TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Putra Perkasa Abadi Bukit Asam Perkuat HCMS Berbasis Data dan Digitalisasi

Ahmad Churi
11 September 2026 | 21:06
rubrik: Event
Putra Perkasa Abadi Bukit Asam Perkuat HCMS Berbasis Data dan Digitalisasi

Jakarta, TopBusiness – PT Putra Perkasa Abadi (PPA) Jobsite PT Bukit Asam terus memperkuat pengelolaan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari strategi meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan bisnis. Pengelolaan human capital atau Human Capital Management System (HCMS) kini perkuat  dengan sistem digital berbasis data, mulai dari rekrutmen, pengembangan talenta, hingga pengukuran dampak terhadap kinerja operasional perusahaan.

Demikian salah satu poin penting yang disampaikan oleh Febrian Anggara Putra, Recruitment & People Development Group Leader PPA, dalam sesi wawancara penjurian TOP Human Capital Awards 2026 yang dihelat Majalah TopBusiness Jakarta secara daring pada (10/09/2026). Dalam presentasinya, PPA Jobsite PT Bukit Asam menekankan pentingnya keterkaitan antara HCMS dengan kebutuhan bisnis dan dinamika operasional pertambangan.

PT Putra Perkasa Abadi site Bukit Asam (PPA-BA) merupakan kontraktor yang khusus bergerak dalam pengerjaan tambang, peyewaan alat berat dan aktivitas laion terkait pertambangan. Kegiatan tersebut melibatkan banyak pekerja atau karyawan yang saat ini berjumlah sekitar 1.400 orang, baik organik maupun kontrak, outsourching.

Secara umum menurut Febrian, strategi human capital PPA dibangun melalui empat fungsi utama, yakni recruitment, talent & development, industrial relations, serta compensation & benefit. Keempat fungsi tersebut memiliki indikator kinerja, pemilik proses, serta mekanisme evaluasi yang dikaitkan dengan kebutuhan bisnis.

“Strategi pengelolaan human capital di PT PPA Jobsite PT Bukit Asam diarahkan tidak sekadar berbicara mengenai pemenuhan manpower, tetapi bagaimana memastikan workforce availability, capability, employee stability, hingga cost discipline, bisa terus mendukung kebutuhan operasional yang juga makin dinamis, termasuk di era kemajuan teknologi terkait bidang ini,” ungkap Febrian di dampingi Tim PT PPA Jobsite Bukit Asam.

BACA JUGA:   Ini Lima Strategi Pengelolaan HC di Wika Realty

Turut hadir dalam wawancara penjurian dari PPA Jobste Bukit Asam di antaranya Novan Herdianto: Human Capital & General Affairs Department Head, Ryan Nailufar Febriantama: Recruitment & People Development Group Leader, Novan Satriawan: Compensation & Benefit Group Leader, serta Said Irfan: Industrial Relations Group Leader. Sedangkan tim juri penilai terdiri M. Lutfi Handayani., MM. MBA (CEO MSI Group), Ben De Haan. SH,  (Senior Advisor  MSI Institut), Eri Sumiarso (Senior Business Consultant Sinergi Daya Prima), Dwinda Ruslan (Senior Business Consultant  Yayasan Pakem)  yang dimoderatori oleh Ahmad Churi (MSI Group).

Dalam presentasinya terungkap, bahwa sejalan dengan visi dan misi perusahaan,  pengelolaan dan pengembangan SDM di PT PPA Jobsite PT Bukit Asam PPA dilakukan berjalan seiring dengan komitmen perusahaan terhadap efisiensi energi, peningkatan performa manajemen, serta keselamatan kerja. Perusahaan memiliki visi utama yakni “Menjadi perusahaan jasa pertambangan mineral dan batubara terbesar pertama diIndonesia sebelum 2030—terdiversifikasi, aman, minim jejak lingkungan, dan memberi manfaat berkelanjutan bagi pemangku kepentingan”.

Dalam kaitan ini, SDM selain dibekali keahlian teknis, juga dibekali nilai-nilai perusahaan, mentalitas kerja profesional, serta kedisiplinan tinggi. Perusahaan juga membangun sistem Employee Experience & High-Performance Culture yang terukur, partisipatif, dan terhubung dengan continuous improvement.

Dari sisi workforce planning, PPA mencatat recruitment lead time sekitar 29,6 hari, dengan tingkat pemenuhan manpower mencapai 98,73%. Sementara itu, deviasi manpower planning (MPP) berada di kisaran 1,98%. Pengelolaan tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara kecepatan rekrutmen, kualitas tenaga kerja, kebutuhan organisasi, dan produktivitas.

Kinerja human capital juga menunjukkan perkembangan. Jumlah karyawan meningkat dari 1.648 orang pada 2024 menjadi 1.782 orang pada 2025, sementara jumlah karyawan yang mengikuti pelatihan bertambah dari 198 menjadi 228 orang. Pada periode yang sama, voluntary separation turun dari 0,92% menjadi 0,46%.

BACA JUGA:   Jasa Raharja Sulap GRC Jadi Mesin Bisnis, dari Baca Risiko hingga Ciptakan Nilai

Percepat Kesiapan Talenta

Dalam pengembangan talenta, PPA menggunakan kombinasi assessment, performance, workforce data, dan kebutuhan posisi untuk menentukan tingkat kesiapan seseorang. Dengan pendekatan tersebut, hasil assessment tidak otomatis menjadi dasar promosi, tetapi digunakan untuk menentukan kebutuhan pengembangan, talent pool, maupun rekomendasi mobilitas.

Salah satu fokus PPA adalah succession management. Dari 51 catatan acting, sebanyak 88,2% berada dalam batas waktu 12 bulan, sedangkan 11,8% masih berada di atas 12 bulan. Tingkat graduation secara keseluruhan mencapai 60,08%, dengan capaian tertinggi pada jenjang GL sebesar 84,21%.

PPA juga mendorong agar hasil assessment diterjemahkan menjadi individual development plan (IDP) yang disepakati antara karyawan dan atasan. Proses tersebut mencakup feedback, diskusi, penyusunan IDP, persetujuan, hingga review, sehingga pengembangan SDM menjadi tanggung jawab bersama dan bukan hanya fungsi human capital.

Digitalisasi Hingga Pemanfaatan AI

Transformasi human capital juga diperkuat melalui digitalisasi. PPA telah menggunakan sejumlah platform, antara lain SAP SuccessFactors, SAP/SS6, LMS, serta HalloHCGA, untuk mendukung proses performance management, employee master, learning, hingga layanan mandiri karyawan.

Salah satu implementasinya adalah HalloHCGA yang mendigitalisasi siklus pengelolaan KPI, mulai dari assignment, input realisasi, pengunggahan bukti, proses approval atau rejection, hingga revisi dan notifikasi.

PPA juga mengembangkan Comben Helpdesk dengan dukungan AI, yang dirancang sebagai layanan tanya jawab terkait compensation and benefit. Sistem tersebut mengintegrasikan database kebijakan, direktori, AI chatbot, deployment, hingga evaluasi untuk membantu menjawab pertanyaan karyawan secara lebih cepat dan efisien.

Namun, PPA menegaskan pendekatan yang cukup konservatif dalam pemanfaatan AI. Predictive analytics dan production AI belum diklaim sebagai capaian saat ini. Pengembangan AI berikutnya akan didahului penguatan kualitas data, keamanan dan privasi, validasi use case, human oversight, serta pengukuran outcome.

BACA JUGA:   CSR Kimia Farma, Genjot Kontribusi untuk Bangsa

Human Capital Berkontribusi ke Produktivitas

Yang menarik, PPA tidak berhenti pada pengukuran aktivitas HR, tetapi mulai menghubungkannya dengan dampak bisnis. Pada 2025, produktivitas manpower tercatat sekitar 32.000 BCM per manpower, sementara target produksi bulanan dan tahunan dapat tercapai lebih dari 100%.

Dari sisi efisiensi, program continuous improvement melalui Quality Control Circle (QCC) dan Suggestion System menghasilkan 25 improvement, dengan rata-rata progress 75%. Sebanyak tujuh improvement telah memiliki hasil kuantitatif tervalidasi, sementara 18 lainnya masih membutuhkan eskalasi dan keputusan manajemen.

Salah satu hasil yang ditampilkan adalah penghematan sekitar Rp31,1 juta per bulan dari QCC Handling Complaint pada fungsi General Affairs. Selain itu, learning cost per hour turun 12,3% melalui program QCC Mata Elang.

PPA juga mulai mengembangkan pendekatan Return on Human Capital Investment (ROHCI). Namun, indikator yang digunakan saat ini masih berupa proksi nonfinansial, seperti pertumbuhan target bisnis dan pencapaian produksi, karena data finansial korporasi tidak dipublikasikan.

Ke depan, PPA Jobsite PT Bukit Asam menargetkan peningkatan kematangan pengelolaan human capital melalui pembangunan baseline HC Business Index, penyusunan metodologi ROHCI finansial yang lebih formal, serta dokumentasi replikasi praktik terbaik.

Dengan demikian, pengelolaan human capital di PPA diarahkan untuk bergerak dari fungsi administratif menuju strategic business partner yang mampu menghubungkan pengelolaan talenta, digitalisasi, produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan.

Tags: putra perkasa abadi
Previous Post

Pollux dan Igreen+ Kolaborasi Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Berkelanjutan

Next Post

Tinjau Sekolah Rakyat Pontianak, Menteri Dody Beri Perhatian Ketersediaan Air Bersih dan Sistem Drainase

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR