TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

‘Sengsara Membawa Nikmat’ Danau Toba

Albarsyah
13 April 2020 | 09:00
rubrik: Article
‘Sengsara Membawa Nikmat’ Danau Toba

Masih ingatkah kita dengan Sinema Elektronik (Sinetron) yang sempat populer di televisi sebuah cerita Sengsara Membawa Nikmat, dimana cerita ini dari ranah Minang (Sumatera Barat). Cerita ini menggambarkan kisah seorang anak muda bernama Midun yang hampir seluruh perjalanan hidupnya menghadapi kesengsaran.

Kali ini Sengsara Membawa Nikmat terjadi di sekitar kawasan Danau Toba-Sumatera Utara, kenapa gerangan? Terbetiklah disekitaran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Wisata Danau Toba) ini ada mitra binaan dari PT Sinar Mas Asuransi. Perusahaan asuransi papan atas ini membangun komunitas ekonomi, budaya, sosial dan pendidikan dengan tujuan agar bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal sehingga bisa memberikan peningkatan perekonomian keluarga, serta bisa mengurangi jenjang kemiskinan (GAP) di pedesaan.

Sinar Mas akhirnya membangun “rumah kreatif” yang berbasiskan kepada masyarakat lokal yang langsung mengelolanya secara bersama komunitas di sekitar Danau Toba. Di lokasi itu terdapat  Sentra Komputer yang diperuntukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dengan teknologi informasi dan komputerisasi.  Serta dibangun pula Sentra Buku dan Sentra Bermain untuk meningkatkan kemampuan intelektual masyarakat melalui buku jendela dunia. Kemudian sarana bermain untuk membangun komunitas sosial serta membagun sensor otak kiri dan kanan agar bisa seimbang.

Rumah kreatif lainnya pun dibangun pula empat bidang Sentra Kriya, yakni :

– Humbang Shibori,

– Tenun Songket Humbang,

– Humbang Batiq dan

– Humbang EcoPrint

Di Rumah Kreatif Sentra Kriya ini sebagian  masyarakat Danau Toba setiap hari berkumpul di sini melakukan berbagai peningkatan kreativitasnya dengan bidang-bidang masing untuk menghasilkan berbagai produk dari mulai menenun songket, membuat batik Humbang dan Eco Print dan Humbang Sibori secara bersama-sama komunitas di sini dari pagi hingga malam dan bahkan dini hari.

BACA JUGA:   Mungkinkah Pensiunan PNS Mendapat Rp 1 Miliar

Kegiatan kreativitas mitra binaan tersebut menghasilkan berbagai kriya yang memiliki nilai budaya yang sangat tinggi ini sudah berlangsung semanjak PT Sinar Mas Asuransi membangun kemitraaan dengan masyarakat Danau Toba ini pada tahun 2016 lalu. Seluruh hasil produk Kriya Danau Toba ini dihasilkan dari rumah produksi rumah kreatif sentra kriya ini. Dengan kesahajaan masyarakat Danau Toba ini mereka berkumpul dan berkreativitas menghasilkan produk berkualitas baik yang telah menembus pasar luar pulau dan produknya telah diipasarkan kepada mall-mall terkenal Jakarta seperti Sarinah Jakarta, Batik kita Balige dan juga dapat melalui toko online, seperti, blibli, ralali, dan tokopedia.

Mitra binaan Rumah Kreatif binaan Sinar Mas ini semenjak tahun 2016 lalu mereka selalu berkumpul, bersosialisasi di rumah kreatif ini sambil menghasilkan berbagai kriya dengan nilai seni dan budaya sangat tinggi.

Akan tetapi kebersahajaan di rumah kreatif ini menjadi pupus sudah, perihalnya ketika tanggal 2 Maret 2020 Pemerintah RI mengumumkan secara resmi adanya pasien Covid-19 pertama di Indonesia.  Dan berujung dengan penetapan pemerintah harus melakukan kerja di rumah serta menjaga aktivitas berkerumunan dan berkelompok. Tentunya ini sebuah dilema bagi masyarakat dengan kultur budaya Indonesia yang selalu bersosialita, berkomunal, berkelompok.

Dan akhirnyapun, perintah pahit pun diterima pula oleh rumah kreatif binaan perusahaan asuransi ini. PT Sinar Mas Asuransi memberlakukan seluruh pengiat seni kriya di rumah kreatif ini harus melakukan aktivitas produksi kriya seni ini dilakukan di rumah masing-masing.

Pada awal berita diterima rumah kreatif ini hampir sebagian besar pengiat seni tidak bisa menerima begitu saja, dengan alasan mereka belum percaya diri jika bekerja sendiri di rumah untuk menghasilkan produk kriya tersebut.

BACA JUGA:   Menikmati Dana Infrastruktur dari Forum Internasional

Akan tetapi sang pencetus berdirinya rumah kreatif ini pun juga tidak kurang kreatif dan inovatif dong. Apalagi sang direktur perusahaan asuransi papan atas ini pun merupakan putri asli daerah kelahiran Samosir di daerah Danau Toba pula, tentunya dengan komunikasi yang efektif dan chemestri masyarakat Danau Toba ini sudah menjadi sangat mahfum sekali budaya, karekternya bagi sang direktur untuk memberikan keyakinan harus berkreasi di rumah masing-masing.

Jam kerja rumah kreatif sendiri mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Sementara pada saat kondisi seperti ini, maka jama kerja bisa lebih longgar waktu kerjanya sebab harus bekerja dari rumah.

Ditegaskan Direktur  PT Sinar Mas Asuransi, Dumasi Marisina Magdalena  Samosir,  kepada awak redaksi Top Business. “Nah, salah satu yang tak luput dari pantauan kami tentunya adalah Rumah Kreatif Sinar Mas di Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, yang merupakan Community Development dari PT Asuransi Sinar Mas,” tuturnya.

Di sana setiap hari berkumpul adik-adik kecil di Sentra Buku dan Sentra Bermain, dan anak-anak yang belajar Komputer di Sentra Komputer. Tak terbayangkan sedihnya mereka jika tidak bisa lagi hadir di Rumah Kreatif setiap hari.

Tapi demi keamanan dan kesehatan bersama, maka Sentra Komputer pun terakhir beraktivitas pada hari Jumat, 13 Maret 2020, sedangkan Sentra Buku dan Sentra Bermain pun terakhir beraktivitas pada tanggal 18 Maret 2020.

Namun demikian,  ke empat bidang Sentra Kriya yakni : Humbang Shibori, Tenun Songket Humbang, Humbang Batiq dan  Humbang EcoPrint harus melakukan kegiatan seninya di rumah masing-masing, ini sangat berat dan pukulan sekali bagi masyarakat lokal tersebut.

“Tentunya dengan pendekatan intensif dan chemistry yang sudah nyambung dengan sangat cepat sekali masyarakat bisa menerima dan melaksanakan bekerja dan beraktivitas kriya di rumah masing-masing. Dan tentunya peran tutor di lapangan yang sangat diperlukan jika ada anggota pegiat seni ini mengalami permasalahan. Bagi setiap bidang kriya seni ini kita dampingi beberapa tutor, agar permasalahan proses produksi kriya tidak mengalami kendala”, ujar Dumasi.

BACA JUGA:   FDI Berbasis Ekspor Jurus Jitu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

“Eeh apa yang terjadi setelah pemberlakuan bekerja di rumah masing-masing. Ternyata dengan bekerja di rumah masing-masing justru produktivitas masyarakat mengalami peningkatan luar biasa dibandingkan ketika waktu bekerja di rumah kreatif. Dan setiap hari kami menerima laporan dari seluruh bidang kreatif ini melalui WA Grup dan juga kami lakukan kegiatan telekonfrens dengan zoom dengan pengrajin di Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan”, jelas Dumasi

Itulah kisah sengsara membawa nikmat dari danau Toba dari rumah kreatif yang harus bekerja di rumah masing-masing, dan nikmatnya justru dengan bekerja di rumah masing-masing produktivitas para pengrajin justru meningkat tajam ketika masih di rumah kreatif.

Tentunya ini pun tak lepas dari sukses storinya PT Sinar Mas Asuransi membina mitra binaan sepenuh hati agar kualitas dan produktifita msyarakat lokal meningkat dan GAP kesenjangan dan kemiskinan semakin berkurang.

Previous Post

Jamkrindo Sesuaikan Jam Operasional Saat PSBB

Next Post

Pefindo Tetapkan Peringkat SMI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR