Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (1/10/2026) di zona merah. IHSG ditutup melemah 61,63 poin atau 1,02% ke level 6.009,50 di tengah dominasi saham yang mengalami penurunan harga.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 206 saham ditutup menguat, 450 saham melemah, dan 134 saham stagnan. Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual mendominasi pergerakan saham pada perdagangan hari ini.
Total volume perdagangan mencapai 32,13 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,57 triliun.
Pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini tercermin dari jumlah saham yang terkoreksi, yang mencapai lebih dari dua kali lipat jumlah saham yang menguat. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual terjadi pada banyak saham, bukan hanya terbatas pada sejumlah emiten tertentu.
Secara keseluruhan, terdapat 584 saham yang bergerak turun atau naik, sementara 134 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Dari saham yang bergerak, sekitar 68,6% mengalami penurunan.
Nilai transaksi sebesar Rp10,57 triliun dengan volume 32,13 miliar saham juga menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup besar. Namun, besarnya transaksi tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya akumulasi maupun distribusi oleh investor tertentu.
Pasar Masih Tertekan
Penurunan IHSG sebesar 1,02% membawa indeks ke level 6.009,50. Dengan posisi tersebut, IHSG semakin mendekati level psikologis 6.000 yang dapat menjadi perhatian pelaku pasar dalam perdagangan selanjutnya.
Apabila tekanan jual berlanjut, level 6.000 berpotensi menjadi area pengujian bagi indeks. Jika IHSG mampu bertahan di atas level tersebut dan kembali menguat, peluang pemulihan dapat terbuka. Meski demikian, konfirmasi tetap diperlukan melalui pergerakan indeks dan volume transaksi pada perdagangan berikutnya.
Dari sisi sentimen, pelaku pasar perlu mencermati pergerakan saham berkapitalisasi besar, transaksi investor asing, perkembangan pasar saham global, serta pergerakan nilai tukar rupiah dan harga komoditas. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi arah pergerakan IHSG, tetapi belum dapat dipastikan sebagai penyebab langsung pelemahan pada hari ini tanpa data pendukung lebih lanjut.
Secara keseluruhan, dominasi saham yang melemah menunjukkan bahwa kondisi pasar pada Kamis (1/10/2026) masih berada di bawah tekanan. Investor dapat mencermati perkembangan IHSG pada perdagangan berikutnya dengan memperhatikan level 6.000, perubahan volume transaksi, dan arah pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar.
Data AI
