Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga penutupan perdagangan Selasa (24/09) di Bursa Efek Indonesia kehilangan 68,59 poin, atau setara dengan 1,11 persen ke posisi 6.137,608.
Potensi pecah perang di kawasan Timur Tengah menjadi kekhawatiran tersendiri pelaku pasar modal. Pasalnya, garda revolusi Iran menyatakan kesiapannya untuk menyerang dan menghancurkan pihak-pihak yang mencoba memulai perang, menyusul Presiden Amerika Donald Trump setuju melakukan pengiriman pasukan dalam rangka meningkatkan pertahanan udara dan rudal Arab Saudi.
Kondisi pergerakan indeks komposit Jakarta masih bertahan di zona merah hingga jelang penutupan. Setelah beberapa jam berjalan, IHSG menunjukkan tren pelemahan. Ketika itu, terkoreksi 67,77 poin (1,09 persen) ke level 6.138,42. Begitu jelang penutupan sesi I, indeks kehilangan 75,39 poin (1,09 persen) ke level 6.130,81 dan terus mengalami tekanan hingga akhir sesi I sebanyak 77,99 poin (1,26 persen) ke level 6.128,21. IHSG terus menunjukkan tekanan pada awal pembukaan sesi II. Saat itu, indeks 75,44 poin (1,22 persen) ke level 6.130,76, dilanjutkan 77,80 poin (1,25 persen) ke level 6.128,39 menjelang akhir perdagangan.
Perdagangan di pasar reguler cenderung normal dengan volume transaksi mencapai 12.021.087.001 unit saham dengan frekuensi 446.834 kali senilai Rp 7,969 triliun. Sejumlah saham mengalami pengurangan harga, diantaranya, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) Rp 40 ke posisi Rp 1.105 per unit, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 400 ke posisi 29.725 dan PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) Rp 10 ke posisi 820.
Penulis : Agus H
