TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PT Advanced Offshore Transformasikan SDM untuk Perkuat Kinerja dan Keberlanjutan Bisnis

Ahmad Churi
15 October 2026 | 08:33
rubrik: Event
PT Advanced Offshore Transformasikan SDM untuk Perkuat Kinerja dan Keberlanjutan Bisnis

PT Advanced Offshore Services (AOS) tahun ini masuk nominasi mengikuti ajang corporate rating, penilaian dan penjurian untuk penghargaan  bidang human capital management system (HCMS) atau TOP Human Capital Awards 2026 yang dihelat Majalah Top Business. Presentasi dan wasancara penjurian dilakukan secara daring melalui zoom meeting pada Rabu (14/10/2026) yang disampaikan Direktur AOS, Virna Olivia dan  HR Manager, Lusy Sellina yang didampingi HRGA, Nadia Zahra dengan materi presentasi berjudul “Doing Things Right and Doing Right Things”.

Jakarta, TopBusiness – Berdiri sejak 2009, AOS bergerak di bidang jasa offshore dan subsea, termasuk pekerjaan penyelaman, remotely operated vehicle (ROV), serta rekayasa subsea. Perusahaan telah menangani berbagai proyek instalasi dan perbaikan pipa, inspeksi bawah laut, pemeliharaan, konstruksi, serta intervensi subsea bagi klien industri minyak dan gas, baik di Indonesia maupun pasar internasional. 

Dalam menjalankan operasionalnya, PT AOS mengombinasikan keahlian teknis dengan keunggulan operasional untuk memberikan layanan offshore yang komprehensif dengan solusi end-to-end yang disesuaikan dengan kebutuhan klien di industri energi. Perusahaan memiliki visi utama yakni “AOS bertujuan untuk menjadi kontraktor lepas pantai (bawah laut) terkemuka di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan India dengan cara “melakukan segala sesuatu dengan benar dan melakukan hal yang benar-“doing things right and doing right things”. 

Dengan pengalaman yang telah teruji, perusahaan ini terus menghadirkan solusi inovatif dan dukungan operasional offshore yang andal untuk memastikan keberhasilan serta keselamatan setiap proyek dengan dukungan SDM dengan keahlian yang mumpuni di bidangnya.

Sesui bidang yang digelutinya,  offshore dan subsea, AOS menyadari peran HC sangat krusial dengan menjadikan pengembangan SDM sebagai pilar utama bagi keberlanjutan bisnis. Karena itu, sejak berdiri perusahaan memiliki komitmen besar untuk terus memperkuat transformasi human capital dengan menempatkan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) sebagai mitra strategis  untuk kinerja dan bisnis yang berkelanjutan.

Langkah ini diambil guna mendukung pencapaian bisnis di tengah dinamika transformasi di industri ini yang juga kian dinamis. Sehingga penguatan kapasitas dan produktivitas karyawan menjadi kunci krusial dalam memastikan keberlanjutan daya saing perusahaan. 

BACA JUGA:   Komponen GRC Lengkap, Kinerja Bank BJB kian Mentereng

Demikian beberapa poin penting yang terungkap dalam wawancara penjurian  TOP Human Capital Awards 2026. TOP Human Capital Awards adalah ajang penilaian untuk  penghargaan tertinggi di Indonesia yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai berhasil mengelola dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penerapan Human Capital Management System (HCMS) secara unggul.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness bekerja sama dengan Asosiasi Human Capital, konsultan, praktisi, serta akademisi dari berbagai universitas terkemuka (seperti UI, Unpad, dan lainnya). Kegiatan yang melibatkam juri exspert dan berbagai kalangan ini, juga bertujuan mendorong peran strategis fungsi human capital sebagai mitra bisnis (business partner) yang memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis perusahaan. 

Dalam paparan lebih lanjut, disebutkan bahwa transformasi SDM AOS dilakukan dengan pendekatan manajemen modern (HCMS) terintegrasi, selaras  dengan strategi bisnis perusahaan berkelanjutan. Di antaranya dilakukan melalui pengembangan kompetensi, mobilitas talenta, perencanaan suksesi dengan dukungan teknologi digital. Strategi ini dilakukan sebagai upaya untuk terus meningkatkan produktivitas, sekaligus menjaga dan meningkatkan daya saing bisnis perusahaan jangka Panjang.

Salah satu fokus transformasi HC AOS adalah membangun jalur pengembangan karier melalui identifikasi talenta, peningkatan kompetensi, dan mobilitas internal. Perusahaan memanfaatkan pendekatan Nine (9-Box Talent Management) untuk pemetaan talenta berdasarkan kinerja dan potensi karyawan. Matriks ini membagi karyawan ke dalam 9 kotak dengan kombinasi performa dan potensi untuk mengidentifikasi high performer dan high potential SDM secara objektif. Sehingan dengan mengidentifikasi potensi karyawan, perusahaan bisa melakaukan pengembangan karier secara lebih terarah.

AOS menekankan bahwa pengelolaan SDM tidak lagi sebatas menjalankan fungsi administratif, tetapi harus mampu memastikan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan operasional maupun perkembangan bisnis. Dalam ini, PT Advanced Offshore Services juga berkomitmen untuk menjadikan inovasi, keselamatan kerja, dan keberlanjutan sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas operasionalnya. Melalui prinsip tersebut, perusahaan berupaya menciptakan nilai jangka panjang bagi klien, mitra kerja, serta para pemangku kepentingan, sekaligus berkontribusi dalam mendukung perkembangan sektor energi di Indonesia maupun di tingkat internasional.

BACA JUGA:   Program Harmoni untuk Tingkatkan Semangat Kerja Insan PTAM Berkah Banua

“Dalam industri yang menuntut standar keselamatan, kepatuhan, dan kompetensi teknis tinggi, kualitas human capital menjadi faktor penting untuk menjaga keandalan layanan dan kepercayaan pelanggan. Karena itu, kami juga menaruh perhatian besar terhadap aspek keamanan dan keselamatan krja bagi seluruh SDM yan ada,” tegas Virna Olivia.

Pada aspek keselamatan, kesehatan, lingkungan, dan kepatuhan, AOS melaporkan bahwa seluruh personel yang diwajibkan telah memenuhi sertifikasi kompetensi dan kesehatan yang berlaku. Perusahaan juga mencatat sembilan audit berhasil dilalui selama 2024–2025 dengan tingkat kepatuhan 100%, serta seluruh proyek tidak memiliki temuan mayor.

Pengembangan talenta dan suksesi internal

Sesuai pendekatan 9 BOX, salah satu fokus transformasi HC AOS adalah membangun jalur pengembangan karier melalui identifikasi talenta, peningkatan kompetensi, dan mobilitas internal. Perusahaan memanfaatkan pendekatan 9-Box dilakukan untuk mengidentifikasi karyawan berpotensi tinggi sekaligus berkinerja baik, sehingga pengembangan karier dapat dilakukan secara lebih terarah.

AOS juga menerapkan mobilitas internal untuk menyesuaikan kemampuan karyawan dengan kebutuhan jabatan. Di sisi lain, perusahaan menghubungkan hasil pembelajaran dengan penugasan, promosi, dan perencanaan suksesi. 

Pengembangan SDM dilakukan melalui pelatihan fungsional, sertifikasi profesional, pendidikan formal, dan peningkatan kompetensi sesuai kebutuhan masing-masing fungsi.Program tersebut mencakup pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja, kepatuhan hukum, tender minyak dan gas, perpajakan, pengadaan, hingga pemahaman tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Perusahaan juga mendukung pendidikan formal karyawan serta pengembangan profesional di bidang human resources.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa investasi pengembangan kompetensi diarahkan untuk mendukung kebutuhan operasional dan kepatuhan terhadap persyaratan industri, sekaligus memperkuat kesiapan organisasi menghadapi tuntutan proyek.

Kinerja HC tercermin dalam indikator perusahaan

Dari sisi kinerja, materi presentasi AOS menunjukkan sejumlah indikator positif sepanjang 2024–2025. Rasio pertumbuhan rata-rata karyawan tercatat 12,24%, tingkat suksesi internal mencapai 100%, dan rata-rata kehadiran karyawan sebesar 98,35%. Sementara itu, tingkat pergantian karyawan atau turnover tahunan tercatat 3,64%.

BACA JUGA:   Konsisten Jalankan Program TJSL, KBI Raih 3 Penghargaan di Ajang TOP CSR Award 2021

Pada aspek pelanggan dan operasional, perusahaan melaporkan skor kepuasan pelanggan rata-rata minimal 4 dari 5, pencapaian kepatuhan proyek dan operasional 100%, serta pemenuhan target penyampaian layanan sebesar 100%.

Kinerja human capital tersebut berjalan beriringan dengan sejumlah indikator bisnis. AOS mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 1,87%, pertumbuhan laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) sebesar 20%, efisiensi biaya operasional (opex) sebesar 2,58%, serta penurunan belanja modal (capex) sebesar 15,55%.

Angka-angka tersebut menjadi indikator yang relevan untuk melihat arah hubungan antara pengelolaan SDM, efektivitas operasional, dan kinerja bisnis. Namun, untuk memastikan besarnya kontribusi langsung program HC terhadap peningkatan EBIT maupun efisiensi biaya, diperlukan pengukuran dampak yang lebih spesifik.

Dari sisi transformasi digital, AOS menggunakan sistem sesuai kebutuhan fungsi bisnis. Sistem NAMAKA dimanfaatkan untuk pelacakan aset dan peralatan berat serta pengelolaan pemeliharaan, termasuk pemantauan utilisasi dan siklus hidup aset. Sementara itu, sistem ACCURATE digunakan pada fungsi pengadaan dan keuangan, antara lain untuk pencatatan transaksi pembelian, pengelolaan arus kas, utang-piutang, dan pelaporan keuangan.

Pada ranah human capital, materi presentasi turut menampilkan pengembangan people analytics dan digitalisasi HC sebagai bagian dari agenda transformasi. Pemanfaatan data diharapkan mendukung pengambilan keputusan yang lebih terarah dalam pengelolaan tenaga kerja.

AOS juga mengembangkan mekanisme komunikasi dan penyampaian aspirasi karyawan, antara lain melalui kanal pelaporan daring berbasis barcode. Pendekatan ini melengkapi upaya perusahaan membangun pengalaman kerja yang lebih baik, keterlibatan karyawan, serta budaya kerja yang mengedepankan keselamatan dan kepatuhan.

Melalui rangkaian program tersebut, AOS berupaya membangun organisasi yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan proyek saat ini, tetapi juga memiliki talenta dan kompetensi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Bagi AOS, transformasi human capital pada akhirnya diarahkan untuk memastikan orang yang tepat berada pada posisi yang tepat, memiliki kompetensi yang sesuai, serta memperoleh kesempatan berkembang. Strategi ini menjadi fondasi perusahaan dalam menjaga kualitas layanan, memperkuat daya saing, dan mendorong keberlanjutan bisnis di industri offshore dan subsea yang menuntut keandalan tinggi.

Tags: Advanced Offshore
Previous Post

Perusahaan Haji Isam Akuisisi 30,25% Saham BYAN Senilai Rp26,10 Triliun, Ini Klarifikasi Manajemen ke BEI

Next Post

IMF Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Jadi 5,1%, Vietnam Tertinggi di Asia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR