TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hadapi Industri Semen yang Sarat Tekanan, Semen Gresik Andalkan GRC dan AI Perkuat Ketahanan Bisnis

Busthomi
21 August 2026 | 09:16
rubrik: Event, GCG
Hadapi Industri Semen yang Sarat Tekanan, Semen Gresik Andalkan GRC dan AI Perkuat Ketahanan Bisnis

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Industri semen nasional tengah menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ketidakseimbangan antara kapasitas produksi dan permintaan domestik menciptakan tekanan terhadap persaingan dan profitabilitas.

Dalam situasi tersebut, penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) tidak lagi ditempatkan sebatas sebagai perangkat kepatuhan, melainkan menjadi bagian penting dari strategi untuk menjaga keberlanjutan dan ketahanan bisnis.

PT Semen Gresik melihat momentum tersebut sangat relevan dengan tema TOP GRC Awards 2026, “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC.” Bagi perusahaan, tema tersebut sejalan dengan kebutuhan untuk menjadikan GRC sebagai bagian yang melekat dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan bisnis, terutama ketika perusahaan berhadapan dengan tekanan pasar dan dinamika eksternal yang semakin kompleks.

Direktur Utama PT Semen Gresik, Gatot Mardiana, mengatakan kondisi industri semen saat ini memang sangat menantang. Salah satu persoalan utama adalah ketidakseimbangan antara kapasitas pasokan dan permintaan.

“Kalau kita lihat, tema TOP GRC Awards 2026 yaitu Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC ini rasanya sangat pas dengan situasi bisnis semen, terutama saat ini. Perlu dipahami bisnis semen kali ini mengalami kondisi yang sangat challenging,” ujar Gatot dalam penjurian TOP GRC Awards 2026 yang digelar secara online, Kamis (21/8/2026).

Menurut dia, kapasitas industri semen nasional berada di kisaran 130 juta ton per tahun, sementara permintaan masih berada di kisaran 65 juta ton per tahun. Kondisi tersebut membuat industri menghadapi surplus kapasitas yang cukup besar.

“Artinya, kondisi market dengan kapasitas pasokan tidak berimbang. Kapasitas nasional itu sekitar 130 juta ton setahun, namun demand-nya masih di 65-an juta ton setahun. Sehingga surplus banyak,” katanya.

Situasi tersebut membuat perusahaan harus memiliki kemampuan lebih kuat dalam mengantisipasi berbagai risiko, mengambil keputusan secara terukur, serta memastikan keberlangsungan operasional. Di titik inilah GRC mendapatkan posisi strategis.

Gatot menilai penerapan GRC secara konsisten bukan sekadar kebutuhan administratif atau pemenuhan standar tata kelola. GRC harus mampu menjadi enabler bagi perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis.

BACA JUGA:   Terapkan Prokes Ketat, TOP BUMD Awards 2021 Digelar Sore-Malam Ini

Ia menegaskan, penghargaan bukanlah tujuan akhir dari keikutsertaan Semen Gresik dalam TOP GRC Awards. Lebih penting dari sekadar memperoleh plakat atau pengakuan, perusahaan ingin memastikan prinsip-prinsip GRC benar-benar menjadi bagian dari perjalanan korporasi.

“Rasanya momentum yang saat ini dalam rangka penjurian TOP GRC 2026 ini, kalau pun toh kami mendapat penghargaan itu, bukan sekadar bicara mendapat awarding, plakat saja, melainkan kami berharap ruh dari implementasi penjurian GRC itu terefleksi di kami dari waktu ke waktu menjadi enabler dalam menjalankan sebuah korporasi,” tutur Gatot.

GRC Menyatu dengan Strategi Bisnis

Komitmen tersebut tercermin dalam materi penjurian Semen Gresik yang menempatkan GRC sebagai bagian dari upaya membangun bisnis yang resilient dan sustainable. Perusahaan mengusung pendekatan “Advancing Integrated GRC for Resilient and Sustainable Business” dengan pemanfaatan teknologi digital dan artificial intelligence (AI) untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis risiko.

Dalam materi tersebut, Semen Gresik menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari pertumbuhan usaha jangka panjang. Perusahaan menghubungkan aspek profit, planet, dan people dengan tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Implementasinya antara lain dilakukan melalui operation excellence, peningkatan penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif, pelaksanaan TJSL berbasis empat pilar pembangunan, penyesuaian tata kelola dan manajemen risiko terhadap regulasi terbaru, penerapan Business Continuity Management System (BCMS) ISO 22301:2019, serta Internal Control over Financial Reporting (ICoFR).

Bagi Semen Gresik, integrasi tersebut penting karena risiko bisnis tidak lagi berdiri sendiri. Risiko operasional, finansial, kepatuhan, lingkungan, keselamatan kerja, hingga risiko pasar saling berhubungan dan dapat memengaruhi pencapaian target perusahaan.

Karena itu, fungsi GRC ditempatkan dalam struktur yang melibatkan Direksi, Dewan Komisaris, Internal Audit, fungsi komunikasi dan hukum, Legal & Compliance, Risk Officer, Governance Officer, Internal Control Officer, hingga tim yang menangani whistleblowing serta gratifikasi dan antisuap.

Dalam struktur tersebut, fungsi Sekretaris Perusahaan juga memiliki peran dalam mengevaluasi penerapan GRC serta isu hukum dan legalitas yang berkaitan dengan perusahaan untuk kemudian dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan dan Direksi.

BACA JUGA:   Astra International Jalankan CSR Berlandaskan Filosofi Catur Dharma

Syaichul Amin, selaku Corporate Secretary sekaligus GM of Legal and Communication Semen Gresik, menjadi bagian dari fungsi tersebut. “Dalam kerangka GRC perusahaan, fungsi komunikasi dan legal tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi bagian dari mekanisme pengawalan tata kelola, kepatuhan, serta pengelolaan isu Perusahaan,” tuturnya saat membawakan presentasi.

Manajemen Risiko Masuk ke Pengambilan Keputusan

Salah satu fondasi utama GRC Semen Gresik adalah manajemen risiko. Perusahaan memiliki Pedoman Manajemen Risiko yang menjadi landasan pengembangan kerangka kerja dan tata laksana Enterprise Risk Management (ERM). Pedoman tersebut diarahkan untuk menjadi standar penerapan manajemen risiko sekaligus mengantisipasi dan memitigasi risiko agar target perusahaan dapat dicapai.

Penguatan dilakukan melalui penunjukan Risk & Governance Officer di unit kerja. Dengan mekanisme tersebut, pengelolaan risiko tidak hanya menjadi tanggung jawab fungsi tertentu, tetapi memiliki penanggung jawab di masing-masing unit.

Semen Gresik juga menerapkan pendekatan risk-based budgeting dalam penyusunan RKAP serta memasukkan kajian risiko dalam penyusunan RJPP dan pengajuan capital expenditure (CAPEX). Strategi risiko perusahaan mencakup Risk Appetite Statement, Risk Capacity, Risk Tolerance, Risk Appetite, Risk Limit, dan Risk Criteria.

Dalam implementasinya, identifikasi, evaluasi, pengukuran, dan mitigasi risiko dilakukan melalui Risk Corporate dan Risk Register. Perusahaan juga melakukan pelaporan Risk Movement dan menerapkan pemantauan pengendalian serta mitigasi melalui aplikasi risiko.

Pendekatan tersebut kemudian diterapkan dalam proses perencanaan strategis. Salah satu best practice yang ditampilkan Semen Gresik adalah penyusunan RJPP berbasis kajian risiko. Setiap sasaran strategis terlebih dahulu dikaitkan dengan identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi, integrasi ke dalam strategi, serta monitoring dan review.

Dengan pola tersebut, GRC tidak ditempatkan setelah keputusan bisnis dibuat. Sebaliknya, risiko sudah diperhitungkan sejak perusahaan menyusun strategi.

Digitalisasi GRC dan Pemanfaatan AI

BACA JUGA:   Lewat GRC, BCA Syariah Perkuat Inovasi dan Ketahanan Bisnis

Transformasi digital menjadi bagian penting dalam perjalanan GRC Semen Gresik. Hampir seluruh proses bisnis perusahaan telah dikelola secara sistematis dan terdigitalisasi, mulai dari produksi, pengelolaan sumber daya manusia, keuangan dan pembayaran, pengadaan, hingga berbagai aktivitas pendukung.

“Untuk fungsi GRC, kami memanfaatkan sejumlah aplikasi, antara lain risiko.sig.id untuk pengelolaan manajemen risiko mulai dari identifikasi Risk Register hingga pelaporan mitigasi. Ada pula LGRC Point untuk penilaian tingkat risiko dan manajemen kepatuhan, termasuk monitoring pemenuhan regulasi dan masa berlaku perizinan,” katanya.

Digitalisasi tersebut kemudian berkembang menuju pemanfaatan AI, machine learning, dan advanced analytics.

Salah satu implementasinya adalah optimalisasi produksi secara real time dengan memonitor parameter operasi kritikal menggunakan IoT dan AI. Sistem tersebut disebut mampu mempercepat pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan volume produksi sebesar 4,39%.

Semen Gresik juga mengembangkan machine learning untuk memprediksi kualitas kuat tekan semen 28 hari secara real time. Sistem tersebut terintegrasi dengan online quality analyzer dan data proses untuk memberikan early warning serta rekomendasi koreksi parameter secara proaktif. Hasilnya, kualitas kuat tekan meningkat 0,11%.

Pada sisi efisiensi energi dan lingkungan, perusahaan menggunakan machine learning untuk mengoptimalkan konsumsi batu bara. Sistem membandingkan kondisi aktual dengan rekomendasi set point secara real time, mendeteksi deviasi, dan memberikan early warning kepada operator.

Teknologi juga digunakan untuk mengoptimalkan clinker factor melalui integrasi data proses, kualitas, serta pemanfaatan bahan bakar dan bahan baku alternatif. Implementasi tersebut disebut mampu menurunkan konsumsi klinker sekaligus emisi CO₂ sebesar 1,61%.

Lebih jauh, Semen Gresik mengembangkan Risk Analysis & Distributor Alert Report (RADAR) sebagai sistem risk-based monitoring dan early warning untuk mendeteksi risiko maupun anomali aktivitas distributor secara lebih dini. RADAR mengintegrasikan data transaksi dan aktivitas harian untuk menghasilkan risk alert, insight, dan prioritas tindak lanjut. Dengan demikian, fungsi pengendalian tidak hanya bersifat reaktif, tetapi dapat mendorong pengambilan keputusan berbasis risiko dan respons yang lebih proaktif.

Tags: semen gresikTOP GRC Awards 2026
Previous Post

Akhir Pekan, Enam Saham Ini Direkomendasikan Buy: COIN, MEDC, BIPI, PTRO, JGLE, dan BNBR

Next Post

IHSG Dibuka Menguat, Sentimen Positif Berlanjut di Awal Perdagangan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR