Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi bakal kembali ke zona merah. Lagi-lagi masih tak jelasnya perundingan perang dagang AS-China telah menjadi ancaman rupiah.
Mengutip Bloomberg pagi ini, mata uang Garuda ini dibuka di level Rp 14.137 atau melemah 17 poin dari penutupan akhir pekan lalu atau Jumat (1/3/2019) di tangga Rp 14.120. Tren rupiah terus memerah, dalam 30 menit pertama ke posisi Rp14.145.
Menurut analis pasar uang dari Garuda Berjangka, Ibrahim, pergerakan rupiah masih akan melanjutkan pelemahannya. Kondisi ini masih dipicu oleh perundingan dagang antara AS dan China kembali memanas.
Sebelumnya, sejumlah analis juga menyebut bahwa indeks manufaktur AS yang dirilis akhir pekan lalu yang hanya mencapai 54,2, dianggap masih di bawah konsesus para analis. Mereka semula melihat potensi indeks manufaktur bisa mencapai level 55,6. Kondisi tersebut dianggap akan menekan laju USD, justru saat ini relative melemahkan rupiah.
“Dengan kondisi perundingan yang seperti itu membuat para pelaku pasar khawatir. Risiko ini akan memicu investor berpikir ulang mengkoleksi rupiah,” jelas Ibrahim di Jakarta, Senin (4/3/2019).
Dengan kondisi tersebut, lanjut dia, dalam proyeksinya mata uang NKRI itu akan bergerak di kisaran Rp 14.070-Rp 14.150 per USD.
Sebelumnya di Jumat (1/3/2019) lalu, kurs spot rupiah turun 0,36% menjadi Rp 14.120 per USD. Sedang kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) juga melemah 0,35% menjadi Rp 14.111 per USD.
Penulis: Tomy
