TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Gempa Sambut Annual Meetings 2018 di Bali

Nurdian Akhmad
12 October 2018 | 16:25
rubrik: Article
Presiden Jokowi: Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Untungkan RI

foto: istimewa

Belum hilang duka Indonesia terhadap gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, gempa kembali terjadi di Dongggala-Palu, Sulawesi Tengah bahkan disertai dengan tsunami. Rentetan gempa yang terjadi seolah menyambut perhelatan akbar ekonomi dan keuangan dunia yakni Annual Meetings International Monetary Fund–World Bank (IMF-WB) 2018.

Oleh : Welly Hidayat
Pegawai Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan*

Rentetan gempa terjadi ditengah persiapan pelaksanaan Annual Meetings IMF-WB 2018 akan berlangsung pada 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali. Hal ini tentu menjadi tugas berat pemerintah terutama panitia untuk memastikan bahwa Bali aman untuk penyelenggaraan Annual Meetings IMF-WB 2018.

Annual Meetings IMF-WB adalah pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Gubernur IMF dan World Bank. Annual Meetings IMF-WB dilaksanakan setiap tahun sekali pada awal bulan Oktober di Washington DC, Amerika Serikat. Namun setiap tiga tahun sekali, pertemuan tahunan ini digelar di negara anggota melalui proses seleksi dan pemilihan.

Banyak negara yang berminat menjadi tuan rumah Annual Meetings karena keuntungan yang didapatkan sebagai tuan rumah penyelenggara Annual Meetings. Tiga tahun yang lalu, tepatnya bulan Oktober 2015, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Annual Meetings IMF-WB 2018 setelah menang bersaing dengan Mesir dan Senegal. Sebelumnya Annual Meetings IMF-WB diselenggarakan oleh Uni Emirat Arab Tahun 2003, Singapura Tahun 2006, Turki Tahun 2009, Jepang Tahun 2012, dan Peru Tahun 2015. Sedangkan untuk tahun 2021 nanti, Maroko sudah terpilih menjadi tuan rumah setelah menyingkirkan sejumlah negara lainnya.

Indonesia patut berbangga telah terpilih menjadi tuan rumah perhelatan Annual Meetings IMF-WB 2018. Terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah menunjukkan tingginya kepercayaan dunia Internasional terhadap Indonesia di dalam bidang keamanan, stabilitas politik, dan keberhasilan di bidang ekonomi. Menjadi tuan rumah Annual Meetings merupakan momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan ekonomi dan leadership serta komitmen Indonesia dalam penanganan isu-isu global.

BACA JUGA:   Indonesia Menuju Impian Menjadi Negara Donor

Annual Meetings IMF-WB 2018 akan akan mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu-isu terkini, seperti isu proteksionisme, isu perubahan iklim, isu stabiliitas keuangan global, isu tax reform, isu iklim bisnis (business climate), isu kemiskinan, pengangguran, lapangan kerja, isu sosial gender, dan isu ketidaksetaraan (inequality).

Forum ekonomi dan keuangan terbesar ini nantinya akan dihadiri seluruh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank sentral dari 189 negara anggota IMF-WB, pertemuan tahunan ini juga akan dihadiri 3.500-5.000 investor di industri keuangan yang siap berinvestasi, 500 CSO (Civil Society Organizations), lembaga internasional, LSM, anggota parlemen, akademisi, media, dan observer dengan total perkiraan peserta mencapai 15.000 partisipan.

Dengan jumlah partisipan yang besar, Annual Meetings 2018 harus dijadikan momentum untuk mempercepat kemajuan Indonesia. Aktivitas peserta Annual Meeting 2018 akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menyumbang potensi penerimaan devisa. Perhelatan ekonomi terbesar di dunia itu bisa memberikan banyak manfaat bagi perekonomian Indonesia mulai dari investasi, perdagangan, pertumbuhan ekonomi, penciptaan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan rumah tangga, pertumbuhan sektor pariwisata, peningkatan pendapatan usaha lokal, dan peningkatan penerimaan negara.

Manfaat langsung dari Annual Meetings 2018 antara lain hotel maupun penyedia transportasi di Bali akan kebanjiran pesanan. Selain Bali, Destinasi wisata di Banyuwangi, Lombok, serta Labuan Bajo menjadi tiga tujuan wisata yang mendapat perhatian penuh pemerintah. Tiga destinasi tersebut potensial dikunjungi oleh para peserta karena posisinya yang tidak jauh dari forum Annual Meetings. Sementara itu, beberapa daerah lain seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Candi Borobudur di Jawa Tengah, dan Raja Ampat di Papua Barat, juga disiapkan untuk menjadi salah satu alternatif tujuan wisata para peserta.

BACA JUGA:   PUPR Minta Kontraktor Bantu Pemulihan Palu-Donggala

Sedangkan untuk jangka panjang manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Annual Meetings 2018 yaitu kepemimpinan Indonesia di kawasan mulai menunjukkan posisi yang strategis dan diperhitungkan dunia. Selain itu, Indonesia berkesempatan untuk mempromosikan pariwisata agar mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, promosi event venues untuk segmen MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), sekaligus promosi kekayaan dan keragaman Indonesia terutama dalam perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Besarnya manfaat yang akan diperoleh dari penyelenggaraan Annual Meetings 2018 harus menjadi motivasi pemerintah dalam mempersiapkan dan mitigasi resiko pelaksanaan khususnya mitigasi terjadi gempa yang menghantui pelaksanaan Annual Meetings IMF-WB 2018. Panitia harus mempersiapkan langkah-langkah pencegahan, melakukan pengawasan, dan koordinasi secara stimultan dengan PVMBG dan BMKG terkait perkembangan terkini gempa bahkan melakukan persiapan  langkah-langkah evakuasi. Pemerintah juga perlu amplifikasi komunikasi dan diseminasi seluas-luasnya mengenai besaran manfaat daripada biayanya kepada masyarakat. Selain itu perlu diperhatikan isu-isu lain terkait keamanan dan rencana evakuasi apabila terjadi gempa ataupun erupsi Gunung Agung di Bali.

Dan yang tidak kalah penting pemerintah harus senantiasa menjaga tata kelola secara efektif, efisien, bebas korupsi, dan konflik kepentingan terkait pengelolaan anggaran dan akuntabilitas penyelenggaraan Annual Meetings 2018. Pembiayaan event ini harus dilaksanakan dengan menjaga prinsip good governance dan mengikuti standar pelaksanaan penyelenggaraan event internasional, serta memenuhi persyaratan IMF-WB.

 

*)Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mewakili kebijakan instansi tempat penulis bekerja

 

Tags: gempa palu
Previous Post

Batas Nilai Impor Barang Kiriman Diturunkan, Buku Justru Dibebaskan

Next Post

Generasi Milenial di Bangku Birokrasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR