TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Vanaya Institute Tekankan Pentingnya Purpose dan People-Centric dalam Transformasi Manusia

Agus Haryanto
15 October 2026 | 14:25
rubrik: Event
Vanaya Institute Tekankan Pentingnya Purpose dan People-Centric dalam Transformasi Manusia

Jakarta, Topbusiness – Organisasi yang berorientasi pada tujuan (purpose-driven) dan menempatkan manusia sebagai pusat penggerak (people-centric) dinilai memiliki peran penting dalam mendorong perubahan positif dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut menjadi landasan bagi organisasi untuk tidak hanya mengejar kinerja bisnis, tetapi juga menghadirkan transformasi manusia yang bermakna.

Hal tersebut disampaikan CEO PT Vanaya Nexus Global (Vanaya Institute), Lyra Puspa, saat menjelaskan filosofi organisasi dalam sesi penjurian TOP Human Capital Awards 2026 yang digelar secara daring, Kamis (15/10/2026).

Menurut Lyra, keberadaan organisasi harus dilandasi tujuan yang jelas, terutama dalam memberikan kontribusi terhadap perubahan ke arah yang lebih baik.

“Kita adalah purpose-driven dan people-centric organization. Jadi, kita berangkat dari purpose. Kita hadir karena kita punya tujuan untuk bisa mendampingi perubahan ke arah yang lebih baik,” ujar Lyra kepada Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2026.

Ia menjelaskan bahwa purpose atau tujuan menjadi fondasi yang menentukan arah organisasi, sedangkan manusia berperan sebagai penggerak untuk mewujudkan tujuan tersebut.

“Berangkat dari purpose, yang menggerakkan adalah people. Jadi, kita sangat people-centric. Kemudian, ujung dari dampak organisasi itu adalah transformasi manusia,” jelasnya.

Lyra juga membedakan peran manusia sebagai penggerak organisasi dan sebagai penerima manfaat dari proses transformasi.

Dalam konsep tersebut, people merujuk pada individu-individu yang menggerakkan organisasi, sedangkan human menjadi sasaran utama perubahan yang ingin diwujudkan.

“Human itu adalah sasaran utama kita, muara kita. Sementara people adalah yang menggerakkan di dalam organisasi,” ungkapnya.

Lyra menempatkan transformasi manusia sebagai tujuan akhir dari aktivitas organisasi. Dalam pandangannya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis atau target operasional, tetapi juga dari dampak perubahan yang dihasilkan bagi manusia.

Pendekatan purpose-driven dan people-centric tersebut menekankan pentingnya keselarasan antara tujuan organisasi, keterlibatan individu, dan hasil transformasi yang ingin dicapai.

Melalui filosofi tersebut, Vanaya Institute menempatkan purpose sebagai fondasi, people sebagai penggerak, dan transformasi manusia sebagai tujuan akhir dalam pendekatan organisasinya.

Transformasi Manusia melalui Coaching

Vanaya Institute terus memperkuat komitmennya sebagai organisasi yang berorientasi pada tujuan (purpose-driven organization) dengan menghadirkan transformasi manusia yang berdampak nyata. Mengusung semangat “Facilitating Worldwide Change Toward Meaningful Impact”, Vanaya menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap program, inovasi, dan kontribusi yang dijalankannya.

BACA JUGA:   Inilah 3 Fokus CSR Bank OCBC NISP

Operations Director Vanaya Institute, Meity Wardoyo, menegaskan bahwa transformasi yang berkelanjutan harus dimulai dari pemahaman terhadap manusia secara utuh, bukan hanya dari aspek profesional, tetapi juga mencakup dimensi hati, jiwa, raga, dan pikiran.

“Vanaya merupakan organisasi yang digerakkan oleh tujuan untuk menghadirkan perubahan bermakna di seluruh dunia. Kami percaya bahwa perubahan sejati berawal dari manusia. Karena itu, setiap insan Vanaya, pelanggan, maupun masyarakat yang kami dampingi selalu kami pandang sebagai manusia yang utuh,” ujar Meity dalam pemaparannya.

Menurut Meity, pendekatan people-centric menjadi fondasi utama Vanaya Institute dalam menciptakan transformasi melalui konsep A Whole Person Organization.

Konsep tersebut mencakup empat dimensi yang saling melengkapi, yakni contribution as the soul atau kontribusi sebagai jiwa, culture as the heart atau budaya sebagai hati, competency as the mind atau kompetensi sebagai pikiran, serta commercial as the body atau aspek komersial sebagai tubuh organisasi.

Keempat dimensi tersebut menempatkan manusia sebagai pusat organisasi sekaligus menjadi landasan untuk memastikan bahwa pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan pengembangan manusia dan kontribusi yang bermakna.

Pendekatan itu kemudian diwujudkan melalui berbagai program coaching, pengembangan kepemimpinan, transformasi organisasi, serta inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam aspek professional impact, Vanaya Institute telah mencatat berbagai pencapaian dalam pengembangan kapasitas manusia melalui coaching.

Vanaya Institute menyampaikan telah menghasilkan lebih dari 10.000 alumni program coaching dan memiliki pengalaman lebih dari 17 tahun dalam mengembangkan keunggulan coaching.

Pengembangan tersebut mengacu pada standar organisasi profesi coaching internasional, seperti International Coaching Federation (ICF), European Mentoring and Coaching Council (EMCC), serta Association for Coaching (AC).

Selain itu, Vanaya Institute telah menginisiasi lebih dari 50 gerakan coaching di berbagai wilayah Indonesia untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengembangan diri dan kepemimpinan.

BACA JUGA:   Pertamina Hulu Rokan Poles HC agar Bisnis Bertumbuh dan Kinclong

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai kontribusi sosial, termasuk dukungan coaching bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera.

Meity menjelaskan bahwa inisiatif kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari upaya Vanaya untuk menghadirkan manfaat coaching bagi masyarakat yang menghadapi situasi sulit.

“Kami ingin coaching tidak hanya dirasakan oleh para profesional dan pemimpin organisasi, tetapi juga oleh masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk bangkit dan bertransformasi. Inilah esensi kontribusi yang ingin terus kami perluas,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Vanaya Institute juga mencatat lebih dari 100.000 kehidupan telah mendapatkan dampak melalui berbagai kegiatan coaching yang dijalankannya.

Tidak hanya berfokus pada pengembangan individu, Vanaya juga memperluas kontribusinya terhadap transformasi bisnis dan organisasi.

Dalam aspek industry impact, Vanaya telah mendampingi dan memberdayakan lebih dari 1.000 organisasi melalui berbagai program coaching, pengembangan kepemimpinan, dan transformasi organisasi.

Vanaya juga telah menyelenggarakan lebih dari 300 angkatan program coaching untuk memperkuat kemampuan coaching di lingkungan organisasi.

Jangkauan program Vanaya telah mencakup lebih dari 20 wilayah di Indonesia, dengan jejaring coaching yang tersebar di lebih dari 50 negara.

Menurut Meity, perluasan jangkauan tersebut mencerminkan upaya Vanaya dalam membangun ekosistem coaching yang semakin inklusif dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan organisasi.

“Kami ingin semakin banyak organisasi mengenal dan merasakan dampak coaching. Bagi kami, keberhasilan transformasi tidak hanya dilihat dari peningkatan kinerja bisnis, tetapi juga dari bagaimana manusia di dalam organisasi tersebut berkembang,” ungkapnya.

Dari sisi scientific impact, Vanaya terus mengembangkan pendekatan coaching berbasis ilmu pengetahuan dan penelitian.

Salah satu kontribusinya adalah pengembangan pendekatan brain-focused coaching yang dipelopori oleh Coach Lira, dengan mengintegrasikan pemahaman mengenai cara kerja otak ke dalam proses coaching.

Vanaya Institute juga menyampaikan kontribusinya dalam validasi klinis coaching serta pengembangan praktik evidence-based coaching di tingkat global.

Langkah inovasi tersebut semakin diperkuat melalui pengembangan SEAS, platform AI Coaching Intelligence yang dirancang untuk mendukung pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam ekosistem coaching.

BACA JUGA:   Jadi Bank Sehat dan Menguntungkan, BPR Syariah Kotabumi Kandidat Peraih TOP BUMD Award 2025

Meity menilai pengembangan inovasi berbasis sains dan teknologi menjadi bagian penting dalam memastikan coaching tetap relevan dengan kebutuhan manusia dan organisasi yang terus berkembang.

“Transformasi manusia membutuhkan pendekatan yang tidak hanya inspiratif, tetapi juga memiliki landasan ilmiah yang kuat. Karena itu, Vanaya terus mengembangkan inovasi coaching berbasis sains dan teknologi untuk menghadirkan dampak yang lebih luas,” katanya.

Kontribusi Vanaya Institute dalam pengembangan coaching juga memperoleh berbagai pengakuan melalui penghargaan nasional maupun internasional.

Dalam aspek reputational impact, Vanaya mencatat penghargaan kemitraan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada 2025 sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi strategis yang telah dibangun.

Di tingkat internasional, materi presentasi Vanaya Institute juga menampilkan ICF Coaching Impact Award 2024 sebagai bagian dari rekam jejak pengakuan dalam ekosistem coaching yang berkaitan dengan kiprahnya.

Sebelumnya, pada 2019, Vanaya mencatat Global Coaching Innovation Award sebagai salah satu pengakuan atas inovasi di bidang coaching.

Berbagai penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Vanaya dalam memperkuat peran coaching sebagai instrumen transformasi manusia dan organisasi.

Bagi Meity, penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan pengakuan atas kontribusi yang telah dibangun sekaligus dorongan untuk terus menghadirkan inovasi.

“Pengakuan yang kami terima merupakan bagian dari perjalanan panjang Vanaya. Namun, yang terpenting bagi kami adalah bagaimana seluruh kontribusi, inovasi, dan kolaborasi tersebut benar-benar menghasilkan transformasi manusia yang bermakna,” tuturnya.

Ke depan, Vanaya Institute berkomitmen memperluas ekosistem coaching melalui kolaborasi lintas industri, penguatan pendekatan berbasis sains, serta pemanfaatan teknologi untuk menjangkau lebih banyak individu dan organisasi.

Dengan mengintegrasikan dampak profesional, industri, ilmiah, dan reputasi, Vanaya berharap dapat terus menjadi katalisator perubahan yang tidak hanya mendorong peningkatan kinerja, tetapi juga membangun manusia yang lebih berdaya dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

“Pada akhirnya, seluruh upaya Vanaya bermuara pada satu tujuan, yaitu menghadirkan human transformation. Kami percaya bahwa ketika manusia bertransformasi, organisasi, masyarakat, bahkan dunia juga dapat mengalami perubahan yang lebih bermakna,” pungkas Meity.

Previous Post

Kas Melimpah, PRDA Siap Pacu Laba dan Inovasi Digital

Next Post

TPIA Gandeng Danantara dan INA Tuntaskan Kemitraan Investasi di Proyek CA EDC

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR