Jakarta — Pengendalian kenaikan harga cabe menentukan rata-rata angka inflasi di tahun 2013. Bersamaan dengan itu adalah pengendalian harga beras, transportasi udara, dan lain-lain. “Kini ada tren kenaikan harga-harga tersebut. Bila dapat dikendalikan, maka rata-rata inflasi di tahun 2013 ini di bawah 9 persen,” kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, hari ini.
Angka di bawah 9 persen itu lebih rendah daripada prediksi sebelumnya. “Semula kan kita memerkirakan bahwa inflasi tahun 2013 di kisaran 9 persen sampai 9,8 persen,” kata Agus.
“Berapa persisnya kisaran rata-rata inflasi di tahun 2013?” tanya wartawan. Agus tidak bersedia menjawab pertanyaan itu. “Kalau kisaran tersebut, ya saya belum bisa jelaskan sekarang,” katanya.
Inflasi di bulan Desember 2013 diperkirakan di angka 0,4 persen sampai 0,7 persen.
Adapun larangan ekspor mineral mentah yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia dan berlaku mulai Januari 2014, diperkirakan berpengaruh untuk jangka pendek terhadap indikator ekonomi Indonesia. Dan dalam jangka waktu panjang, larangan itu akan menciptakan nilai tambah. “Seperti itulah yang kita harapkan,” kata mantan eksekutif di sejumlah bank terkemuka itu.
Bank Indonesia kini baru mendapatkan gambaran umum tentang larangan tersebut. “Masih akan dilihat pengaruhnya terhadap neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan,” kata dia lagi. (DHIT)