TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

MCR Bangun RASA Academy untuk Cetak Talenta Unggul Berkelas Global

Albarsyah
18 September 2026 | 13:42
rubrik: Event
MCR Bangun RASA Academy untuk Cetak Talenta Unggul Berkelas Global

Jakarta, TopBusiness — PT Multi Citra Rasa (MCR) mengembangkan strategi human capital (HC) melalui pembangunan talenta yang diselaraskan dengan kebutuhan bisnis perusahaan di industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B), khususnya segmen foodservice B2B.

Perusahaan yang dikenal sebagai RASA Group tersebut mengembangkan sejumlah program pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), antara lain melalui RASA Academy, pelatihan berbasis kompetensi, penguatan budaya inovasi, serta pembekalan standar operasional dan manufaktur.

Head of Human Capital PT Multi Citra Rasa, Fortunella Tjondro, mengatakan pengembangan HC menjadi salah satu perhatian perusahaan karena kualitas dan kompetensi SDM berkaitan dengan kemampuan perusahaan menjalankan strategi bisnis.

“Keunggulan HC sangat menentukan bagaimana perusahaan menjalankan bisnis. Karena itu, kami terus memoles dan mengembangkan HC agar dapat mendukung pertumbuhan bisnis MCR di pasar F&B,” ujar Nella, sapaan Fortunella Tjondro, kepada Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2026, Kamis (17/9/2026).

MCR merupakan perusahaan manufaktur F&B B2B yang memproduksi dan memasarkan berbagai produk untuk kebutuhan pelaku usaha seperti kafe, restoran, dan hotel. Produk yang dikembangkan perusahaan antara lain minuman, konsentrat buah, sirup, kopi, dan teh, dengan sejumlah merek seperti DRiPP Flavour, MultiBev, Ramoe, dan Chocolatie Maison.

Salah satu instrumen pengembangan talenta yang dibangun perusahaan adalah RASA Academy. Wadah pembelajaran internal ini dirancang untuk mendukung peningkatan kompetensi karyawan melalui program pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan karakteristik industri F&B.

Dalam pelaksanaannya, MCR melibatkan Learning & Academy Development Specialist untuk menyusun serta mengembangkan kurikulum pembelajaran.

Materi yang diberikan antara lain pengetahuan produk dan teknis, termasuk spesifikasi produk minuman, konsentrat buah, serta formulasi menu F&B. Selain itu, perusahaan menyelenggarakan workshop, masterclass, pelatihan praktik, dan diskusi mengenai perkembangan industri.

BACA JUGA:   Ciptakan SDM Unggul dan Profesional, BPR Bank Kulon Progo Kandidat TOP Human Capital Awards 2024

Pendekatan tersebut ditujukan agar karyawan tidak hanya memahami aspek internal perusahaan, tetapi juga memiliki wawasan mengenai perkembangan industri foodservice dan hospitality.

Dalam merancang program pembelajaran, MCR menggunakan kerangka ADDIE yang terdiri atas Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation.

Melalui pendekatan tersebut, kebutuhan pelatihan terlebih dahulu dianalisis untuk mengetahui kesenjangan kompetensi yang perlu dikembangkan. Selanjutnya, program dirancang dan dikembangkan sesuai kebutuhan sebelum diimplementasikan dan dievaluasi.

Evaluasi menjadi bagian penting agar pembelajaran yang diberikan tidak berhenti pada aktivitas pelatihan, tetapi dapat dikaitkan dengan penerapan kompetensi dalam pekerjaan.

“Program pembelajaran kami bangun secara terstruktur dan disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi, kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga melihat kebutuhan kompetensi dan bagaimana dampaknya terhadap pekerjaan,” kata Nella.

Dorong Budaya Inovasi

Selain kompetensi teknis, MCR juga memberikan ruang bagi karyawan untuk menyampaikan gagasan dan melakukan eksperimen dalam pekerjaan.

Menurut Nella, perusahaan berupaya membangun lingkungan yang memungkinkan karyawan menyampaikan ide-ide baru, termasuk gagasan yang berkaitan dengan pengembangan produk, pemasaran digital, maupun operasional.

“Di MCR, kami ingin membangun tempat di mana ide-ide inovatif dan out-of-the-box dapat didengar, dihargai, dan diimplementasikan,” ujarnya.

Budaya tersebut diharapkan dapat mendorong karyawan untuk tidak hanya menjalankan tugas yang bersifat rutin, tetapi juga mengambil inisiatif dalam mencari solusi dan mengembangkan cara kerja baru.

Pengembangan SDM juga diarahkan pada kebutuhan operasional dan produksi. Seiring dengan pengembangan fasilitas produksi perusahaan di Kawasan Industri MM2100, karyawan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan standar manufaktur makanan dan minuman.

Di antaranya melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) serta metode 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin.

BACA JUGA:   BPRS Cilegon Komit Maksimalkan Manajemen Risiko dan Kepatuhan

Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kedisiplinan kerja, menjaga kebersihan dan keteraturan lingkungan produksi, serta mendukung penerapan standar operasional di fasilitas manufaktur.

Dengan demikian, pengembangan talenta tidak hanya diarahkan kepada karyawan di fungsi manajerial atau kantor, tetapi juga mencakup karyawan yang menjalankan aktivitas produksi dan operasional.

Dalam pengelolaan SDM, MCR juga mengembangkan budaya kerja yang memadukan tuntutan pencapaian dengan dukungan terhadap karyawan.

Konsep tersebut dikenal perusahaan sebagai lingkungan kerja demanding and supportive. Di satu sisi, karyawan menghadapi target dan standar kerja yang menantang. Di sisi lain, perusahaan menyediakan dukungan untuk membantu karyawan menjalankan tanggung jawabnya serta mengembangkan kompetensi.

Menurut Nella, pendekatan tersebut dibangun agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan bersama dengan perkembangan karyawan.

“Program yang kami bangun untuk menciptakan talenta yang unggul ini merupakan bentuk keseriusan perusahaan. Tujuannya agar talenta dapat mendukung pencapaian tujuan perusahaan sekaligus berkembang bersama perusahaan,” tuturnya.

MCR juga berupaya membangun interaksi antarkaryawan melalui penyediaan fasilitas yang dapat digunakan bersama di lingkungan perusahaan.

Nella menjelaskan, di kawasan pabrik terdapat ruang makan yang terintegrasi dengan fasilitas seperti meja biliar dan perpustakaan. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh insan MCR sebagai ruang untuk berinteraksi di luar aktivitas pekerjaan formal.

Menurut dia, keberadaan ruang bersama tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana kerja yang lebih cair dan membuka kesempatan bagi karyawan untuk berkomunikasi secara informal.

“Di kawasan pabrik kami ada ruang makan, biliar, dan perpustakaan yang menyatu dan dapat dimanfaatkan seluruh insan MCR. Kami ingin menciptakan suasana yang tidak terlalu kaku, sehingga komunikasi dan keakraban dapat terbangun,” kata Nella.

Ia menambahkan, interaksi informal juga dapat menjadi ruang bagi karyawan untuk menyampaikan masukan dan gagasan dalam suasana yang lebih santai.

BACA JUGA:   FOTO - Lokasi Pangan Terpadu Menyukseskan Gerakan Ekonomi Rakyat

“Dalam suasana yang lebih santai, tidak ada jarak, sehingga karyawan juga bisa memberikan input-input kepada perusahaan,” ujarnya.

Melalui kombinasi pengembangan kompetensi, pembelajaran terstruktur, budaya inovasi, penerapan standar industri, serta penciptaan lingkungan kerja yang mendukung interaksi, MCR menempatkan pengembangan talenta sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan di industri F&B B2B.

Tags: Rasa Group
Previous Post

Global Sources Indonesia 2026: Ribuan Pelaku Bisnis Penuhi JICC Senayan di Hari Pertama Global Sources Indonesia 2026

Next Post

Pertamina EP Regional 1 Berhasil Tajak Sumur BNN-F, Hasil Uji Capai 1.765 BOPD

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR