TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Asosiasi Sebut Industri Kosmetik Indonesia Terus Tunjukkan Pertumbuhan dan Ketahanan

Busthomi
2 September 2026 | 14:03
rubrik: Ekonomi
Industri Kosmetik RI Makin Berkembang, Nilai Ekspor Capai US$ 566,72 Juta

Industri kosmetik. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Industri kosmetik Indonesia merupakan salah satu industri yang terus menunjukkan pertumbuhan dan ketahanan, bahkan di tengah berbagai tekanan dan perubahan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Statista, nilai pasar beauty dan personal care Indonesia diperkirakan mencapai US$9,74 miliar atau sekitar Rp174,5 triliun pada 2025.

Dalam rangka menyambut 50 tahun perjalanannya, Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) menyelenggarakan diskusi mengenai perkembangan industri kosmetik Indonesia, perubahan perilaku konsumen, serta peluang dan dinamika yang akan membentuk arah industri ke depan.

Pembahasan mencakup pertumbuhan industri dan kontribusinya terhadap perekonomian, perkembangan informasi produk kosmetika di dunia digital, persaingan usaha dan perlindungan konsumen, hingga kesiapan industri menghadapi implementasi sertifikasi halal.

Adapun narasumber dalam sesi diskusi tersebut adalah Sancoyo Antarikso, Ketua Umum PERKOSMI; Ratu Zahra, Beauty Lead, Worldpanel; Riva Dwitya Akhmad, Ketua Bidang Teknis Ilmiah PERKOSMI; dan Ribut Purwanti, Tim Kebijakan Publik dan Keberlanjutan PERKOSMI.

Kosmetik merupakan bagian esensial dari kehidupan sehari-hari dan digunakan oleh semua kelompok usia dan gender.

Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2022, kosmetik mencakup bahan atau sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh, termasuk kulit, rambut, kuku, bibir, gigi, dan mukosa mulut.

Dengan cakupan tersebut, industri kosmetik mencakup berbagai kategori, mulai dari skincare dan makeup hingga fragrance, deodorant, dan pasta gigi.

Sancoyo Antarikso, Ketua Umum PERKOSMI mengatakan, industri kosmetik Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan terus berkembang. Data yang kita lihat menunjukkan bahwa industri ini memiliki skala dan fondasi pertumbuhan yang kuat.

“Bagi PERKOSMI, yang perlu kita jaga bukan hanya pertumbuhan pasar, tetapi juga ekosistem yang semakin sehat, kompetitif, dan tepercaya,” ujar Sancoyo di Jakarta, Selasa (1/9/2029), dikutip Rabu (2/9/2026).

BACA JUGA:   Indikator Positif, BI Kian Yakin Pertumbuhan Ekonomi 2022 Capai 5,5%

Perubahan Perilaku Konsumen

Perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu faktor yang semakin membentuk arah pasar. Berdasarkan data Worldpanel, pasar kecantikan Indonesia tumbuh 12% pada 2025 dan kembali mencapai 13% pada 2026.

Pertumbuhan didorong oleh konsumen yang membeli lebih banyak produk, semakin bersedia membayar untuk produk premium, serta memperluas pembelian dari perawatan wajah ke kategori kosmetik dan perawatan rambut

Ratu Zahra, Beauty Lead, Worldpanel menjelaskan, “Beauty shoppers saat ini semakin eksploratif, dengan kebutuhan yang semakin beragam di setiap generasi, dimana GenZ menjadi kelompok dengan pertumbuhan pembelian tercepat. Pada saat yang sama, perjalanan konsumen semakin omnichannel, yang artinya membeli dari berbagai macam toko, baik offline maupun online. Sementara itu, kanal online semakin penting sebagai tempat menemukan produk dan merek baru.”

Sebanyak 56% Gen Z membeli produk beauty secara online, dimana enam dari 10 merek teratas di kanal online merupakan merek lokal, semantara di kanal offline hanya empat dari 10. Perkembangan digital juga membuat konsumen memiliki semakin banyak cara untuk menentukan pilihan dalam berbelanja.

Mendorong Ekosistem Digital Industri Kosmetika

Pertumbuhan digital commerce membuka peluang besar bagi industri kosmetik. Pada saat yang sama, PERKOSMI menilai praktik perdagangan digital perlu berkembang secara bertanggung jawab.

Hal ini menanggapi beberapa jenis praktik tidak bertanggungjawab termasuk dalam hal fake reviews, fake orders, manipulasi algoritma, klaim produk, serta peredaran produk ilegal dan counterfeit.

“Pertumbuhan industri kosmetika di ranah digital perlu diiringi dengan praktik perdagangan yang bertanggung jawab. Informasi produk harus dapat dipertanggungjawabkan, persaingan perlu berlangsung secara etis, dan konsumen harus memperoleh produk yang aman. Karena itu, kolaborasi antara regulator, platform digital, dan pelaku usaha menjadi penting untuk membangun ekosistem digital yang lebih adil dan tepercaya,” ujar Ribut Purwanti, Tim Kebijakan Publik dan Keberlanjutan PERKOSMI.

BACA JUGA:   Mantap, Perekonomian RI Kembali ke Level Sebelum Pandemi

PERKOSMI juga mengapresiasi upaya pengawasan BPOM. Dalam intensifikasi pengawasan pada Mei 2026, BPOM menemukan lebih dari 2,1 juta pieces kosmetik yang tidak memenuhi ketentuan, dengan nilai keekonomian sekitar Rp35,8 miliar, termasuk dari peredaran melalui kanal online.

Sebelumnya, sepanjang 2025, patroli siber BPOM juga menemukan 73.722 tautan penjualan kosmetik ilegal di marketplace, yang kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Indonesia E-Commerce Association (idEA) untuk dilakukan takedown. PERKOSMI mendukung penguatan pengawasan dan edukasi masyarakat untuk membantu melindungi konsumen.

Saat ini, PERKOSMI terdiri dari 744 perusahaan dan hadir melalui sembilan pengurus daerah di berbagai wilayah Indonesia.

Keanggotaannya mewakili ekosistem industri dari hulu hingga hilir, sementara PERKOSMI menjalankan peran sebagai penghubung antara industri, regulator, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya melalui advokasi kebijakan, edukasi, konsultasi regulasi dan teknis, serta pengembangan daya saing industri.

Menjelang 50 tahun perjalanan organisasi, PERKOSMI terus memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah, wadah kolaborasi industri, knowledge hub industri kosmetik Indonesia, serta penghubung ekosistem dari hulu hingga hilir.

PERKOSMI juga berperan dalam pengembangan industri di tingkat regional melalui ASEAN Cosmetic Association dan harmonisasi regulasi kosmetik ASEAN, serta membangun ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan melalui Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) yang telah diselenggarakan sejak 2006.

“Perjalanan hampir 50 tahun bukan hanya tentang melihat apa yang sudah kami capai, tetapi juga bagaimana kami menyiapkan fondasi untuk tahap berikutnya. PERKOSMI akan terus memperkuat kolaborasi antara industri, pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat untuk membangun industri kosmetik Indonesia yang semakin tepercaya, inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan – Building the Future Together,” tutup Sancoyo Antarikso.

Tags: Asosiasi perusahaan kosmetikaindustri kosmetikpertumbuhan ekonomi
Previous Post

Sekolah Rakyat Terintegrasi Pandeglang Mulai Beroperasi, Hutama Karya Dukung Akses Pendidikan bagi Keluarga Prasejahtera

Next Post

PHKT Zona 10 Berhasil Selesaikan Wellservice dan Workover Sumur V-7, Produksi Capai 710 BOPD

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR