TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Targetkan Kredit 10-12%, Ini Tujuh Kebijakan BI di 2019

Busthomi
28 November 2018 | 10:32
rubrik: Business Info
Dorong Sektor Properti, BI akan Longgarkan Aturan Kredit

Gubernur BI Perry Warjiyo/foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia (BI) menyebut prospek ekonomi di 2019 akan semakin membaik dengan laju pertumbuhan yang meninggi dan stabilitas tetap terjaga.

Untuk itu, BI mematok target laju kredit di tahun depan bisa di angka 10-12% dengan target pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) di angka 8-10%, tentu dibarengi likuiditas yang tetap terjaga.

Agar target tersebut bisa dijaga, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, lembaganya akan mengusung tujuh area kebijakan yang bakal ditempuh BI.

Pertama, kata Perry, kebijakan moneter akan tetap difokuskan pada stabilitas, khususnya pengendalian inflasi sesuai sasaran 3,5+1% dan stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya.

“Stance kebijakan moneter yang pre-emptive dan ahead-the-curve itu akan dipertahankan pada tahun 2019,” tegas Perry di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Kedua, kebijakan makroprudensial yang akomodatif akan ditempuh untuk mendorong intermediasi perbankan dalam pembiayaan ekonomi termasuk menjaga ketahanan sistem keuangan dengan memperkuat surveilans terhadap bank-bank besar dan korporasi yang sistemik.

“Ketiga, kebijakan sistem pembayaran akan terus dikembangkan untuk kelancaran, efisiensi, dan keamanan transaksi pembayaran nontunai maupun tunai, termasuk dalam mendukung ekonomi dan keuangan digital,” tandas dia.

Keempat, akselerasi pendalaman pasar keuangan terus didorong untuk mendukung efektivitas kebijakan Bank Indonesia dan pembiayaan ekonomi secara lebih luas serta terus berpartisipasi aktif dalam inovasi berbagai instrumen pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur ke depan.

Kelima, mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, baik melalui program-program BI maupun sebagai bagian program Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Keenam, perluasan pengembangan UMKM dengan fokus pada pengendalian inflasi dan penurunan defisit transaksi berjalan.

Ketujuh, kebijakan internasional diarahkan untuk memperkuat persepsi positif terhadap Indonesia dan berperan aktif dalam perumusan kebijakan di berbagai lembaga internasional.

BACA JUGA:   Posisi Kewajiban Neto Investasi Internasional Indonesia Triwulan I 2026 Menurun

Selain itu, lanjut Perry, BI juga bakal semakin memperkuat sinergi bauran kebijakan ekonomi nasional dengan Pemerintah, OJK, dan otoritas lainnya.

“Sinergi bauran kebijakan akan diarahkan untuk pengendalian inflasi, perbaikan struktur ekonomi, stabilitas sistem keuangan, akselerasi pendalaman pasar keuangan serta ekosistem ekonomi dan keuangan digital,” papar dia.

Penulis: Tomy

Tags: biGubernur BI
Previous Post

Analis: Penguatan USD Akan Menekan Laju Rupiah

Next Post

Kasus SOCI Bisa Berdampak Buruk ke Industri Perkapalan Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR