TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Danareksa Satukan Kekuatan Holding Lewat Program SEMAR, CSR Terintegrasi Berbasis ESG

Busthomi
8 May 2026 | 09:05
rubrik: CSR, Event
Danareksa Satukan Kekuatan Holding Lewat Program SEMAR, CSR Terintegrasi Berbasis ESG

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness — PT Danareksa (Persero) terus memperkuat implementasi keberlanjutan di lingkungan holding melalui program CSR terintegrasi bertajuk SEMAR (Smart Sustainable Environmental Movement for Action and Responsibility). Program tersebut menjadi instrumen utama perusahaan dalam mengorkestrasi berbagai entitas usaha di bawah holding agar memiliki arah yang sama dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Strategi itu dipaparkan Danareksa dalam ajang penjurian TOP CSR Awards 2026. Sebagai holding BUMN dengan beragam sektor usaha, Danareksa menghadapi tantangan besar untuk menyatukan berbagai karakter bisnis ke dalam satu kerangka keberlanjutan yang terintegrasi.

“Sebagai holding, kami memiliki tantangan untuk mengintegrasikan berbagai entitas yang bergerak di sektor berbeda agar tetap memiliki arah keberlanjutan yang sama,” ujar ‌Trisuci Septalia Dewi atau yang akrab disapa Lia, dari CSR Department Danareksa saat mengikuti penjurian TOP CSR Awards 2026 yang digelar secara daring oleh Majalah TopBusiness, pada Rabu (6/5/2026).

Menurut Lia, keberagaman sektor bisnis di lingkungan holding justru menjadi kekuatan yang dapat diintegrasikan menjadi ekosistem keberlanjutan yang saling mendukung. Danareksa saat ini membawahi sejumlah perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari kawasan industri hingga jasa dan perdagangan.

Untuk sektor kawasan industri, holding Danareksa menaungi sejumlah kawasan besar seperti Kawasan Industri Medan (KIM), Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Kawasan Industri Makassar (KIMA), Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), hingga Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Selain itu, terdapat pula sejumlah entitas lain seperti PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), Balai Pustaka, PT Jalin Pembayaran Nusantara, serta berbagai anak usaha lainnya dengan fokus bisnis yang berbeda.

“Yang kami lakukan adalah bagaimana mengintegrasikan sumber daya, kapabilitas, dan jangkauan dari seluruh entitas tersebut agar bisa bergerak dalam satu arah keberlanjutan,” kata Lia yang juga diampingi ‌Wenny Resiana (Wenny) dari CSR Department itu.

BACA JUGA:   Mari Simak CSR Home Credit Indonesia

ESG Jadi Bagian Strategi Holding

Danareksa menegaskan bahwa keberlanjutan tidak lagi diposisikan sebagai aktivitas tambahan perusahaan, melainkan sudah menjadi bagian dari strategi bisnis holding secara menyeluruh. Pendekatan yang diterapkan pun tidak hanya berorientasi pada aspek finansial, tetapi juga memperhatikan dimensi sosial, lingkungan, dan tata kelola perusahaan.

“Komitmen kami adalah bagaimana mencapai triple bottom line. Jadi bukan hanya kinerja finansial, tetapi lingkungan, sosial, dan tata kelola juga menjadi perhatian utama,” ujar Lia.

Untuk memastikan implementasi ESG berjalan secara terintegrasi, Danareksa membentuk Komite Tata Kelola Terintegrasi yang diketuai langsung oleh Direktur Utama holding dan beranggotakan para direktur utama dari seluruh entitas anggota holding.

Melalui komite tersebut, berbagai risiko keberlanjutan dapat dikonsolidasikan dan program-program lintas entitas dapat dirancang secara kolaboratif.

Danareksa juga menetapkan empat fokus material ESG sebagai arah kebijakan keberlanjutan perusahaan, yakni Diversity, Equity and Inclusion (DEI), pengembangan sumber daya manusia, mitigasi perubahan iklim, dan tata kelola perusahaan.

Empat fokus tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam program CSR holding melalui SEMAR yang terbagi dalam tiga pilar utama, yakni pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.

Pilar Pendidikan: Beasiswa dan Revitalisasi Sekolah

Pada sektor pendidikan, Danareksa menjalankan program unggulan berupa Danareksa Bestari dan revitalisasi sekolah di wilayah sekitar kawasan industri.

Program Danareksa Bestari memberikan bantuan beasiswa bagi karyawan, anak karyawan, hingga pegawai outsourcing untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 dan S2.

Menurut Lia, program tersebut tidak hanya membantu peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak terhadap pengembangan karier dan keterikatan karyawan terhadap perusahaan.

“Ketika mereka ingin melanjutkan pendidikan, ada dukungan dari perusahaan. Itu juga meningkatkan engagement karyawan karena mereka merasa diperhatikan,” ujarnya.

Hingga 2025, program beasiswa tersebut telah menjangkau 185 penerima manfaat baik dari karyawan maupun anak karyawan. Juga ada 2.585 siswa & guru terdampak manfaat program revitalisasi.

BACA JUGA:   Semester I, ID FOOD Realisasikan TJSL Capai 84%

Selain itu, Danareksa juga melakukan revitalisasi tujuh sekolah yang berada di wilayah ring 1 kawasan industri anggota holding. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat sekitar sekaligus memperkuat hubungan sosial perusahaan dengan komunitas di sekitar kawasan operasional.

“Karena kawasan industri sangat dekat dengan masyarakat, maka kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran holding,” kata Lia.

Danareksa mencatat program pendidikan tersebut memiliki nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 20. Artinya, setiap investasi sosial yang dikeluarkan menghasilkan manfaat sosial 20 kali lipat.

Sementara itu, hasil pengukuran indeks kepuasan penerima manfaat menunjukkan skor 3,76 dari skala 4 atau masuk kategori puas.

Dorong UMKM dan Produktivitas Petani

Pada pilar ekonomi, Danareksa menjalankan program pemberdayaan UMKM dan pengembangan sektor pertanian yang melibatkan sejumlah anggota holding.

Salah satu program utama adalah UMKM Berdaya yang mengintegrasikan pembinaan UMKM dari berbagai entitas holding. Dukungan yang diberikan meliputi sertifikasi merek, pendampingan legalitas, fasilitasi pameran, hingga business matching internasional.

Tercatat, ada 65 UMK Binaan, 30 Petani Mitra, serta pengembangan ekonomi Desa Holding melalui pemberdayaan petani sebagai Langkah mendukung ketahanan pangan dan ekonomi sektor pertanian nasional.

Danareksa bahkan menggandeng KBRI Kuala Lumpur untuk mempertemukan pelaku UMKM binaan dengan calon mitra bisnis di Malaysia.

“Program ini kami arahkan agar UMKM binaan tidak hanya berkembang di lokal, tetapi juga memiliki peluang masuk pasar internasional,” ujar Lia.

Dari program tersebut, perusahaan mencatat potensi komitmen kontrak ekspor mencapai sekitar Rp2 miliar.

Selain UMKM, Danareksa juga mengembangkan program akselerasi komoditas kedelai bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan asosiasi petani kedelai.

Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas kedelai lokal yang selama ini kalah bersaing dengan produk impor.

Melalui pendampingan dan pengembangan lahan sekitar 100 hektare, produktivitas petani meningkat hingga 2,4 ton per hektare dengan potensi nilai ekonomi mencapai Rp2,4 miliar per musim tanam.

BACA JUGA:   Cakra Lumaku, Ketika Limbah Ternak Menghidupkan Ekonomi Desa

“Program-program kami selalu kami upayakan memiliki create value, bukan hanya berdampak sosial tetapi juga memberi manfaat terhadap ekosistem bisnis,” kata Lia.

Penghijauan Kawasan dan Pengembangan Desa

Pada sektor lingkungan, Danareksa menjalankan program Danareksa Hijau yang berfokus pada penghijauan kawasan industri dan pengembangan desa berbasis pertanian.

Sejak 2024, program tersebut telah melakukan penanaman sekitar 11.000 pohon di sejumlah kawasan industri anggota holding, termasuk Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Medan.

Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan tutupan hijau kawasan industri sekaligus mendukung penyerapan emisi karbon.

Selain penanaman pohon, Danareksa juga menjalankan pengembangan desa berbasis pertanian durian di Jawa Tengah melalui pendampingan terhadap sekitar 130 petani di lahan seluas 50 hektare.

Sebanyak 2.100 bibit durian telah disalurkan kepada petani, dengan potensi peningkatan pendapatan mencapai Rp9 juta per tahun.

Program lingkungan ini menjadi program dengan dampak sosial tertinggi di lingkungan holding. Berdasarkan hasil pengukuran, program tersebut memiliki nilai SROI sebesar 71,2.

Artinya, setiap Rp1 investasi sosial yang dilakukan mampu menghasilkan dampak sosial senilai Rp71,2.

Dampak Sosial dan Roadmap Keberlanjutan

Secara keseluruhan, Danareksa mencatat program SEMAR menghasilkan nilai total SROI sebesar 33 dengan penerima manfaat langsung sekitar 3.000 orang dan potensi dampak ekonomi mencapai Rp4,4 miliar.

Menurut Lia, seluruh program CSR di lingkungan holding dirancang berbasis dampak dan selalu diukur menggunakan pendekatan kuantitatif.

“Kami tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mengukur dampaknya. Karena program CSR harus terukur dan mampu menciptakan nilai bersama,” ujarnya.

Ke depan, Danareksa menargetkan penguatan digitalisasi program CSR, pengembangan UMKM holding, integrasi perhitungan karbon, serta peningkatan nilai dampak sosial dari seluruh program keberlanjutan yang dijalankan.

“CSR bagi kami bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi komitmen jangka panjang untuk membangun ekosistem keberlanjutan bersama seluruh entitas holding,” tutup Lia.

Tags: DanareksaTOP CSR Awards 2026
Previous Post

JCI Diperkirakan Turun di Akhir Pekan

Next Post

Bukan Ditekan Ngasal, Industri Drone Didorong via Sertifikasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR