Usai bertandang ke kantor developer Perumahan Daru Indah, Nizar Akhmad dan Andini Puteri, menjajal berjalan kaki menuju Stasiun Daru, Kabupaten Tangerang, Banten, buat membuktikan iklan pengembang bahwa jarak tempuhnya kurang dari 10 menit. Pasangan yang sama-sama berkantor di Jakarta, namun di kawasan berbeda, sang suami di Kedoya, Jakarta Barat sementara istrinya di Tebet, Jakarta Selatan itu memang berencana memanfaatkan KRL untuk menuju lokasi kerja setelah boyongan ke Daru.
“Katanya cuma tujuh menit jalan kaki, bener kok. Kerennya lagi, jadwal KRL dari Daru ke Tanah Abang ada tiap 15 menit dan perjalanannya cuma sejam pas!” kata Nizar sambil membetulkan letak maskernya.
Dijumpai pada Sabtu (23/5/2020), keduanya dalam proses akhir merintis jalan memiliki rumah impian. Membuat janji dengan pegawai pengembang perumahan untuk menyerahkan sejumlah berkas, keduanya menyengaja datang dari rumah kontrakan mereka di kawasan Slipi, Jakarta Barat untuk memastikan pilihannya telah tepat, sebelum proses berlanjut menuju akad kredit.
“Kami pilih resepsi pernikahan yang sederhana sekali, bahkan mirip makan siang bersama keluarga saja agar tabungan selama dua tahun jadi pegawai kontrak bisa buat uang muka rumah. Kami sama-sama berasal dari desa, sehingga rasanya sudah nggak tahan tinggal di kontrakan di pemukiman padat. Jadi, begitu saya dapat SK pengangkatan dari kantor langsung deh cari-cari lokasi perumahan yang pas buat kantong dan memungkinkan ditempuh dengan kendaraan umum, ” ujar Nizar dan sang istri yang sama-sama berusia 27 tahun.
Berlokasi di Kecamatan Jambe, pengembangan dari Kecamatan Tigaraksa, keduanya sepakat memilih rumah tipe 36/72 seharga Rp252 juta di daru Indah yang bisa mereka cicil hingga 15 tahun senilai Rp2.477.440 dengan uang muka Rp50 jutaan. “Pertimbangan utama kami adalah stasiun KRL yang bisa ditempuh jalan kaki, tapi ternyata di sini juga ada masjid, sekolah, pasar serta puskesmas yang juga dekat,” ujar Andini yang bersyukur kantor keduanya tak terdampak Covid-19 karena justru memicu kebutuhan akan tenaga spesialis sosial media yang sama-sama mereka geluti. Kondisi itu membuat keduanya optimistis proses akad kredit akan mulus dilaluinya. Rumah dengan dua kamar yang akan mereka bisa tempati enam bulan ke depan itu juga dinilai ideal karena setelah nantinya dikaruniai anak pun, jarak tempuh dari Jakarta melalui KRL pun, masih terhitung kurang dari dua jam.
“Untuk informasi lokasi perumahannya sudah kami riset dari 2019, beberapa bulan sebelum menikah September lalu, tapi persyaratan KPR dan banknya baru dipastikan setelah Februari. Kami memutuskan untuk memanfaatkan program Tunjuk Rumah BNI IB Griya Hasanah 2020, yang memudahkan persyaratan dan ditujukan bagi kami para milenial pejuang rumah, dengan kategori Swasta Lokal, karena ada juga yang dikhususkan untuk pegawai negeri, TNI dan Polisi serta pemegang saldo minimum Rp250 juta. Akad kami murabahah atau jual beli dan angsurannya tetap hingga lunas nanti. Alhamdulillah ini juga syariah, jadi kami lebih tenang,” kata Nizar.
Aneka diskon, banyak keringanan
Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi pada Rabu (15/4/2020) mengungkapkan, program Tunjuk Rumah diselenggarakan untuk mendukung program pemerintah satu juta rumah. Sasarannya, para milenial yang tengah berjuang mandiri, keluar dari rumah orangtua atau kontrakan.
“Kelebihan Tunjuk Rumah adalah harga spesial atau tarif khusus, cicilan tetap sampai akhir cicilan serta bebas biaya administrasi, biaya KPR, biaya taksasi, dan denda. Target kami, karyawan yang mempunyai pendapatan tetap,” ujar Iwan.
Program yang diluncurkan pada Januari dan berlaku hingga Juni 2020 itu, kata Iwan, juga diharapkan bisa memacu kinerja pembiayaan BNI Griya iB Hasanah. Pengembang Perumahan Daru Indah menjadi bagian dari 1.000 pengembang aktif yang bekerjasama dengan BNI Syariah.
Hingga 9 April 2020, perolehan pembiayaan BNI Griya iB Hasanah melalui program Tunjuk Rumah mencapai Rp766,7 miliar, mayoritas berlokasi di Jabodetabek. Targetnya, kata Iwan, sampai dengan akhir periode akan mencapai Rp1,4 triliun. Sementara, outstanding pembiayaan KPR BNI Syariah yaitu BNI Griya iB Hasanah, sampai dengan bulan Februari 2020, berada di posisi Rp13,23 triliun dengan pertumbuhan 11,15% year on year.
Dengan inovasi Tunjuk Rumah, para milenial, termasuk pasangan Nizar dan Andini, yang kini juga harus berjibaku dengan Covid-19, memiliki kesempatan merintis jalannya memiliki hunian.
Foto dok: Rumah123.com
