PKBL Peruri Rasa CSR Menuju SDGs

Penulis Albarsyah

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia alias Perum Peruri sebagai perusahaan plat merah dengan berkelas dunia ini mengucurkan dana untuk program kemitraan sejak 1991 hingga 2019 sebesar Rp 130,86 miliar. Sedangkan untuk dana pada program bina lingkungan pada 2003-2019 mencapai Rp 44,47 miliar.

Tentunya program PKBL ini sangatlah kental sekali rasa Corporate Sosial Responsibility (CSR) karena BUMN ini tidak menyatakan itu CSR akan tetapi PKBL. Tujuan Perum Peruri mengucurkan anggaran yang cukup besar untuk PKBL dan CSR ini adalah untuk mengurangi gap kemiskinan sesuai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs)  dan meningkatkan kemampuan masyarakat.

Hal itu ditegaskan Direktur Keuangan Nungki Indraty dalam sesi Presentasi dan Wawancara Penjuarian TOP CSR Awards 2020 yang diselengarakan majalah Top Business di Jakarta, Rabu (23/2/2020).

 “Kami sebagai perusahaan milik negara dengan berkelas dunia ini harus bisa memberikan kebermanfaatan yang sangat besar bagi seluruh pemangku kepentingan di negeri ini. Peruri sebagai perusahaan dengan tatakelola yang baik, dengan skor GCG terus membaik pada tahun 2018 skor 89,61 dan tahun 2019 skor 89,78 dan tahun 2020 nanti juga akan terus naik . dan juga kami pun telah melaksanakan ISO 26000 SR dalam proses bisnis yang kami lakukan, agar bisa menekan tingkat kemiskinan yang sangat besar gapnya di Indonesia ini,” tegas Nungki.

Dijelaskan Nungki, keberadaan operasional bisnis Peruri telah memberikan bukti nyata dalam peningkatan kemampuan ekonomi masrarakat serta pula meningkatkan standar dari level kemiskinan paling bawah menjadi naik menjadi berkemampuan dan memliki daya beli dalam seluruh aspek.

“Kami mengerakkan perekonomian kerakyatan di wilayah operasional kami di Karawang. Banyak industri rumahan yang terus kami bina agar para pelaku mitra binaan kami bisa menjadi pengusaha tanguh. Program pembinaan yang kami lakukan harus terukur, fokus dan meningkatkan nilai bagi masyarakat. Mitra binaan harus terus dimaintain agar mereka kuat dan harus bisa mandiri. Jika mitra binaan telah mandiri tentunya dampaknya sangat besar dalam penyerapan tenaga kerja pada sektra produksi di mitra binaan ini. Mitra binaan yang selalu kami maintenance ini pada sector industri dan kerajinan, perdagangan, pertanian dan peternakan serta aneka jasa dan teknik,” ujar Nungki.

Perum Peruri juga membangun trendsetter bisnis baru ala milenial di kawasan eks perumahan dinas di bilangan Blok M dengan brand “M Bloc Space”.  M Bloc ini menjadi episentrum bagi pertumbuhan new business para pebisnis muda. “Dalam masa empat bulan operasional M Bloc ini telah menghasilkan revenua ke Peruri sebesar Rp 1,3 miliar,” terang Nungki.

Sebagai cacatan, Peruri juga membina para petani kopi di Gunung Puntang, Jawa Barat seluas 360 hektare. Kopi dari Gunung Puntang telah dilirik para pebisnis kopi lokal dan eksportir sehingga mengangkat kopi Jawa Barat ke pentas Internasional.

Fotografer: Rendy MR/TopBusiness

BACA JUGA

Tinggalkan komentar