Jakarta, TopBusiness – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah melakukan transformasi dalam upaya peningkatan kinerja program kepedulian sosial perusahaan atau CSR.
“ASDP seperti saat ini sedang bertranformasi. Jadi tak hanya dalam hal bisnisnya saja, tapi juga aspek lain, salah satunya, CSR kita bertransformasi,” kata Manager CSR ASDP, Intan saat presentasi dihadapan dewan juri TOP CSR Awards 2020 yang berlangsung di Mercantile Athletic Club-World Trade Centre 1, Jakarta, hari ini.
Diakui, sebelumnya perseroan hanya menanti masukan akan program CSR dari luar, dan bukan atas inisiatif sendiri. “Dulu kita hanya pasif menunggu proposal, sekarang kita aktif dengan membuat suatu program yang sustain dan jangka panjang. Awalnya di 2017 masih sporadis maksudnya masih kasuistik program-programnya. Tapi kemudian, kita membuat satu payung besar yang menjadi tagline program PKBL. Yang kita sebut SENYUM ASDP,” papar dia.
Lanjut dia menerangkan. “Jadi SENYUM ASDP adalah program-program strategic PKBL ASDP yang ditujukan sebagai upaya mendukung project perusahaan atau strategic perusahaan, sekaligus untuk mencapai visi Indonesia 2045. SENYUM itu kepanjangan dari sentuhan nyata untuk masyarakat.” Jelasnya.
Menurutnya, SENYUM ASDP adalah bentuk komitmen dari perusahaan terhadap fungsi dan tanggung jawab sosial lingkungan, yang kemudian terbentuklah lima pilar.
Kelima pilar, seperit, SENYUM SEHAT. Itu adalah PKBL bidang kesehatan. kemudian, SENYUM INDAH yang mencakup program di bidang lingkungan.
Selanjutnya, SENYUM KARYA untuk bidang patnership untuk pemberdayaan masyarakat. Diikuti, SENYUM CERDAS di bidang pendidikan. Dan SENYUM PEDULI, yang ditujukan pada bentuk penangangan bencana alam dan pemberian donasi-donasi semacam itu.
Kendati begitu, perseroan menitikberatkan pada 2 pilar yang menjadi fokus perhatian utama yang salah satunya berkategori lingkungan, yaitu SENYUM INDAH dan SENYUM SEHAT.
“Kenapa di dua itu, karena untuk lingkungan bisnis ASDP sangat terkait dengan isu lingkungan. Kan kita ada 150 unit kapal yang berada di wilayah perairan. Kita berkontribusi terhadap peningkatan polusi di wilayah laut dan harus punya komitmen untuk gerakan cinta laut dan pelestarian di laut,” ungkapnya.
Satunya lagi yakni SENYUM SEHAT. “Senyum sehat, alur pikirnya bahwa lingkaran kemiskinan kan ada tiga mulai dari ksehatan, pendidikan dan pendapatan yang rendah. Nah dimana yang kita sentuh dahulu dari lingkaran kemiskinan itu. Kita sentuh dari kesehatan, karena berdasarkan survei bahwa warga nelayan dibandingkan dengan warga perkotaan tingkat kesehatannya masih berbeda atau di bawah, makanya kita fokus pada SENYUM SEHAT dan INDAH dari 5 pilar ini,” pungkasnya.
Fotographer: Rendy MR
