TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Agroeduwisata Anggur Toyoresmi, Program CSR Unggulan PLN UIT JBM yang Sukses Ubah Risiko Jadi Nilai

Irawan Djoko Nugroho
20 April 2026 | 12:59
rubrik: CSR, Event
Agroeduwisata Anggur Toyoresmi, Program CSR Unggulan PLN UIT JBM yang Sukses Ubah Risiko Jadi Nilai

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terpilih menjadi nominator TOP CSR Awards 2026.

Sebagai perusahaan yang memiliki peran strategis dalam menjaga keandalan sistem transmisi listrik di wilayah Jawa Timur, Madura, dan Bali dengan tegangan hingga 500 kV., PT PLN UIT JBM mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP CSR Awards 2026, Jumat (17/4/2026).

Hadir dalam penjurian, Senior Manager KKU, Andri Oktavian; Manager UPT Madiun, Iksan; Manager Sub Bag Kom & TJSL, Agustin Kusmawati; serta Assistant Manager TJSL, Presthyo Carolline. Selain itu hadir pula, Senior Officer Kom & TJSL, Retno W dan Officer TJSL, Yudapasa Nugraha. 

Dalam penjurian, Presthyo Carolline menyatakan jika PLN UIT JBM dalam operasionalnya menghadapi tantangan gangguan eksternal di area Right of Way (ROW) jaringan transmisi. Yaitu, antara lain, vegetasi tinggi seperti bambu, jati, dan sengon; aktivitas masyarakat di bawah jaringan; serta potensi gangguan seperti layang-layang.

Adanya kendala tersebut, PLN UIT JBM kemudian menghadirkan pendekatan berbeda dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, PLN UIT JBM mengambil langkah kolaboratif melalui Program CSR yang dikembangkannya.

“Program CSR yang dikembangkan perusahaan, lebih dari sekadar mitigasi risiko, ia mentransformasi kawasan menjadi ruang produktif sekaligus destinasi edukasi berbasis pertanian modern,” kata Presthyo Carolline.

Program Agroeduwisata Anggur Toyoresmi

Program Agroeduwisata Anggur Toyoresmi merupakan program CSR yang mengubah vegetasi berisiko menjadi budidaya anggur bernilai ekonomi tinggi, sekaligus meningkatkan kesadaran keselamatan ketenagalistrikan.

Program ini dilaksanakan di Wilayah Desa Toyoresmi, Kabupaten Kediri. Wilayah di area di bawah jaringan SUTT 150 kV yang memiliki risiko tinggi gangguan akibat vegetasi dan aktivitas masyarakat.

BACA JUGA:   Avian Brands Terapkan CSR Selaras ISO 26000 dan CSV

Program yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-8 dan pengembangan electrifying agriculture berbasis smart farming ini, dihadirkan dengan target yang terukur.

Seperti misalnya, pengurangan ≥50% vegetasi berisiko, penurunan gangguan jaringan ≥50%, pembangunan greenhouse, pengembangan 20 varietas anggur unggul, serta edukasi ≥80% masyarakat.

Sebagai program inovatif, Program Agroeduwisata Anggur Toyoresmi dirancang dengan roadmap yang jelas selama 3 tahun, yaitu:

  • Tahun 1 (Inisiasi): Sosialisasi, edukasi, dan penanaman awal.
  • Tahun 2 (Pengembangan & Stabilisasi): Penguatan budidaya dan kelembagaan.
  • Tahun 3 (Exit Strategy): Kemandirian masyarakat dan keberlanjutan program. 

Dalam pelaksanaannya, Program Agroeduwisata Anggur Toyoresmi dirancang berbasis potensi lokal dengan dukungan dari Pemerintah desa dan kabupaten, Dinas pertanian, dan Kelompok tani setempat (Paguyuban Petani Anggur Toyoresmi/PPAT).

Program juga mengedepankan tiga prinsip utama, yaitu: Impactful (berdampak nyata), Accountable (akuntabel), dan Empower (memberdayakan masyarakat).

Khusus pada sisi implementasinya, Program Agroeduwisata Anggur Toyoresmi dilakukan melalui berbagai pendekatan. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pembangunan greenhouse modern seluas ±429 m².
  2. Pemanfaatan teknologi IoT untuk monitoring tanaman.
  3. Sistem irigasi tetes dan fertigasi.
  4. Pelatihan budidaya dan manajemen usaha.
  5. Pemberdayaan masyarakat melalui distribusi tanaman anggur (tambulampot).

Hasil dan Dampak Program

Kehadiran Program Agroeduwisata Anggur Toyoresmi dicatat berhasil memberi dampak signifikan di berbagai aspek. Baik Ekonomi, Sosial, Lingkungan, Pendidikan, dan Ketahanan Pangan dan Iklim.

Pada dampak Ekonomi, program ini mampu menyerap tenaga kerja meningkat dari 8 menjadi 16 orang. Selain itu, potensi omzet mencapai ±Rp6 juta/bulan dan perputaran ekonomi ±Rp72 juta/tahun. Terakhir, pendapatan masyarakat meningkat hingga 30–40%.

Pada dampak Sosial, program ini berhasil membangun kesadaran keselamatan ketenagalistrikan, membangun hubungan harmonis antara PLN dan masyarakat, serta hadirnya penguatan kelembagaan kelompok tani.

BACA JUGA:   Perkuat Pemberdayaan, Strategi CSR PIM Dorong Nilai Bisnis Berkelanjutan

Untuk dampak Lingkungan, program ini berhasil mengurangi vegetasi berisiko di area ROW, menggunakan air lebih efisien hingga 50%, serta pengurangan penggunaan pestisida hingga 40%.

Khusus dampak Pendidikan, program ini berhasil menjadi pusat edukasi pertanian modern dan berhasil melakukan transfer pengetahuan terkait IoT dan smart farming.

Dan pada Ketahanan Pangan dan Iklim, program ini berhasil membuat produksi anggur meningkat dengan panen 2–3 kali per tahun dan risiko gagal panen turun hingga 60%. Terakhir, 32 KK memperoleh akses pangan mandiri melalui tambulampot.

Sementara itu berdasar hasil dari metode evaluasi meliputi SROI (Social Return on Investment) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), dicatat hasil sebagai berikut.

Nilai SROI dicatat sebesar 1 : 1,21. Dan  nilai IKM sebesar 92,66 (Sangat Baik). Semua itu menunjukkan program yang telah dijalankan telah berjalan sesuai harapan.

Jadi Program CSR Unggulan

Banyaknya dampak nyata dari Program Agroeduwisata Anggur Toyoresmi, membuatnya kemudian diangkat menjadi program CSR unggulan PLN UIT JBM.

Sebagai program CSR unggulan, program ini juga dapat direplikasi di tempat lain, terlebih karena keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari berkurangnya gangguan jaringan, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat serta terciptanya ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

Di samping itu, program ini diangkat menjadi CSR unggulan karena juga memiliki 5 keunggulan utama lain, yaitu:

  1. Electrifying Agriculture berbasis IoT, hal ini karena program ini berhasil mengintegrasikan listrik dengan pertanian modern.
  2. Greenhouse Smart Farming. Program ini berhasil menghadirkan budidaya terkontrol dengan efisiensi tinggi.
  3. Pengembangan Varietas Anggur Impor. Dengannya, program ini berhasil meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing.
  4. Agroeduwisata Edukatif. Program ini berhasil menggabungkan pertanian, edukasi, dan pariwisata.
  5. Pemberdayaan Komunitas (PPAT), karena mampu mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha.
BACA JUGA:   Ditopang 4 Pilar, CSR WOM Finance Jangkau Masyarakat, Karyawan dan Konsumen

“Agroeduwisata Anggur Toyoresmi menjadi bukti nyata bahwa program CSR yang dirancang dengan pendekatan strategis dan kolaboratif mampu menciptakan nilai bersama (shared value). Dan pada akhirnya, program ini berhasil menunjukkan bahwa listrik bukan sekadar energi—tetapi juga penggerak perubahan, harapan, dan masa depan masyarakat,” pungkas Presthyo Carolline.

Tags: PLN UIT JBMTOP CSR Awards 2026
Previous Post

Konsisten Jalankan Strategi Transformasi, SIG Jaga Tren Positif di Atas Rata-rata Industri

Next Post

PT SKS Listrik Kalimantan Ciptakan Dampak Berkelanjutan Lewat Program SLK Mengajar, CERIA, hingga BATARA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR