
Jakarta, businessnews.id — Badan Anggaran DPR RI, hari ini di Jakarta, menunda pembahasaan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015 (RAPBN 2015) dengan menteri keuangan, gubernur Bank Indonesia, dan menteri negara perencanaan pembangunan nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Itu karena menunggu hasil pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan presiden terpilih 2014-2019 Joko Widodo (Jokowi) pada siang hari ini di Bali.
“Sidang pembahasan RAPBN ditunda hingga Senin depan,“ tutup Ketua Badan Anggaran Ahmadi Noor supit, sambil mengetukkan palu dalam sidang.
Dalam sidang itu, terdapat berapa kali interupsi dari partai pendukung presiden terpilih Joko Widodo. Salah satunya dari Anggota Badan Anggaran DPR RI Dolfie O.F.P. dari Fraksi PDIP.
Ia menyatakan, sebaiknya sidang tersebut ditunda. “Sebaiknya pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) APBN ditunda. Sebab, lucu kalau RUU APBN ini akan dijalankan oleh presiden terpilih, padahal dia tidak ikut membahasnya.”
Sementera itu, Menteri Keuangan M. Chatib Basri menyatakan, RAPBN itu sifatnya base line (dasar), yang kemudian diisi melalui pembahasan di Komisi DPR RI, disesuaikan dengan apa visi-misi yang akan dimasukkan di sana.
Ia menambahkan, hari ini ada pertemuan antara Presiden SBY dan Jokowi. Karena itu empat mata, pihaknya tidak tahu apa yang dibicarakan, namun kalau hasilnya terkait dengan dengan pembahasan RAPBN, maka akan sudah barang tentu diakomodir.
Namun, dirinya merasa heran kalau dalam materi RUU RAPBN 2015 itu disebut tidak mengakomodir program presiden terpilih, atau tidak memberi ruang fiskal. “Wong pembahasannya pun belum dimulai,” kata dia. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito