Jakarta, TopBusiness — Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian integral dalam strategi bisnis PT BPR Syariah Matahari (BSM). BSM memastikan strategi human capital berjalan selaras dengan visi dan misi perusahaan serta mendukung kebutuhan bisnis, termasuk melalui program pelatihan yang disesuaikan dengan karakteristik sektor yang menjadi fokus perusahaan.
Direktur Utama BSM sekaligus penanggung jawab fungsi human capital, Muhammad Iman Sastra Mihajat, Ph.D., mengatakan keselarasan antara strategi human capital dan strategi bisnis menjadi salah satu aspek utama yang diperhatikan perusahaan dalam mengembangkan SDM.
“Menilai sejauh mana human capital menjadi bagian integral dari strategi perusahaan, pertama kami melihat strategic alignment, yaitu keselarasan strategi human capital dengan visi dan misi, serta strategi bisnis perusahaan dengan program pengembangan SDM,” ujar Iman, panggilan akrabnya kepada Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2026 secara daring di Jakarta, Kamis (17/09/2026).
Menurut dia, BSM memiliki fokus pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor pendidikan, seperti universitas dan sekolah. Karena itu, pengembangan kompetensi karyawan diarahkan agar mampu memahami karakteristik dan kebutuhan bisnis di sektor tersebut.
“Karena di BSM kami fokus pada perusahaan-perusahaan yang fokusnya pada pendidikan, misalnya universitas dan sekolah. Makanya beberapa kali kami mengirim SDM kami untuk training tentang bagaimana menganalisis sekolah,” katanya.
Selain pelatihan yang berkaitan dengan sektor pendidikan, BSM juga memberikan penguatan kompetensi di bidang analisis pembelian secara umum. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan kemampuan SDM tetap relevan dengan kebutuhan bisnis.
Pengembangan kompetensi tidak berhenti pada karyawan yang mengikuti pelatihan. BSM juga menerapkan mekanisme berbagi pengetahuan atau knowledge sharing secara berkala. Karyawan yang telah mengikuti pelatihan eksternal kemudian membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada anggota tim lainnya.
“Dalam RBB (Rencana Bisnis Bank) juga kami sebutkan bahwa kami ada semacam knowledge sharing yang kami lakukan hampir setiap bulan sekali. Jadi kalau kami mengirim salah satu atau beberapa tim untuk melakukan training, mereka akan sharing kepada tim yang lain,” jelas Iman.
Tata Kelola Human Capital
Selain keselarasan strategi, aspek lain yang menjadi perhatian BSM adalah human capital governance. Iman mengatakan fungsi human capital di perusahaan memiliki struktur dan kewenangan yang jelas serta berada langsung di bawah Direktur Utama.
Posisi tersebut, menurut dia, juga berkaitan dengan aspek tata kelola dan pengawasan regulator, termasuk pemenuhan ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami memiliki struktur human capital yang jelas. Fungsi HC kami juga jelas, berada langsung di bawah direktur utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan dan akuntabilitas human capital telah dituangkan secara tertulis dalam berbagai kebijakan perusahaan. Hal tersebut mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari proses rekrutmen, remunerasi hingga Code of Conduct.
Dengan tata kelola tersebut, pengelolaan SDM tidak hanya ditempatkan sebagai fungsi administratif, tetapi menjadi bagian dari sistem tata kelola perusahaan yang mendukung pencapaian tujuan bisnis.
Komitmen Pimpinan terhadap Pengembangan SDM
Komitmen jajaran direksi terhadap pengembangan SDM juga menjadi bagian penting dalam strategi human capital BSM. Iman mengatakan setiap tahun para pimpinan diminta menyusun training plan bagi anggota timnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengembangan kompetensi berlangsung secara konsisten dan tidak terhenti karena kesibukan operasional.
“Setiap tahun kami meminta mereka untuk memberikan training plan mereka dalam setahun. Jadi jangan sampai mereka tidak ada training selama setahun. Minimal satu sampai dua kali mereka harus ikut training,” kata Iman.
Program pengembangan tersebut dilakukan melalui pelatihan internal maupun eksternal. Dengan kombinasi tersebut, BSM berupaya membangun budaya pembelajaran yang tidak hanya bergantung pada pelatihan formal, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan di lingkungan kerja.
Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan human capital ditempatkan sebagai proses berkelanjutan yang terhubung langsung dengan kebutuhan bisnis, tata kelola perusahaan, serta peningkatan kompetensi karyawan.
Secara lebih rinci sebagaimana tercantum dalam materi presentasi berjudul ‘Human Capital sebagai Mitra Strategis Pertumbuhan Bisnis’, PT BPR Syariah Matahari terlihat bahwa perusahaan terus memperkuat pengelolaan sumber daya manusia melalui penerapan Human Capital Management System (HCMS) sebagai bagian integral dari strategi perusahaan. Langkah ini diarahkan untuk memastikan fungsi human capital memiliki keselarasan yang kuat dengan visi, misi, serta strategi bisnis perusahaan, sekaligus memperoleh dukungan penuh dari jajaran Direksi dan Top Management.
Penguatan tersebut mencakup tiga aspek utama, yakni strategic alignment, human capital governance, dan leadership commitment.
Dari sisi strategic alignment, program pengembangan sumber daya manusia BSM diturunkan secara langsung dari visi perusahaan sebagai BPRS syariah terpercaya. Fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan kompetensi insan perusahaan, khususnya dalam memahami produk syariah, kepatuhan, serta layanan nasabah.
Fungsi human capital juga menjadi bagian dari Corporate Strategy melalui penyusunan Rencana SDM yang terintegrasi dengan RBB tahunan. Dengan demikian, pengembangan SDM diharapkan berjalan searah dengan target pertumbuhan bisnis maupun ekspansi jaringan kantor perusahaan.
Sementara itu, aspek human capital governance diperkuat melalui tata kelola yang jelas. Fungsi Human Capital berada dalam struktur organisasi yang terintegrasi dengan fungsi kepatuhan dan diawasi dalam kerangka Good Corporate Governance(GCG) BPRS, dengan tetap mengacu pada ketentuan regulator, termasuk OJK.
BPRS Matahari juga menekankan pentingnya kebijakan dan akuntabilitas Human Capital yang terdokumentasi secara formal. Berbagai kebijakan terkait rekrutmen, remunerasi, dancode of conduct disusun secara tertulis, kemudian direviu secara berkala dan dilaporkan dalam laporan pelaksanaan GCG tahunan.
Penguatan HCMS tersebut juga mendapat dukungan dari jajaran Direksi. Komitmen manajemen diwujudkan melalui penyediaan arah dan dukungan terhadap pengembangan kapasitas SDM sebagai bagian dari RBB tahunan.
Dukungan tersebut mencakup alokasi anggaran untuk berbagai program pengembangan SDM, termasuk pelatihan dan sertifikasi, terutama sertifikasi perbankan syariah bagi pejabat eksekutif. Upaya ini menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam membangun kompetensi SDM yang sesuai dengan karakteristik industri perbankan syariah.
Melalui penguatan strategic human capital leadership, BPRS Matahari menempatkan pengembangan SDM tidak hanya sebagai fungsi administratif, tetapi sebagai salah satu elemen strategis dalam mendukung pencapaian sasaran perusahaan. Integrasi antara strategi bisnis, tata kelola Human Capital, dan komitmen pimpinan diharapkan dapat menciptakan SDM yang kompeten, profesional, dan mampu mendukung pertumbuhan bisnis BPRS Matahari secara berkelanjutan.
Tujuan utama penerapan HCMS ini adalah menilai sejauh mana Human Capital telah menjadi bagian integral dari strategi perusahaan serta memperoleh dukungan penuh dari Direksi dan Top Management.
