TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Digitalisasi Layanan Jadi Senjata Andalan Bank BJB

Nurdian Akhmad
30 August 2019 | 13:35
rubrik: Business Info
Digitalisasi Layanan Jadi Senjata Andalan Bank BJB

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten alias Bank BJB berupaya mengakselerasi kinerja melalui digitalisasi jasa layanan keuangan yang menjadi salah satu senjata utama perusahaan.

Sejauh ini, Bank BJB telah melakukan berbagai langkah strategis guna merealisasikan rencana digitalisasi ini.

Salah satu langkah tersebut ialah dengan penambahan fitur pembayaran digital berbasis QR Code. Berdasarkan rencana, sistem pembayaran tersebut akan diimplementasikan pada penghujung pekan ini.

“Penerbitan layanan ini merupakan langkah Bank BJB untuk mengakselerasi kinerja di era digital. Diharapkan ini akan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan yang kami berikan,” kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, M. Asadi Budiman dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (30/8/2019).

QR Code tersebut terkoneksi dengan layanan digital banking bjb Digi. Pengguna bisa memakai fitur ini untuk melakukan transaksi nontunai.

QR Code Bank BJB telah diujicobakan pada 1.500 transaksi dan sudah sesuai QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang baru dikeluarkan Bank Indonesia.

Penggunaan digital banking ini menjadi salah satu strategi Bank BJB untuk mendongkrak rasio dana murah. Dengan kemudahan yang diberikan, diharapkan rasio CASA ini mengalami pertumbuhan.

Strategi digitalisasi tersebut didukung dengan dibentuknya Direktorat IT, Treasury dan International Banking.

Direktorat baru ini berfokus untuk mengembangkan produk dan layanan produk digital guna mendorong ekspansi perseroanKemudian, Bank BJB akan mengoptimalkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah, antara lain digitalisasi layanan publik, digitalisasi Pemerintahan Daerah dan mendukung program smart city.

Beberapa program kolaborasi dengan Pemerintah Daerah yang telah berjalan antara lain layanan Pembayaran PBB-P2, E-Channel Samsat (E- Samsat), Tabungan Samsat (T-Samsat), Samsat Jawa Barat Ngabret/Bergerak Cepat (SAMSAT J’bret), Samsat Banten Hebat (SAMBAT), Internet Banking Corporate (IBC) dan Kartu Kredit Pemerintah (KKP).

BACA JUGA:   Berbekal GRC yang Kuat, Kinerja Bank BJB kian Gemilang

Inovasi juga dilakukan dalam layanan E-Tax bank bjb untuk menyetorkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Kerjasama Bank BJB terkait Layanan Penerimaan Pajak Daerah dengan Provinsi DKI Jakarta dan 34 Kota dan Kabupaten wilayah Jawa Barat dan Banten serta 2 Kota di luar wilayah Jabar dan Banten (Kota Batam dan Kota Pekanbaru) khususnya layanan PBB-P2 membuat Wajib Pajak di wilayah tersebut dapat melakukan pembayaran PBB-P2 secara online melalui aplikasi bjb Digi.

Selain itu pembayaran pajak dapat dilakukan melalui seluruh channel Bank BJB antara lain Teller, ATM, dan EDC, melakukan pembayaran PBB melalui bank bjb tentunya memiliki kelebihan yaitu tidak ada pungutan biaya tambahan adminsitrasi.

Pembayaran juga dapat dilakukan di channel layanan yang sudah bekerjasama dengan bank bjb dan Pemerintah Daerah setempat melalui Indomaret, Alfamart, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, PT Pos Indonesia.

Melalui program bjb BiSA, Bank BJB senantiasa mendekatkan diri kepada nasabahnya sebagai upaya dalam mendukung program branchless banking yang diusung oleh Otoritas Jasa Keuangan. Sampai dengan Triwulan Il, tercatat 796 agen laku pandai Bank BJB yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sejauh ini, kinerja Bank BJB sendiri masih menorehkan pencapaian positif hingga triwulan Il 2019 di mana perseroan mencatatkan aset Rp 120,7 triliun atau tumbuh sebesar 6,4% year on year yang didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 95,1 triliun atau tumbuh 7%.

Total penyaluran kredit juga meningkat 8,2% menjadi sebesar Rp 78,2 triliun. Kinerja bisnis tersebut membuat Bank BJB berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 803 miliar.

Perolehan dana berbasis komisi (fee based income) pada Semester I 2019 tercatat senilai Rp436 miliar. perolehan ini tumbuh ketimbang catatan pada Semester I 2018 dengan nilai Rp435 miliar.

BACA JUGA:   Prodia Edukasi dan Skrining Thalassemia Gratis bagi 1.000 Remaja di Purbalingga

Torehan kinerja positif ini menjadi salah satu pencapaian tersendiri yang patut dibanggakan bank bjb. Pasalnya catatan tersebut berhasil diukir di tengah situasi makroekonomi global dan nasional yang cenderung mengalami kemunduran dalam hitungan beberapa semester terakhir.  Pengembangan digitalisasi yang dilakukan diyakini bakal semakin menggenjot kinerja perseroan.

“Pertumbuhan yang kami harapkan adalah pertumbuhan kinerja yang berkualitas dan berkelanjutan. Perbaikan infrastruktur digital diharapkan akan semakin mengakselerasi kinerja yang selama ini sudah menunjukkan performa positif,” kata dia. (nrd)

Tags: Bank BJB
Previous Post

RUPSLB GMFI Angkat Tazar Marta Jadi Dirut Baru

Next Post

Menteri PUPR Hadiri Peresmian Jembatan Habibie di Timor Leste

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR