TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Peringkat Indonesia Eximbank idAAA

Agus Haryanto
13 March 2020 | 10:43
rubrik: Finance
Lembaga Kajian NawaCita: RI Harus Investasi Besar-besaran di Bidang SDM

Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek, PT Pefindo menegaskan peringkat idAAA untuk Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank), Obligasi Berkelanjutan II-IV, dan MTNI/2016.

Selanjutnya menurut Analis Danan Dito dan Hanif Pradipta, di Jakarta, menyatakan bahwa pihaknya juga menegaskan peringkat idAAA (sy) untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I/2018. Prospek untuk peringkat perusahaan adalah stabil.

Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV/2019 Seri A sebesar Rp147miliar dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III/2019 Seri A sebesar Rp230 miliar Indonesia Eximbank, keduanya akan jatuh tempo pada tanggal 3 Mei 2020.

Kesiapan perusahaan untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo tersebut didukung oleh aset likuid Indonesia Eximbank dalam bentuk giro pada Bank Indonesia dan bank lain, serta penempatan pada bank lain, sebesar Rp17,5triliun pada akhir Desember 2019.

Obligor berperingkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan. Kemampuan obligor untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjangnya, relatif terhadap obligor Indonesia lainnya, adalah superior. Akhiran peringkat (sy) menunjukkan peringkat mempersyaratkan pemenuhan prinsip Syariah.

Peringkat perusahaan mencerminkan status sovereign Indonesia Eximbank, posisi yang kuat di segmen pembiayaan ekspor, dan profil permodalan yang kuat. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh kualitas aset yang sangat lemah dan profitabilitas yang lemah.

Di tengah menurunnya performa kualitas aset dan profitabilitas, Pefindo mengharapkan kemungkinan yang sangat kuat atas dukungan dari pemerintah yang tepat pada waktunya dan memadai kepada Indonesia Eximbank untuk memenuhi kewajiban keuangan yang mungkin timbul, dalam bentuk tambahan modal dan fasilitas likuiditas.

Setelah adanya tambahan modal di tahun 2019, Pefindo mengantisipasi adanya suntikan modal tambahan yang akan terealisasi di April–Juni 2020. “Kami juga melihat adanya upaya pemerintah untuk meningkatkan fungsi pengawasannya kepada Indonesia Eximbank,” kata keduanya.

BACA JUGA:   LPS dan Kementerian Keuangan Masih Kaji Besaran Premi Tambahan Bagi Bank Sistemik

Peringkat dapat diturunkan bila komitmen pemerintah untuk memperkuat permodalan Indonesia Eximbank tidak dilaksanakan sesuai dengan UU No. 2/2009, atau bila UU baru yang lebih tinggi diberlakukan, dimana UU baru tersebut menghapuskan status sovereign Indonesia Eximbank.

Tekanan dalam peringkat juga dapat terjadi jika pemerintah tidak memberikan dukungan yang tepat pada waktunya dan memadai kepada Perusahaan.

Foto: Istimewa

Previous Post

Antisipasi Corona, BI Turunkan GWM Valas

Next Post

IHSG Berpeluang Bearish

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR