiri dan berkelanjutan.
“CSR yang terintegrasi dengan ESG bukan diukur dari berapa besar bantuan yang diberikan, melainkan dari seberapa jauh perusahaan membangun kapabilitas masyarakat untuk mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pendekatan baru perusahaan dalam menjalankan CSR, yakni beralih dari pola charity-based menjadi empowerment-based. Dalam pendekatan ini, program CSR dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang melalui peningkatan kemampuan, keterampilan, dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Dari sisi kepemimpinan, manajemen perusahaan berperan aktif dalam memastikan bahwa program CSR tidak hanya menjadi kegiatan tambahan, tetapi terintegrasi langsung dengan strategi bisnis perusahaan. Komitmen ini diwujudkan melalui penyusunan kebijakan resmi serta penguatan peran pimpinan dalam mengarahkan pelaksanaan program secara konsisten dan berkelanjutan.
Sementara itu, dalam aspek tata kelola, Reswara telah mengembangkan sistem yang terstruktur untuk memastikan setiap program CSR berjalan secara terencana, terukur, dan memiliki indikator keberhasilan yang jelas. Hal ini terlihat dari adanya dokumen kebijakan dan pedoman pelaksanaan CSR yang menjadi acuan dalam implementasi di lapangan.
Integrasi CSR dengan prinsip ESG juga menjadi nilai tambah dalam strategi perusahaan. Pada aspek lingkungan (environmental), perusahaan berupaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan meminimalkan dampak operasional. Pada aspek sosial (social), program difokuskan pada peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat. Sedangkan pada aspek tata kelola (governance), perusahaan menekankan transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap regulasi.
Dengan pendekatan tersebut, Reswara berupaya memastikan bahwa setiap program CSR tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Fokus pada kemandirian menjadi indikator utama keberhasilan program, sejalan dengan visi perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ke depan, Reswara optimistis bahwa strategi CSR berbasis ESG ini akan memperkuat posisi perusahaan sebagai entitas bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan secara luas.
