TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ekonomi China Tumbuh 6,8% di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang

Nurdian Akhmad
17 April 2018 | 11:19
rubrik: Ekonomi
China akan Tarik Investasi di Oligasi AS

Ekonomi China kuartal I 2018 tumbuh 6,8%/Foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Biro Statistik Nasional China (NBS) pada Selasa (17/4/2018) melaporkan, produk Domestik Bruto (PDB) China pada kuartal I/2018 tumbuh 6,8% dari tahun sebelumnya. Pencapaian itu sama dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya serta sejalan dengan proyeksi dalam survei Bloomberg.

Pertumbuhan ekonomi China yang solid ini akan menggenjot ekonomi global yang sempat dikhawatirkan bakal terganggu dampak perang dagang Tiongkok-Amerika Serikat.

Sementara itu, penjualan ritel meningkat 10,1% pada Maret dari tahun sebelumnya, produksi industri naik 6% bulan lalu, dan investasi aset tetap menanjak 7,5% pada kuartal pertama tahun ini.

Pertumbuhan yang stabil memberi dukungan bagi misi Presiden Xi Jinping untuk menopang stabilitas keuangan, yang menjadi salah satu tujuan utama pemerintah China bersama dengan mengurangi kemiskinan dan mengurangi polusi.

Laju ekspansi yang kuat menjadi dorongan terhadap ekonomi global yang terlihat mempertahankan kinerja solid tahun ini, sekaligus memberi dukungan yang dibutuhkan dalam bentuk permintaan yang kuat untuk ekspor China.

“Indikator-indikator ekonomi terlihat kuat,” kata Xia Le, kepala ekonom Asia di Banco Bilbao Vizcaya Argentaria SA di Hong Kong, sebelum rilis laporan tersebut seperti dikutip Bloomberg.

“Tekanan pertumbuhan tetap ada, terutama dari pengetatan kebijakan domestik dan perselisihan dagang dari Amerika Serikat. Pertumbuhan kemungkinan akan moderat sepanjang tahun,” tutur dia.

BACA JUGA:   Menata Kebijakan Sawit Indonesia
Tags: chinapertumbuhan ekonomi
Previous Post

Proyek Strategis Dicoret, INDEF: Pemerintah Harus Akomodasi Keinginan Swasta

Next Post

Antisipasi Tindak Pidana, Transaksi Tunai Dibatasi Maksimal Rp 100 Juta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR