Jakarta, TopBusiness – PT Industrial Estate Pulogadung (JIEP) sebagai pengembang dan pengelola kawasan industri di Indonesia, terus melakukan transformasi bisnis maupun organisasi menuju kawasan industri terpadu modern berwawasan lingkungan. Melalui strategi ini, kinerja usaha bisa terus meningkat, mampu berkontribusi kepada pemerintah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memberikan dampak ekonomi dan bisnis bagi perkembangan ekonomi dan industri di Tanah Air.
PT JIEP yang dimiliki pemerintah pusat (BUMN) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan porsi masing-masing 50%, awalnya bertugas menyediakan Tanah Kavling Industri (TKI) dan fasilitas industri bagi para investor yang akan melakukan investasi di Bidang Manufacturing. Khususnya yang ada di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Dalam perkembangan selanjutnya dan sesuai dengan tuntutan pasar, PT JIEP yang kini memiliki luas lahan kurang lebih 433 hektar, juga terus melakukan diversifikasi sekaligus perluasan usaha dengan membangun berbagai fasilitas modern untuk menunjang kegiatan industri. Seperti Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP), pergudangan (tertutup dan terbuka), transit warehouse, bangunan perkantoran, layanan keuangan (bank), serta fasilitas pendukung lainnya.
“Transformasi menjadi kunci yang hingga kini terus kami lakukan sesuai tren dan tuntutan pasar, maupun perkembangan dunia industri. Melalui strategi ini, kami bisa terus meraih profit dan kinerja yang lebih baik melalui optimalisasi lahan dan fasilitas yang ada. Kami memiliki roadmap Rencana Ekspedisi 20 Tahun yang terbagi dalam empat fase. Saat ini kami memasuki fase pertama yang sudah dicanangkan tahun lalu untuk mewujudkan Kawasan Industri Terpadu di Jakarta yang mengintegrasikan Inovasi, Bisnis, Komunitas, dan Kreativitas,” ujar CFO & Business Service Director, PT JIEP, Arief A. Sanjaya dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP BUMD 2020 di hadapan lima dewan juri yang dilakukan secara daring (online) oleh Majalah TopBusiness, pada Rabu sore (17/06/2020), di Jakarta.
Dalam paparannya dihadapan lima dewan juri, Arief A. Sanjaya membawakan presentasi berjudul: Ekspedisi Korporasi – Perjalanan PT JIEP Menuju Perusahaan Yang Memberikan Kebermanfaatan. Ia memulai dengan memaparkan ihwal PT JIEP, visi misi jangka panjang dan perjalanannya hingga kini. Transformasi dan inovasi katanya, menjadi kunci yang membuat JIEP bisa makin eksis di tengah tuntutan pasar dan pengguna jasa dari kalangan industri dan dunia usaha yang juga terus meningkat belakangan ini.
“Kawasan Industri JIEP Jakara Timur yang kini berada di tengah kota, tentunya sulit untuk dikembangkan lahannya. Karena itu inovasi dan kreatifitas menjadi tantangan yang harus bisa terus dilakukan perusahaan, agar lahan dan fasilitas yang ada bisa makin optimal untuk kinerja yang lebih baik lagi,” ujarnya saat wawancara pendalaman yang dipandu, Dwinda Ruslan selaku moderator dengan anggota juri lainnya, Prof DR Satya Arinanto dari Institut Otonomi Daerah, Ermon Idrus dari Lembaga Kajian Nawacita (LKN), Melani K Harriman, serta Sulistio.
Melalui optimalisasi, inovasi dan terobosan usaha, PT JIEP juga mencatatkan torehan kinerja yang makin solid. Dari sisi usaha, tahun tahun 2017 pendapatan PT JIEP sebesar Rp 209,432 miliar dengan laba bersih Rp 85,895 miliar. Kemudian di tahun 2018, pendapatan JIEP meningkat menjadi Rp 320,435 miliar dengan laba bersih mencapai Rp 116,228 milir. Tahun 2019, JIEP yang kini dipimpin Direktur Utama, Landi R Mangaweang meraih laba bersih sebesar Rp 154.701 miliar.
“Dengan pencapaian ini, kami juga bisa memberikan kontribusi dividen kepada pemerintah selaku pemegang saham yang juga terus meningkat setiap tahunnya. Tahun 2018 JIEP memberikan dividen ke pemagang saham sebesar Rp 35 miliar, dan tahun 2019 yang dibagi tahun 2020 naik menjadi Rp 49 miliar. Selain itu, kami juga selalu mengalokasikan sebagian laba untuk program bantuan sosial atau CSR yang tahun lalu mencapai Rp 4 miliar,” papar Arief A. Sanjaya didampingi Izhar Rahman (AVP Business Monitoring) PT JIEP secara online.
Ditambahkan, dalam rangka mewujudkan Kawasan Industri Pulogadung yang High Value Added, Jajaran Manajemen PT JIEP kini terus melakukan sejumlah perubahan baik dari internal maupun eksternal. Dalam internal perusahaan, PT JIEP tengah melakukan re-organisasi serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dalam prosesnya dibantu oleh konsultan SDM. Untuk pengembangan dari masing-masing SDM, manajemen memberikan fasilitas pelatihan kepada tiaptiap karyawan baik berupa soft skills maupun hard skills.
Dwinda Ruslan mengungkapkan, Ajang TOP BUMD merupakan kegiatan corporate rating yang diselenggarakan untuk mendukung kebijakan dan program Kementerian Dalam Negeri RI dan juga sejalan dengan arah dan kebijakan pemerintah untuk mempercepat peningkatan kinerja BUMD dan pembangunan perekonomian di daerah. PT JIEP masuk nominasi sebagai salah satu finalis dari sekitar 200 BUMD yang telah lolos seleksi dari seluruh Indonesia, melalui proses riset dan masukan public. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap BUMD dapat selalu terpacu untuk selalu melahirkan berbagai prestasi dan ikut serta memainkan peran penting dalam memajukan dan mendukung perekonomian nasional.
Penulis: Ahmad Churi

Selamat dan sukses semoga semakin maju prestasi JIEP ke depannya dari tahun ke tahun dan amanah. Aamiin