TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PT PPA BIB Perkuat Peran CSR sebagai Strategi Bisnis, Dorong UMKM Tumbuh dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

Abi Abdul Jabbar Sidik
27 April 2026 | 14:48
rubrik: Business Info, CSR, Event
PT PPA BIB Perkuat Peran CSR sebagai Strategi Bisnis, Dorong UMKM Tumbuh dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

Jakarta, TopBusiness – Di tengah tuntutan industri pertambangan yang semakin menekankan praktik berkelanjutan, PT Putra Perkasa Abadi (PPA) menunjukkan komitmen kuat dalam mengintegrasikan bisnis dengan pemberdayaan masyarakat melalui strategi Corporate Social Responsibility (CSR) berbasis Creating Shared Value (CSV).

Perusahaan kontraktor pertambangan yang didirikan pada 2002 ini terus mencatatkan pertumbuhan kinerja yang impresif. Sepanjang 2023, PPA membukukan produksi batu bara sebesar 66,04 juta ton dan overburden (OB) mencapai 335,83 juta BCM, meningkat 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Di balik capaian tersebut, PPA menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis tidak hanya bertumpu pada kinerja operasional, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Komitmen ini semakin diperkuat melalui implementasi program CSR di berbagai wilayah operasional, termasuk di Job Site PT Borneo Indobara (PPA BIB) di Kalimantan Selatan, yang menjadi salah satu contoh praktik terbaik perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis masyarakat.

CSR Berbasis ESG dan SDGs, Jadi Pilar Strategi Bisnis

Section Head CSR PPA, Noor Ahmad, menegaskan bahwa perusahaan mengintegrasikan kebijakan CSR dengan strategi bisnis jangka panjang yang berlandaskan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Sustainable Development Goals (SDGs).

“Program CSR yang kami jalankan mengusung konsep Creating Shared Value, yaitu menciptakan nilai bersama antara perusahaan dan masyarakat. Program ini kami rancang dengan mengintegrasikan kepentingan ekonomi perusahaan dengan kesejahteraan sosial masyarakat, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan perusahaan tetapi juga masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Noor Ahmad dalam wawancara penjurian TOP CSR Awards 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Majalah TopBusiness, Kamis 23 April 2026..

Ia menambahkan, CSR bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian dari strategi bisnis untuk menciptakan dampak jangka panjang.

BACA JUGA:   Program Pemberdayaan Masyarakat Borneo Indobara Bantu Mengentaskan Kemiskinan

“Bagi perusahaan, program ini memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan sosial. Sementara bagi masyarakat, program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pendekatan ini menempatkan CSR sebagai bagian integral dari operasional perusahaan, bukan aktivitas tambahan, sehingga setiap program dirancang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah bisnis perusahaan.

Dalam implementasinya, PPA menerapkan pendekatan partisipatif yang dimulai dari analisis mendalam terhadap kondisi masyarakat di wilayah operasional.

Noor Ahmad menjelaskan bahwa setiap program CSR diawali dengan pemetaan sosial yang komprehensif.

“Kami memulai dari analisis desa, melihat data pendidikan, mata pencaharian, potensi, hingga kelemahan yang dimiliki masyarakat. Dari situ kami menyusun program yang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat sekaligus relevan dengan operasional perusahaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Program-program tersebut kami bahas melalui musyawarah perencanaan pembangunan desa atau musrenbang, yang melibatkan pemerintah desa, kecamatan, perusahaan, hingga pemilik wilayah tambang. Dari proses itu lahir kesepakatan program yang mampu menciptakan nilai bersama,” jelas Noor Ahmad.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam memastikan bahwa program CSR tidak bersifat top-down, melainkan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Tiga Pilar Implementasi CSR: Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial

Dalam pelaksanaannya, CSR PPA di Job Site BIB dibagi ke dalam tiga pilar utama, yaitu ekonomi, lingkungan, serta pendidikan dan kesehatan.

Pilar ekonomi menjadi fokus utama dengan berbagai program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat. Pilar lingkungan diarahkan pada pelestarian dan inovasi, termasuk program pengelolaan sampah. Sementara pilar sosial diwujudkan melalui program pendidikan dan kesehatan, termasuk penanganan stunting.

Untuk memastikan efektivitas program, perusahaan juga menjalankan monitoring dan evaluasi secara berkala melalui kunjungan lapangan, laporan kemajuan, serta forum diskusi dengan stakeholder.

BACA JUGA:   LippoLand Integrasikan CSR dan ESG untuk Ciptakan Nilai Bisnis Berkelanjutan

Selain itu, PPA menerapkan strategi exit sebagai bagian dari keberlanjutan program.

“Kami juga menyiapkan strategi pelepasan agar masyarakat bisa mandiri setelah program berjalan. Ini penting supaya program tidak bergantung terus pada perusahaan,” kata Noor Ahmad.

Program Unggulan: UMKM, Peternakan, hingga Tukar Sampah

Salah satu kekuatan utama CSR PPA terletak pada program-program unggulan yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

Program peningkatan kapasitas UMKM, misalnya, berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi kelompok ibu-ibu di sekitar tambang. Nilai ekonomi program ini meningkat signifikan dari Rp87,9 juta pada 2022 menjadi Rp309 juta pada 2023.

Selain itu, kolaborasi dengan BUMDes dalam penyediaan katering perusahaan mencatatkan omzet hingga Rp5,3 miliar per tahun, menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Program pemberdayaan peternakan juga menunjukkan dampak nyata dengan nilai ekonomi mencapai Rp738 juta sejak 2024 hingga 2026. Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendukung kebutuhan operasional perusahaan.

Tak kalah menarik, PPA juga mengembangkan food court berbasis UMKM lokal di area operasional. Dalam dua tahun terakhir, program ini mencatatkan omzet lebih dari Rp7,16 miliar di satu wilayah dan Rp4,44 miliar di wilayah lainnya.

Di sektor lingkungan, program tukar sampah menjadi inovasi yang mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga kini, program tersebut berhasil mengelola sekitar 2.203 ton sampah anorganik yang kemudian ditukar dengan paket sembako.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan program pengembangan peternakan kambing, bantuan sarana pendidikan, serta pelatihan menjahit yang bekerja sama dengan PT Borneo Indobara.

Dalam program menjahit tersebut, PPA memberikan bantuan peralatan senilai Rp365 juta dan telah menghasilkan lebih dari 1.300 seragam kerja, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

BACA JUGA:   Program CSR Unggulan WANUA WAILAN PLN IP UP PLTP Lahendong Hadirkan Transformasi Desa Berbasis EBT

Serap Ribuan Tenaga Kerja dan Ciptakan Dampak Sosial Positif

Dari sisi dampak, program CSR PPA menunjukkan hasil yang signifikan. Hingga Maret 2026, perusahaan telah menyerap sebanyak 2.321 tenaga kerja lokal. Selain itu, program pendidikan telah melibatkan 127 peserta.

Dampak sosial juga terlihat dari terciptanya hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat. Tidak terdapat konflik yang berarti, dan masyarakat merasa dilibatkan dalam setiap proses pembangunan.

Noor Ahmad menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari pendekatan yang berorientasi pada solusi.

“Sebagai perusahaan pertambangan, kami memahami bahwa ada perubahan mata pencaharian di masyarakat. Oleh karena itu, kami menghadirkan program-program yang mampu menggantikan sumber penghasilan tersebut, sehingga masyarakat tetap memiliki peluang ekonomi yang lebih baik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa konsep CSV menjadi kunci utama keberhasilan program. “Dengan pendekatan ini, program CSR tidak hanya menjadi kompensasi, tetapi benar-benar menjadi sarana pemberdayaan yang berkelanjutan. Ini yang kami sebut sebagai menciptakan keuntungan bersama antara perusahaan dan masyarakat,” tutup Noor Ahmad.

Atas konsistensi dalam menjalankan program CSR, PPA telah meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional dan internasional, termasuk di bidang CSR dan sektor pertambangan.

Pencapaian ini memperkuat posisi PPA sebagai salah satu perusahaan tambang yang tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga dalam praktik bisnis berkelanjutan.

Tags: PT Borneo IndobaraPT Putra Perkasa Abadi (PPA)TOP CSR Awards 2026
Previous Post

Perkuat Industri Pertahanan, DEFEND ID Siapkan Pemimpin Masa Depan Lewat Program Strategis

Next Post

Petrokimia Gresik Kembangkan CSR Terintegrasi, Ciptakan Dampak Sosial dan Nilai Bisnis Sekaligus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR