Jakarta, BusinessNews Indonesia – Penyelenggaraan Pilkada serentak di beberapa daerah pada Juni mendatang turut berkontribusi positif pada kinerja ekonomi DKI Jakarta selama triwulan I 2018. Itu tercermin dari meningkatnya pertumbuhan konsumsi Lembaga Non-Publik yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
“Namun, dari sisi pemerintah, dukungan fiskal relatif masih terbatas, tercermin dari realisasi pertumbuhan pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang justru terkontraksi,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Trisno Nugroho dalam siaran persnya yang diterima Rabu (9/5/2018).
Sepanjang triwulan I 2018, ekonomi DKI Jakarta tercatat tumbuh 6,02% (yoy) dan terakselerasi dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,88% (yoy).
Trisno mengatakan akselerasi pertumbuhan ini sejalan dengan perkiraan dan menjadi indikator terus berlanjutnya momentum peningkatan pertumbuhan ekonomi Ibukota.
“Pertumbuhan ditopang oleh kinerja investasi atau pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang stabil pada level yang cukup tinggi. Ini terlihat dari meningkatnya akuisisi barang modal dan penambahan alat-alat faktor produksi pada industri pengolahan DKI Jakarta,” ujarnya.
Hal tersebut berimplikasi pada meningkatnya impor barang modal dan mendorong kinerja impor, sehingga pertumbuhan impor DKI Jakarta pada triwulan I 2018 mengalami akselerasi yang cukup tinggi.
Lebih lanjut, semakin dekatnya penyelenggaraan Asian Games 2018 juga mendorong kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya para atlet dan ofisial yang berkunjung untuk melakukan uji coba arena Asian Games (test event) pada Februari lalu.
“Hal tersebut mendorong ekspor jasa dan berdampak positif pada akselerasi pertumbuhan ekspor In Kota,” imbuhnya.
Di sisi lain, kemampuan konsumsi rumah tangga di DKI Jakarta pada triwulan I 2018 tetap stabil, dengan capaian pertumbuhan yang lebih baik dari triwulan sebelumnya. Kegiatan konsumsi rumah tangga didorong oleh pertumbuhan konsumsi untuk keperluan rekreasi.
Perbaikan kinerja perekonomian Jakarta dari sisi pengeluaran, juga sejalan dengan kinerja perekonomian dari sisi lapangan usaha.
Dorongan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kelompok hiburan dan rekreasi pada triwulan I/ 2018, tercermin pada pertumbuhan LU Transportasi dan Pergudangan yang terutama bersumber dari kegiatan perjalanan masyarakat melalui udara yang tumbuh cukup tinggi hingga mencapai 20,2% (yoy). Sementara itu, kegiatan investasi yang lebih terdorong oleh investasi nonbangunan terefleksi pada tingginya pertumbuhan LU Industri Pengolahan.
Lebih lanjut, pembangunan konstruksi, khususnya infrastruktur transportasi di ibukota, yang telah mencapai progress di atas 90%, berdampak pada lebih rendahnya aktivitas pembangunan, sehingga menyebabkan pertumbuhan LU Konstruksi melambat pada triwulan I 2018.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi yang positif akan berlanjut pada triwulan berikutnya. Kondisi tersebut akan didukung oleh akselerasi konsumsi rumah tangga sejalan dengan meningkatnya belanja masyarakat terutama pada momen bulan puasa dan hari raya Idul Fitri.
“Penyelenggaraan Asian Games 2018 pada Agustus hingga September mendatang akan menjadi faktor positif yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi Ibukota pada triwulan berjalan, khususnya melalui dorongan pada ekspor jasa dan lapangan usaha perdagangan,” katanya.
