Ekonomi Syariah Perlu Adaptasi New Normal

Penulis achmad adhito

Jakarta, TopBusiness—Ekonomi syariah perlu melakukan adaptasi dengan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19, agar kegiatan usaha yang dijalankan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional tidak menimbulkan risiko di bidang kesehatan. Dody Budi Waluyo, deputi Gubernur Bank Indonesia, mengatakan hal itu via keterangan tertulis kemarin malam.

Setidaknya terdapat tiga langkah adaptasi hadapi kenormalan baru. Pertama, penggunaan teknologi yang semakin intensif termasuk untuk membuka peluang pasar dan distribusi barang.

Kedua, memanfaatkan peluang pengembangan alternatif usaha.

“Ketiga, meningkatkan kesempatan untuk memperat kolaborasi dan sinergi antar pelaku usaha,” kata Dody.

Bank Indonesia bekerja sama lintas-lembaga di bawah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), selalu berkomitmen untuk mendorong pemberdayaan ekonomi syariah, sehingga dapat bersaing secara nasional maupun global. Salah satu strategi yang dilakukan adalah melalui penguatan ekosistem Halal Value Chain (HVC) yang meliputi rangkaian kegiatan untuk menghasilkan nilai tambah pada setiap bisnis proses. “Itu dengan menekankan pada aspek kepatuhan terhadap nilai dan prinsip dasar syariah,” kata dia.

Pengembangan ekosistem Halal Value Chain dilakukan di empat sektor utama, yaitu pertanian (integrated farming); industri makanan halal dan busana muslim yang diwujudkan dalam program pengembangan Industri Kreatif Syariah (Ikra); pariwisata halal; serta pengembangan renewable energy.

Ilustrasi: Istimewa

BACA JUGA

Tinggalkan komentar