TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PT Bio Inti Agrindo Raih Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026, Bukti Komitmen Keberlanjutan yang Terintegrasi

Editor
26 May 2026 | 21:22
rubrik: Event
PT Bio Inti Agrindo Raih Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026, Bukti Komitmen Keberlanjutan yang Terintegrasi

Jakarta, TopBusiness — Di tengah meningkatnya sorotan terhadap praktik keberlanjutan di industri perkebunan, PT Bio Inti Agrindo menorehkan capaian prestisius dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang TOP CSR Awards 2026, sebagai pengakuan atas komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan ke dalam strategi bisnis jangka panjang.

Dalam ajang penghargaan yang digelar megah di Hotel Raffles Jakarta, PT Bio Inti Agrindo berhasil membawa pulang penghargaan TOP CSR Awards 2026 # Corporate Level – STAR 4 serta TOP Leader on CSR Commitment 2026yang diberikan kepada Presiden Direktur Kong Byoung Sun.

TOP CSR Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness bersama sejumlah lembaga independen dan pakar CSR nasional merupakan salah satu ajang penghargaan paling prestisius di bidang corporate social responsibility di Indonesia. Tahun ini, acara tersebut dihadiri hampir 700 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari CEO perusahaan terkemuka, pejabat pemerintahan, akademisi, praktisi CSR, hingga media massa.

Raihan ini menjadi validasi atas pendekatan keberlanjutan PT Bio Inti Agrindo yang menempatkan CSR bukan sekadar program sosial perusahaan, melainkan fondasi strategis dalam menjaga kesinambungan bisnis sekaligus menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang terukur.

CSR sebagai Pilar Strategi Bisnis Berkelanjutan

Sustainability Manager PT Bio Inti Agrindo, Kartika Dewi, menegaskan bahwa paradigma CSR di perusahaan telah mengalami transformasi signifikan.

Menurutnya, CSR kini tidak lagi diposisikan sebagai aktivitas tambahan, melainkan bagian integral dari model bisnis berkelanjutan perusahaan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas industri dan pelestarian lingkungan.

Perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit seluas 34 ribu hektare di Merauke, Papua, itu menerapkan pendekatan keberlanjutan melalui pengalokasian area untuk plasma masyarakat serta kawasan konservasi bernilai ekologis tinggi.

Komitmen tersebut juga diperkuat dengan implementasi kebijakan NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation)sebagai bagian dari standar operasional perusahaan dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab.

Bian Project, Model CSR yang Menyatukan Konservasi dan Pemberdayaan

Salah satu program unggulan yang menjadi penopang keberhasilan perusahaan adalah Bian Project, inisiatif berbasis ekosistem dan komunitas yang dikembangkan di kawasan Suaka Margasatwa Danau Bian, Merauke.

Kawasan ini dikenal memiliki nilai ekologis tinggi sekaligus menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat adat di sekitarnya. Menjawab tantangan tersebut, perusahaan merancang program dengan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek konservasi lingkungan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:   Kinerja dan Tata Kelola Oke, Perumda BPR Bintan Terpilih Jadi Kandidat Raih TOP BUMD Awards 2025

“Program ini tidak hanya penting bagi ekosistem, tetapi juga bagi keberlanjutan manusia dan operasional perusahaan. Oleh karena itu, kami memastikan bahwa intervensi yang dilakukan mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terintegrasi,” jelas Kartika.

Menurut Kartika, pendekatan tersebut dibangun melalui framework theory of change berbasis Miradi, yang memungkinkan perusahaan memetakan hubungan antara aktivitas program, output, hingga dampak jangka panjang secara terukur.

Pendekatan ini memastikan setiap intervensi yang dilakukan memiliki arah yang jelas dan dapat dievaluasi secara sistematis.

Libatkan 719 Kepala Keluarga di Delapan Kampung

Implementasi program dimulai dengan proses social mapping serta studi baseline sosial-ekonomi yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Sebanyak 719 kepala keluarga di delapan kampung menjadi bagian dari proses perencanaan program berbasis partisipatif tersebut.

Tak hanya merancang program dari balik meja, perusahaan juga menempatkan pendamping langsung di masing-masing kampung dengan fokus pada pengembangan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan masyarakat.

“Kami tidak ingin masyarakat hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku utama. Oleh karena itu, kami melakukan pendampingan langsung di kampung dengan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas teknis hingga penguatan soft skill seperti perencanaan bisnis dan pemasaran,” ungkap Kartika.

Pendekatan tersebut memperlihatkan komitmen perusahaan dalam membangun pemberdayaan yang berkelanjutan, bukan sekadar distribusi bantuan jangka pendek.

Satu Dasawarsa

Ketua Penyelenggara TOP CSR Awards 2026, M. Lutfi Handayani, MM., MBA.,  mengatakan bahwa tema yang diangkat untuk tahun 2026 ini adalah: Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development.

Top CSR Awards telah diselenggarakan setiap tahun sejak Tahun 2017. Berarti Top CSR Awards 2026 ini adalah penyelenggaraan yang kesepuluh kali (atau satu dasawarsa).

Jumlah peserta terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2026 ini, peserta Top CSR Awards disaring dari 1.000-an perusahaan dalam long list peserta dari berbagai sektor industri di Indonesia.

Sebanyak 244 perusahaan resmi mendaftar, dan ada 224 perusahaan yang mengikuti proses penilaian secara lengkap.

BACA JUGA:   PertaLife Implementasikan GRC untuk Pembenahan Perusahaan

Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan semakin tingginya kesadaran dunia usaha terhadap pentingnya implementasi CSR yang berkualitas. “Jika dibandingkan dengan pertama kali diselenggarakan, setelah satu dasawarsa, jumlah peserta meningkat lebih dari 400%,” Lutfi yang juga Pemimpin Redaksi Majalah TopBusiness tersebut.

Top CSR Awards tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi perusahaan-perusahaan yang berhasil menjalankan program CSR secara efektif dan berdampak, tetapi juga menjadi forum pembelajaran strategis bagi dunia usaha nasional.

Top CSR Awards diselenggarakan berdasarkan prinsip-prinsip ISO 26000 SR, ESG, dan business strategy, sehingga penilaian yang dilakukan tidak hanya melihat besarnya program CSR perusahaan. Tetapi juga menilai sejauh mana CSR telah terintegrasi dengan strategi bisnis, manajemen risiko, keberlanjutan perusahaan, dan penciptaan nilai jangka panjang.

“Kami meyakini bahwa di era saat ini, CSR bukan lagi sekadar aktivitas filantropi atau kewajiban administratif perusahaan, melainkan bagian penting dari strategi korporasi untuk membangun keberlanjutan usaha, memperkuat reputasi perusahaan, meningkatkan hubungan dengan stakeholder, serta menciptakan shared value bagi masyarakat dan lingkungan,” papar Lutfi.

Salah satu kekuatan utama Top CSR Awards adalah adanya proses pembelajaran bersama yang sangat kuat. Karena itu, Top CSR Awards bukan sekadar kegiatan penghargaan, melainkan juga sarana peningkatan kapasitas dan kualitas implementasi CSR perusahaan di Indonesia.

Melalui proses penjurian yang komprehensif, peserta memperoleh banyak manfaat pembelajaran. Itu antara lain: pemahaman mengenai praktik terbaik implementasi CSR dan ESG; masukan strategis dari Dewan Juri terkait peningkatan efektivitas program CSR; pendalaman tentang pengukuran dampak program CSR terhadap bisnis dan masyarakat; Pembelajaran mengenai integrasi CSR dengan sustainability strategy dan ESG framework; serta benchmarking terhadap praktik CSR unggulan dari berbagai sektor industri.

Pembangunan Berkelanjutan

Sementara itu, dalam sambutannya selaku pembicara kunci (keynote speaker) di acara tersebut, Deputi Bidang Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Dr. Rasio Ridho Sani, menyampaikan sejumlah pesan. Menurut dia, sejatinya regulator lingkungan hidup di Indonesia sudah membicarakan CSR sejak 1995 melalui penghargaan Proper.

“Di situ, ditegaskan bahwa selain menaruh perhatian ke lingkungan, perusahaan harus menaruh perhatian ke masyarakat sekitar. Hal ini kami gunakan untuk mengukur elemen Proper,” kata dia.

BACA JUGA:   Kinerja Meningkat, BPR Bank Wonosobo Nominator TOP BUMD Awards 2025

Kini, perusahaan di Indonesia sangat peduli ke CSR. “Kami pun telah lama mendorong pembangunan berkelanjutan.Dalam hal itu, kalau pemerintah Indonesia dan dunia usaha berjalan bersama, maka tujuan pembangunan berkelanjutan akan tercapai.”

Di situ, tak sekadar memikirkan laba, perusahaan punya langkah untuk tercapainya sustainibility. “Jadi, perusahaan harus profit sekaligus memenuhi aturan yang ada,” kata dia pula.

Dua Kategori Peserta

Ketua Dewan Juri Top CSR Awards 2026, Dr. Mas Achmad Daniri, menyampaikan sejumlah hal. Dalam penyelenggaraan Top CSR Awards 2026 ini, Dewan Juri mengembangkan sistem penilaian dengan membagi peserta ke dalam dua kategori, yaitu:


1. CSR Level Corporate; dan
2. CSR Level Unit/Site/Program.

Pada kategori CSR Level Corporate, penilaian difokuskan pada kebijakan, strategi, tata kelola CSR, integrasi ESG, serta keselarasan dengan strategi bisnis perusahaan.

Sedangkan pada kategori CSR Level Unit/Site/Program, penilaian lebih difokuskan pada efektivitas implementasi program di lapangan, inovasi program, keterlibatan masyarakat, dan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Daniri menjelaskan pula beberapa aspek utama penilaian TOP CSR Awards 2026. Hal itu  meliputi:


• Keselarasan CSR dengan strategi bisnis;
• Tingkat adopsi prinsip ISO 26000;
• Tata kelola dan sistem implementasi CSR;
• Inovasi program unggulan;
• Kontribusi terhadap ESG;
• Serta dampak keberlanjutan program,

Pelaksanaan CSR dari perusahaan merupakan bentuk kontribusi terhadap masyarakat. Terutama masyarakat sekitar yang secara langsung menerima dampak dari operasional.

Agar program CSR perusahaan lebih efektif dan saling memberi manfaat bagi semua pemangku kepentingan, perusahaan pun dapat merancang dan melaksanakannya melalui pendekatan creating shared value (CSV) guna memberikan manfaat bagi semua pemangku kepentingan dan perusahaan itu sendiri.

“Merancang program yang memberikan manfaat bersama, hendaknya tetap selaras dengan strategi bisnis. Semakin jauh dari strategi bisnis, maka yang terjadi hanya menghasilkan program yang bersifat donasi,” kata Daniri.

Untuk menyelaraskan antara kepentingan perusahaan dan stakeholder, perusahaan hendaknya berupaya memaksimalkan total manfaat terhadap profit, people dan planet dari perencanaan strategi bisnis perusahaan.

Tags: PT Bio Inti Agrindo
Previous Post

Menteri Dody Pastikan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatra Terus Dipercepat

Next Post

Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Menteri Dody Targetkan Sekolah Rakyat Tahap II Fungsional Juli 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR